Selasa, 25 Juni 2019
Just another WordPress site
GUNS, GERMS, & STEEL : Rangkuman Riwayat Masyarakat Manusia

Guns, Germs, and Steel: The Fates of Human Societies

Akhirnya saya menemukan juga buku “Guns, Germs & Steel” karya Jared Diamond di rak buku Gramedia kemarin. Sudah lama sekali saya penasaran dengan buku yg dipromosikan oleh Mas Moko sebagai ‘most recommended book to read’ ini. Kalau Mas Moko yg merekomendasikan maka saya tentu percaya karena ia adalah seorang maniak buku yg konon sudah membaca seribu buku lebih dan konon juga bisa membaca satu buku serius dalam sehari, bahkan dua buku sehari. Dua buku sehari..?! Wong iki gak tau kerjo bek’e….! 🙂
Ternyata buku berjudul Bedil, Kuman, & Baja ini memang baru diterjemahkan dan diterbitkan pada tahun ini oleh penerbit Kepustakaan Populer Gramedia sehingga baru muncul di rak toko buku Gramedia. Buku ini adalah pemenang Hadiah Pulitzer 1998. Jared Diamond sendiri adalah Professor Geografi di University of California, LA, dan merupakan penulis buku sains populer terkenal seperti ‘The Third Chimpanzee’ dan ‘Why is Sex Fun’ (telah diterjemahkan tapi luput dari perhatian saya).

Buku ini bercerita tentang rangkuman riwayat masyarakat manusia sejak jaman prasejarah yg ternyata sangat dipengaruhi oleh tiga unsur tersebut.
Saya baru membaca sepertiga buku yg tebalnya 624 hal ini dan mengakui bahwa buku ini benar-benar menarik dan memberi pemahaman yg luas ttg asal-usul dan sejarah peradaban manusia. Saya memang selalu tertarik pada sejarah peradaban manusia dan buku ini benar-benar memuaskan rasa ingin tahu saya.
Buku ini dimulai oleh pertanyaan sederhana seorang penduduk Papua Nugini pada Jared Diamond ketika sedang meneliti burung. Namanya Yali. Rupanya Yali penasaran melihat betapa berbedanya peradaban bangsa kulit putih dan kulit hitam seperti dirinya. Pertanyaan tersebut adalah :, “Mengapa kalian orang kulit putih membuat begitu banyak barang berharga dan membawanya ke Papua, tapi kami orang kulit hitam memiliki begitu sedikit barang berharga sendiri?” (hal 5). Yali bertanya tentang kesenjangan peradaban yg begitu nyata dihadapannya (dan juga di belahan bumi lain) sampai saat ini. Pertanyaan Yali itu diajukan dua puluh lima tahun yg lalu dan baru bisa dijawab oleh Jared Diamond dengan bukunya ini.

Pertanyaan Yali memang pertanyaan yg tidak sederhana dan membutuhkan ratusan halaman bagi Jared Diamond utk menjawabnya (walau mungkin jawaban ini justru menimbulkan pertanyaan-pertanyaan lain yg juga sama peliknya). Jared Diamond berupaya menjelaskan mengapa sebagian bangsa di dunia bisa mencapai kemajuan teknologi dan peradaban, sehingga lantas menaklukkan dan menjajah bangsa di bagian dunia lain yang tidak tersentuh oleh teknologi. Apakah itu karena bangsa-bangsa itu secara ras lebih unggul daripada lainnya? Atau semua bangsa sebenarnya secara ras sama saja, dan yang membedakan adalah faktor lingkungan berupa tanah, iklim, flora-fauna, dan sejarah alam? Selama ini ada asumsi bahwa orang Eropa dianggap secara genetis lebih cerrdas daripada orang Afrika, Apalagi dibandingkan dengan penduduk asli Australia. Apa hubungan antara peradaban dan perkembangannya sampai saat ini dengan bedil, kuman dan baja (sehingga dijadikan judul oleh Jared Diamonds)? Buku ini menjelaskan dengan sangat apik riwayat peradaban manusia pada masa tepat sebelum masa sejarah, yaitu mulai sekitar tahun 11.000 SM, yang dianggap sebagai awal mula pembentukan peradaban manusia. Pada saat itulah peradaban mulai muncul dengan unsur-unsur seperti pertanian dan bahasa muncul. Dari sini kita diajak untuk memahami perkembangan budaya di semua benua, dan mengetahui mengapa kemajuan peradaban manusia di berbagai tempat itu berbeda-beda.

Baca juga: 

Seperti yang kita ketahui bahwa orang Eropalah penakluk bangsa-bangsa lain dengan menggunakan bedil, yang oleh suku bangsa yang belum mengenalnya sering disebut sebagai ‘tongkat api’. Bedil dan baja sebagai penemuan teknologi dianggap bertanggung jawab atas kepunahan langsung atas suku-suku bangsa pada abad 15. Diamond juga menjelaskan bahwa kuman-kuman atau penyakit menular adalah salah satu penyebab utama dari punahnya 99% populasi bangsa-bangsa yang belum mengenal domestikasi hewan piaraan.

Pada bab awal Diamond menceritakan bagaimana Pizzaro, Sang Penakluk Kerajaan Inca, yang berasal dari Spanyol berhasil memenangkan pertempuran melawan ribuan tentara Inca, Peru, meskipun jumlah tentaranya pada saat itu hanya 168 orang! Memang banyak kisah tentang kemenangan pasukan kecil melawan pasukan yang jauh lebih besar tapi kemenangan 168 orang melawan 7000 pasukan Inca pada tanggal 16 November, 1532 dalam segi apa pun adalah luar biasa. Pertempuran ini berlangsung selama satu hari penuh dengan hasil yang luar biasa. Raja Inca, Atahualpa, sendiri ditangkap dan dijadikan tawanan. Sekitar 2000 pasukan Inca tewas dan 5000 lainnya lari tunggang-langgang. Pasukan Pizarro hanya 5 orang yang tewas dan dua lainnya terluka.

Kerajaan Inca pada saai itu merupakan salah satu kerajaan yang besar dengan populasi penduduk mencapai belasan juta penduduk pada jaman keemasannya. Kerajaan Inca adalah kekuatan militer terbesar di benua Amerika Selatan saat itu. Meski demikian mereka hanya mengandalkan jumlah prajurit semata dalam berperang dan bahkan belum pernah melihat kuda dipakai untuk berperang (kavaleri).
Pizarro menculik Atahualpa dan membunuh sebanyak-banyaknya pasukan Inca yang melarikan diri. Pizarro menyandera Atahualpa selama delapan bulan sambil meraih uang tebusan emas yang jumlahnya cukup untuk memenuhi ruangan berukuran 6,7 m X 5,2 m X 2,4 m…! Meski telah mendapat uang tebusan sebanyak itu Pizarro mengingkari janjinya dan tetap membunuh Atahualpa. Kurang ajar memang si Pizarro ini.

Baca juga:  A MILLION MILES IN A THOUSAND YEARS

Meski demikian ternyata bukan senjata yg memusnahkan bangsa-bangsa asli di berbagai benua. Pembunuh terbesar justru karena kuman, bahkan dalam Perang Dunia I dan II.

Kemajuan sebuah kelompok masyarakat rupanya dimulai ketika mereka mampu mendometikasi binatang liar dan bercocok tanam sehingga mampu mengumpulkan makanan tanpa harus berburu dan mencari ke hutan lagi. Jadi ketika sebuah kelompok masyarakat yg semula pemburu-pengumpul makanan berubah menjadi kelompok petani dan peternak maka mereka sebenarnya telah memiliki kelebihan kekuasaan dan pengaruh dibandingkan yg tidak berubah. Produksi pangan merupakan kelebihan yg memberikan kekuatan, kekuasaan, dan pengaruh pada masyarakat yg mengembangkannya.
Meski demikian produksi pangan bukan penyebab langsung dari keunggulan masyarakat petani dibandingkan pemburu. Para petani memiliki hembusan napas yg berisi kuman-kuman mematikan bagi pemburu yg tidak pernah terpapar dengan kuman yg dikembangkan oleh binatang piaraan. 🙂
Oh ya, tentu saja para petani pada umumnya menang jumlah orang, punya persenjataan yg lebih canggih dan sistem pemerintahan yg lebih maju. Jadi itu alasan mengapa bangsa Eropa menjajah bangsa lain yg belum maju dan bukan sebaliknya.
Germs atau kuman-kuman ternyata merupakan pembunuh terbesar dalam Perang Dunia. Sampai PD II lebih banyak korban perang yg mati akibat mikroba yg tersebar akibat perang daripada luka-luka dalam pertempuran (hal 245). Penaklukan Amerika oleh orang-orang Eropa yg diawali oleh pelayaran Columbus pd 1492 lebih disebabkan oleh banyaknya korban mikroba Spanyol yg ditularkan pd penduduk asli. Bahkan ada kisah tentang bagaimana orang kulit putih membasmi penduduk asli Amerika ‘pembangkang’ dengan mengirimi mereka selimut yg sebelumnya digunakan oleh penderita cacar…!

Bagaimana mikroba berkembang biak dan jadi mematikan? Ada proses evolusi rumit dan cerdik yg dilakukan oleh kuman yg dijelaskan dg menarik di buku ini.

Baca juga:  The Noticer

Saya masih menikmati sepertiga dari buku ini dan berharap Anda dapat membaca dan menikmatinya pula.
Jangan ragu-ragu utk membeli dan membaca buku menarik ini.

Surabaya, 5 Februari 2013

Salam

Satria Dharma
https://satriadharma.com/

2 tanggapan untuk “GUNS, GERMS, & STEEL : Rangkuman Riwayat Masyarakat Manusia”

  1. dhwan berkata:

    Dari cerita bapak, saya bisa menangkap betapa menariknya buku itu. semoga nanti saya dapat memilikinya 🙂

  2. Subki berkata:

    Sangat Inspiratif pak Dharma. sinopsisnya mantap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *