Jumat, 22 Februari 2020
Just another WordPress site
MENGAJAR KEWIRAUSAHAAN ATAU MENCETAK WIRAUSAHAWAN…?! (Part 2)

Di jurusan Sastra dan Pendidikan Bahasa Inggris mata kuliah KWU (Kewirausahaan) ini ditawarkan pada semester 5 dan 7. Sebetulnya ada pemikiran untuk mulai menawarkan matakuliah ini mulai semester 1 atau 3 agar mereka punya lenbih banyak waktu untuk menerapkan ilmu mereka ketika masih kuliah.Tapi saat ini baru ditawarkan pada semester 5 dan 7. Untuk semester ini ada beberapa kelas yang mengikuti matakuliah ini dan saya mengajar satu kelas di semester 7.

Sebenarnya saya ditawari untuk mengajar beberapa kelas sekaligus tapi saya menolak dan hanya bersedia untuk mengajar 1 kelas saja. Pertimbangan saya adalah bahwamengajar beberapa kelas sekaligus tentu akan menghabiskan lebih banyak waktu saya sedangkan saya masih sering ke luar daerah untuk urusan ini dan itu. Kalau sekali seminggu bolehlah. Lagipula saya masih baru belajar mengajar bidang studi KWU. Ini memang tantangan tapi saya tidak ingin membuat diri saya terbelenggu.

 

Jadi begitulah…

Untuk memulai karir saya sebagai dosen KWU (do I really have a career here?) saya kemudian membeli sebanyak-banyaknya buku tentang Entrepreneurship dan Business motivation. Saya juga membuka internet dan mencari bahan-bahan perkuliahan. Dan sumber ternyata cukup melimpah. Buku diktat KWU saja cukup banyak di toko buku. Saya memilih bukunya Dr. Kasmir dan Ir. Hendro MM yang saya anggap memberikan materi pembelajaran yang cukup berlimpah. Untuk buku bacaan lain saya mengambil buku apa saja yang menurut saya bakal menunjang referensi saya. Dan saya pun mulai membaca dan membuat catatan… Dari catatan tersebut saya juga mulai membuat bahan presentasi perkuliahan.

 

Begitu saya mulai membaca buku-buku tentang KWU tersebut kepala saya langsung dipenuhi berbagai materi yang mesti saya ajarkan pada mahasiswa saya. Tapi karena materi itu datang dalam waktu bersamaan maka saya jadi kesulitan untuk menyusun jadwal dan prioritas mana dulu yang harus saya berikan kepada mereka. Rasanya begitu banyak yang ingin saya berikan pada mereka. Tapi saya juga sadar bahwa sebenarnya tujuan matakuliah ini bukanlah sekedar memberi mereka pengetahuan dan teori tentang entrepreneurship. Yang lebih penting adalah memberi mereka PENGALAMAN dalam memulai bisnis. Mereka butuh mentor untuk memulai bisnis apa saja yang mereka rencanakan dan bukan sekadar dicekoki teori dan nasihat-nasihat dalam bisnis. Bukankah saya diminta untuk masuk kampus dan mengajar karena PENGALAMAN saya dalam berwirausaha dan bukan karena karena saya pintar berteori tentang wirausaha?

Baca juga:  Bagaimana Membuat Anak Suka Membaca?

 

Oleh sebab itu dalam menyusun tujuan pembelajaran dalam rencana kurikulum saya bukan hanya merencanakan untuk memberi bekal kepada mahasiswa kemampuan berpikir kritis, kreatif, sistematis, dan ilmiah, tapi saya juga berupaya untuk mendorong mereka untuk merencanakan dan melakukan upaya awal untuk melakukan wirausaha. Jadi mereka harus bisa membuat sebuah perencanaan bisnis, melaksanakannya, dan mendapat penghasilan dari itu. Jadi tantangannya adalah bagaimana mendorong mereka untuk menggunakan semua kapasitas mereka untuk mendapatkan penghasilan dengan melakukan bisnis yang sesuai dengan kemampuan mereka saat ini.

Jadi tujuan khusus saya dalam matkul ini adalah :

1.Mendorong mahasiswa agar memiliki minat, kemauan dan kemampuan menjadi wirausahawan

  1. Mendorong mahasiswa untuk mengenal dan bergaul dengan komunitas wirausahawan
  2. Mendorong mahasiswa untuk mulai mendirikan usaha, terutama usaha kecil dan menengah

4.Mendorong mahasiswa agar memahami teknik untuk mendirikan usaha, cara  membaca peluang usaha dan menjalankan usaha secara profesional

  1. Membekali mahasiswa kemampuan merancang rencana wirausaha kedepan dimulai dari sekarang.

 

Jadi selain memberi mereka materi-materi tentang kewirausahaan saya juga ingin memperkenalkan mereka pada kelompok atau individu-individu yang berada dalam komunitas wirausahawan.

 

Dengan demikian maka kompetensi dasar yang saya harapkan dari mereka adalah :

  • Memiliki kemampuan sebagai intelektual dan profesional yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, sistematis, dan rasional.
  • Memiliki kemampuan untuk menjadi wirausahawan yang berbasis ilmu pengetahuan dan etos kerja profesional.
  • Memiliki pengalaman dalam menyusun rencana dan proposal bisnis
  • Memiliki pengalaman dalam memulai bisnis berdasarkan ilmu dan pengetahuan yang dipelajarinya baik melalui teori atau pun praktek

 

Bagi saya entrepreneurship itu penekanannya bukan pada teori tapi bagaimana langsung berpraktek. Tidak ada gunanya mahasiswa menguasai berbagai teori dan mengikuti berbagai seminar tentang entrepreneurship dari berbagai pembicara dan pelaku bisnis jika mereka tidak pernah terjun sendiri dan melakukan apa ide yang mereka miliki dalam bisnis. Jadi tugas saya sebagai dosen adalah sbb :

  • Menjelaskan apa itu entrepreneur dan entrepreneurship, apa fungsi dan perannya, apa manfaatnya, apa keuntungannya menjadi entrepreneur, dan bagaimana mempersiapkan diri untuk menjadi seorang entrepreneur.
  • Mengajari mahasiswa untuk menyusun sebuah rencana bisnis secara berkelompok dan menerapkannya langsung di lapangan. Dengan demikian mahasiswa akan memiliki pengalaman langsung dalam melaksanakan rencana bisnis yang mereka rancang secara berkelompok.
Baca juga:  GURU/DOSEN PNS: GAJI FULLTIMER KERJA PART-TIMER

 

Adapun materi perkuliahan yang saya rancang adalah sbb :

  1. Konsep Dasar Kewirausahaan
  2. Mengembangkan semangat/menumbuhkan minat berwirausaha
  3.  Menganalisis peluang usaha
  4. Learn from the existing business
  5. Designing a prospective business
  6. Business Planning
  7. Business Implementing
  8. Investor or Partner Seeking (Selling Business Prospective)

 

Karena mereka adalah mahasiswa jurusan bahasa Inggris maka saya dorong mereka untuk masuk ke bisnis pendidikan atau edupreneurship. Minimal masuk ke bisnis jasa dan bukan masuk ke bisnis produk macam kuliner atau sejenisnya.

Saya sendiri sudah mempersiapkan sebuah rencana bisnis yang nantinya akan saya tawarkan kepada mahasiswa untuk ikut terjun di dalamnya. Dengan magang pada rencana bisnis saya ini mereka nantinya juga akan mendapat penghasilan. Saya berharap kelak mereka akan membuka bisnis yang sama dengan yang kami lakukan bersama tersebut di tempat tinggal masing-masing. Toh mereka sudah tahu teorinya, ikut merencanakan bisnisnya sejak awal, ikut terjun ke lapangan, melaksanakan bisnisnya, dan mengecap hasilnya. Jika ada istilah ‘seeing is believing’ maka saya berharap mereka akan mendapat keyakinan ‘practicing is convincing’.

Salam
Satria Dharma
https://satriadharma.com/

2 tanggapan untuk “MENGAJAR KEWIRAUSAHAAN ATAU MENCETAK WIRAUSAHAWAN…?! (Part 2)”

  1. b.nurcahyo berkata:

    artikel yang sangat menginspirasi pak…..sepertinya perlu ada revisi konten kurikulum untuk matakuliah kewirausahaan nih…klo di ijinkan …mohon bisa copy artikel bapak untuk wacana tersebut ditempat kami…..terimakasih

    salam kewirausahaan,
    b.nurcahyo

  2. Satria Dharma berkata:

    Go ahead, Mas Nurcahyo.
    Semoga bermanfaat.

    Salam
    Satria

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *