Sabtu, 21 Oktober 2018
Just another WordPress site
WISATA SEHARI SATU KOTA DAY 1 : KENDAL

Di mana letak Kota Kendal? Apakah benar Kendall Jenner lahir di sini?

Kota Kendal adalah sebuah Kabupaten yang terletak di sebelah Barat Kota Semarang dan berbatasan dengan Kabupaten Batang di sebelah Barat. Meski Kendal itu resminya pusat pemerintahan tapi sebenarnya kalah ramai dengan Kali Wungu dekat Semarang atau Weleri, sekitar 20 km menuju Kabupaten Batang di sebelah Barat Kendal. Jadi kalau anda sudah keluar Kecamatan Weleri ke arah barat berarti anda sudah memasuki Kabupaten Batang. Untuk bagian selatan berbatasan dengan Kabupaten Temanggung dan di Utara adalah Laut Jawa. Jadi Kota Kendal punya garis pantai yang lumayan panjang. Pantai-pantainya yang terkenal adalah Pantai Cahaya, Pantai Moro, Pantai Muara Kencan, dan Pantai Karang Malang.

Pusat Kota Kabupaten Kendal berada di Kota Kendal yang merupakan salah satu dari 20 Kecamatan yang ada di Kabupaten ini. Jadi sebenarnya Kabupaten Kendal ini memang cukup luas.

Bagaimana caranya untuk traveling ke Kota Kendal dengan biaya murah? Ya naik kereta apilah, Bro. Kendal bisa dicapai dengan naik KA dengan turun di Stasiun Weleri. Kereta api punya klas eksekutif dan ekonomi yang tentu saja punya tingkat kenyamanan berbeda. Tapi bagi kami kereta kelas ekonomi pun tetap lebih nyaman ketimbang naik bis. Kali ini kami sengaja naik kelas Ekonomi. Dari Surabaya ke Semarang klas ekonomi KA Maharani hanya 50 ribu. Sungguh murah…! 😀 Karena murah maka tentu saja meriah. Kursinya satu untuk bertiga berhadapan dengan penumpang lain dan sangat dekat. Jadi kita bisa adu dengkul dengan penumpang lain. Kereta ini biasanya penuh apalagi pas ada liburan hari kejepit seperti Selasa, 11 September 2018, yang merupakan Tahun Baru Islam 1 Muharram. Tapi tentu saja kami selalu punya cara untuk menyiasatinya agar kami bisa bepergian dengan tetap nyaman dan saling mencintai satu sama lain. Oke, itu tidak ada hubungannya. 🤓

Caranya? Kami beli empat kursi masing-masing dua berhadapan. Itu pun belinya cukup di Traveloka dan nanti kita bisa mencetak tiketnya di stasiun. Dengan demikian kami bisa tetap meletakkan kaki kami selonjor di kursi depan kami. Toh harganya cuma 50 ribu satu kursi atau 100 ribu/orang sudah sampai Semarang Poncol. Padahal katanya Sandi uang segitu dibawa ke pasar cuma dapat bawang dan cabai. Jelas sekali bahwa Sandi tidak pernah beli bawang dan cabai di pasar dan juga tidak pernah naik KA klas ekonomi yang seket ewu sudah sampai Semarang. 😀

Di Semarang kami naik kereta lagi dari Semarang Poncol menuju Stasiun Weleri yang sudah masuk Kabupaten Kendal. Kali ini dengan KA Kamandaka, dengan klas yang sama yaitu hanya 35 ribu/orang. Kali ini kami tidak perlu beli empat kursi dan ternyata kursi depan kami kosong. Artinya kaki kami bisa selonjor juga dengan biaya begitu murah. 😄
Nah, coba pikir… Mana ada rekreasi begitu murah di bawah 100 ribu sudah bisa honeymoon dengan wanita cantik kalau bukan sangat beruntung? 😀

Lha bagaimana dengan akomodasi?

Kok susah amat sih…! Mau bertualang atau mau menikmati comfort zone? Katanya sih kita harus berani keluar dari zona nyaman kalau ingin menikmati hidup yang penuh gairah dan dinamika. Kalau mau benar-benar traveling dengan ngirit maka tidurlah di masjid. Kalau mau berusaha insya Allah akan dapat masjid yang membolehkan kita tidur di emperannya. Insya Allah kalau Anda ikhlas maka akan terasa cukup nyaman. Ada banyak masjid yang bisa kita satroni. Itu kalau mau sakit semua tubuh Anda karena tidur di lantai masjid yang keras lho ya. Kalau saya ya no waylah yaow… Kayak orang susah saja, Bro. Saya harus keluar dari zona nyaman ke zona yang lebih nyaman. Kalau ente mau keluar dari zona nyaman trus ingin merasakan penderitaan hidup ya be my guestlah, Bro. Ane kagak ikut. Saya mah mau keluar dari zona nyaman menuju zona yang lebih nyaman aja kalau soal tidur.

Urusan tidur itu krusial buat kami. Kelas losmen sebenarnya sudah nyaman bagi saya. Tapi itu dulu… Itu jaman ketika uang sejuta dua juta saja sudah terasa besar. Sekarang ini uang segitu masih terasa besar juga sih tapi kami sudah lebih sering dapatnya. Sekarang saya harus keluar dari zona nyaman yang dulu menuju zona yang lebih nyaman. Artinya sebisa-bisanya kami cari hotel standar bintang 3 dan merupakan hotel jaringan. Artinya fasilitas kamarnya biasanya standard. Kalau kasur ya empuk dan bukan kelas matras olahraga Yudo. Kamar mandi bersih dengan shower air panas. Handuk ada empat, dua yang besar dan dua yang kecil. Pemasak air dan kopi teh sasetan tersedia. Pokoknya yang semacam itulah… 😀

Ada banyak tempat rekreasi di Kendal. Ada pantai, air terjun, kolam air panas, resto makanan enak, dll. Saya tahu karena saya buka internet dan juga dapat buklet tentang wisata Kendal. Tapi tempatnya jauh dari hotel Sae Inn di mana kami menginap. Apakah kami mendatangi tempat-tempat tersebut? Setelah menimbang-nimbang akhirnya kami putuskan untuk rekreasi makan ikan bakar saja di Aldila Resto yang tidak jauh dari hotel. Kami pesan ikan bakar dan ikan goreng dan setelah dihidangkan kami jadi kecewa. Ukuran ikannya hanya 2 ons sehingga terasa seperti camikan saja. Kami terbiasa makan ikan ukuran besar di Balikpapan dan Makassar sehingga ikan ukuran 2 ons itu seperti ukuran orang tirakat saja rasanya. 😀
Malamnya kami isi dengan jalan-jalan ke pusat keramaian kota yang ternyata hanya ramai oleh kencangnya kendaraan yang lewat menuju Semarang. 😊 Setelah capek jalan kaki kesana kemari dan menyerap saripati suasana Kota Kendal kami pun kembali ke hotel. Kami tidak langsung masuk kamar tapi nongkrong dulu duduk-duduk sambil menyesap es kopi yang sungguh nikmat di Magical Cafe. Hanya kami berdua yang mengisi cafe sehingga rasanya seperti kami membooking cafe ini sepenuhnya. What a lovely night…! 😊 Hidup ini memang indah jika kita berada di tempat dan situasi yang tepat. Ada yang bilang, “Life is not fair.” dan saya jawab, “It’s because you’re in the wrong place, Dude.” Seandainya saya Alfian mungkin saya akan menulis sebuah lagu romantis “Semalam di Kendal” atau “Di Kendal Aku Padamu, Beibeh!”

Seperti yang saya duga, Kendall Jenner ternyata bukan kelahiran Kendal. Bahkan orang-orang yang saya tanyai juga tidak tahu siapa arek ayu ini. Bahkan mereka berani bersumpah segala. Ya, sudah. Mosok harus saya suruh sumpah pocong segala. 😏 Akhirnya misteri kenapa ada anaknya Pak Jenner yang bernama Kendall tetap tidak terpecahkan. Apakah jika anaknya Pak Jenner ini lahir di Bangil atau Bantul maka akan dinamai Bangill Jenner dan Bantull Jenner itu juga masih spekulasi. Yang sudah jelas adalah bahwa Pak Jenner, bapaknya Kendall Jenner yang dulunya seorang atlet Olimpiade Decathlon dan lahir dengan nama William Bruce Jenner, ini sekarang sudah resmi jadi perempuan dengan nama baru Caitlyn Marie Jenner. Mumet toh kowe…?! 😀

Sekian dulu. Pagi ini saya harus melanjutkan perjalanan ke kota kedua, yaitu Brebes.

Kendal, 11 September 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *