Agustus 20, 2022

9 thoughts on “SMAN 5 SURABAYA : MENJADI SEKOLAH TERBAIK DI INDONESIA (Part 5)

  1. Salam,

    Saya adalah salah seorang alumni SMA 5 Surabaya yang baru lulus. Sejak beberapa hari yang lalu mendengar berbagai kabar tentang perubahan yang sedang digagas di sana, dan ikut was-was dengan yang akan terjadi. Saya menanyakan nama ‘konsultannya Bu Widi’ kepada adik kelas, dan sampailah saya ke blog ini.

    Satu hal yang saya ingin ingatkan adalah, selain mengajak bekerja sama dengan berbagai pihak profesional, jangan lupa melibatkan siswa. Selama ini–yang saya rasa–kami terlalu terbiasa ‘berjalan sendiri’ dengan dukungan minim dari sekolah. Kami juga memiliki nilai dan budaya sendiri yang sangat mungkin dipahami dengan cara berbeda oleh pihak guru.

    Tapi saya optimis. Dan juga iri (coba kalau perubahan positif begini digagas saat saya masih berada di sana!). Senang sekali bahwa nilai UN–yang belakangan sering sekali dipermasalahkan oleh pihak diknas, dan ditekankan kepada SMA 5–tidak akan dijadikan fokus utama yang dikejar-kejar hingga mengorbankan aspek lain yang lebih penting.

    Sekalian bertanya juga, apakah Bapak sudah sempat bertemu dengan siswa?

  2. Siswa adalah elemen paling penting dan merupakan fokus utama dari misi ini. Tanpa keterlibatan siswa dalam perubahan ini maka jelas tidak mungkin dan juga tidak ada gunanya.
    Ya, saya sudah bertemu berkali-kali dengan siswa dan juga dengan OSIS dan akan terus berupaya untuk bertemu secara rutin dengan mereka. Merekalah fokus utama saya. 🙂

  3. Assalamualaikum Pak,

    Sama seperti senior saya di atas, saya juga alumni, beberpa waktu lalu kita pernah bertemu, saat saya mengajukan sebuah buku kepada Ibu Widi.

    Sebelumnya saya berterima kasih pak atas ide-ide dan gebrakan yang digagas di Smala, programnya didasari dari pemikiran yang luas, terutama masalah UN yang tidak bisa menjadi standard, hal ini juga sama seperti yang dirasakan siswa-siswa smala sendiri

    Menyambung senior saya di atas tentang keterlibatan siswa. Saya ingin menambahkan, dalam pertemuan dengan siswa penting dicapai kesamaan persepsi dengan tuntas, kalau yang pernh saya amati, terkadang program kurang bisa jalan secara efektif, karena ada perbedaan persepsi yang akhirnya berujung ke perbedaan kepentingan dan tidak satunya visi.

    Seperti yang dikatakan senior saya diatas, para siswa punya nilai dan budaya sendiri, yang sebenarnya, bisa menjadi potensi untuk mewujudkan visi “Sekolah Terbaik di Indonesia”. Tinggal bagaimana caranya menyamakan persepsi. Di kalangan siswa juga punya cara yang mungkin perlu untuk didengar. Di kalangan siswa juga ada pemikiran yang mungkin bisa menghambat program yang sudah dicanangkan. Karena itu, motor2 dikalangan siswa (dalam hal ini bisa OSIS MPK dll) perlu digandeng dalam membentuk karakter siswa yang dapat menjadi komponen kesuksesan visi sekolah.

    Mungkin juga perlu analisis kondisi keadaan siswa sekarang terkait program-program yang akan dicanangkan, bagaimana mereka memahami program ini, potensi, atau juga hambatan di kalangan siswa. Sehingga program-program ini menjadi program yang kontekstual, kalau bapak di tulisan atas mengambil referensi dari berbagai literatur, maka itu baiknya dijadikan program yang sesuai dengan konteks keSMALANEan, tanpa harus ragu kalu memang perlu mengadakan perubahan.

    Kesimpulannya, dalam menjalankan perubahan-perubahan ini, harus memasukkan komponen penting di dalamnya : pemahaman terhadap realitas yang terjadi di kalangan siswa.

    Smala punya potensi bagus dalam ke-aktivis-an siswa-siswanya lo Pak, Teman-teman aktivis di kalangan siswa insyaallah siap membantu.

    Sekian, mohon maaf dan terima kasih

  4. Assalamu’alaikum wr.wb.

    Saya siswi SMAN 5 Surabaya. Seperti yang kita ketahui bersama banyak program baru yang ada di SMA 5 ini. Menurut saya, memang program tersebut memiliki esensi yang luar biasa agar dapat tercapainya Best School in Indonesia tetapi mengapa tidak difokuskan satu-satu terlebih dahulu pak? Seperti pepatah jawa “alon-alon asal kelakon”. Jadi lebih baik program-program baru dipilah mana yang lebih diutamakan terlebih dahul. Setelah itu bila berhasil baru menambah program lainnya. Agar tujuan yang ingin dicapai itu jelas, pak.
    Jadi dibutuhkan proses yang matang untuk menjadi yang terbaik daripada proses singkat yang tak terarah belum tentu menuai hasil yang maksimal. Intinya harus dipikirkan matang-matang dulu dan satu hal yang paling penting adalah keserasian antara pihak sekolah dan juga pihak siswa. Hal tersebut sangat dibutuhkan karena siswa nanti yang mendapat kebijakan tersebut dan siswa yang akan menjalankan kebijakan tersebut. Bukankah begitu pak?
    Kita semua harus bermusyawarah terlebih dahulu, sekolah dan siswanya. Karena sebenarnya menjadi Best School in Indonesia itu tujuan bersama kan pak?

    Terimakasih atas perhatiannya dan mohon maaf bila ada yang kurang berkenan
    Wassalamu’alaikum wr.wb

  5. Assalamu’alaikum wr.wb.

    Saya siswi SMAN 5 Surabaya. Seperti yang kita ketahui bersama banyak program baru yang ada di SMA 5 ini. Menurut saya, memang program tersebut memiliki esensi yang luar biasa agar dapat tercapainya Best School in Indonesia tetapi mengapa tidak difokuskan satu-satu terlebih dahulu pak? Seperti pepatah jawa “alon-alon asal kelakon”. Jadi lebih baik program-program baru dipilah mana yang lebih diutamakan terlebih dahul. Setelah itu bila berhasil baru menambah program lainnya. Agar tujuan yang ingin dicapai itu jelas, pak.
    Jadi dibutuhkan proses yang matang untuk menjadi yang terbaik daripada proses singkat yang tak terarah belum tentu menuai hasil yang maksimal. Intinya harus dipikirkan matang-matang dulu dan satu hal yang paling penting adalah keserasian antara pihak sekolah dan juga pihak siswa. Hal tersebut sangat dibutuhkan karena siswa nanti yang mendapat kebijakan tersebut dan siswa yang akan menjalankan kebijakan tersebut. Bukankah begitu pak?
    Kita semua harus bermusyawarah terlebih dahulu, sekolah dan siswanya. Karena sebenarnya menjadi Best School in Indonesia itu tujuan bersama kan pak?

    Terimakasih atas perhatiannya dan mohon maaf bila ada yang kurang berkenan
    Wassalamu’alaikum wr.wb

  6. Assalamualaikum, wr.wb.

    Pak, saya salah satu murid yang ada di SMAN 5 Surabaya ini juga, seperti kata beberapa senior saya dan teman saya, benar pak, semua itu butuh KETERLIBATAN SISWA, tetapi yang saya rasakan sekarang kami sebagai siswa seperti tidak dianggap pak dalam menentukan kebijakan – kebijakan atau perubahan yang ada.

    Dan perubahan – perubahan ini, jujur banyak, dan kami bingung, karena terkesan terlalu terburu – buru dan dalam satu waktu terlihat banyak perubahan yang ada, kami tahu ini semua untuk mewujudkan sekolah kami “The Best School in Indonesia” tetapi pak kami mohon, tolong kalau membuat perubahan atau kebijakan baru pertimbangkanlah aspirasi dan pendapat kami, pak, karena seperti yang dikatakan di atas, butuh satu visi dan persepsi, tapi apabila pendapat dan aspirasi kami tidak dianggap, apakah bisa satu visi dan persepsi?? Tidak, pak.. Jadi, tolonglah pak kalau membuat perubahan / kebijakan baru tolong ikut sertakan dan pertimbangkan aspirasi dan pendapat kami.

    Sekian dan terima kasih, mohon maaf bila ada salah kata.

  7. saya alumni sman 5 tahun 2008.. saya telah membaca 5 part mengenai almamater saya ini. sebenarnya saya cukup setuju dengan perubahan asal mempunyai dasar yang kuat dan mengarah kepada yang lebih baik..

    saya berusaha bersikap netral, karena saya tidak tahu permasalahannya.

    untuk pak satria, saya titip saja untuk memberikan yang terbaik untuk almamater ini, dan untuk adik2, kita harus mengerti tradisi dan sejarah, jika tradisi itu baik dan masih cocok dengan saat ini, pertahankan! namun apabila tradisi itu sudah tidak ada maknanya dan menghambat, tinggalkan. jangan takut dengan perubahan.

  8. Untuk para siswa yang menginginkan keterlibatan dirinya atau pun dialog maka saya menyediakan waktu untuk ketemu kapan saja. Anda bisa menghubungi saya melalui email saya di satriadharma2002@yahoo.com atau di HP saya 0811545430 Tidak perlu harus ketemu di sekolah tapi bisa di mana saja kalian merasa comfortable.
    Saya menunggu undangan kalian.

    Salam

  9. Bismillah,
    one word sir,
    “inspirative”
    perkenalkan bang, (mohon izin saya menggunakan “bang”)
    saya salah satu jebolan “Kawah Candra Dimuka” sekloah satu ini, cukup mengapresiasi program dan langkah serta harapan yang saudara usung.

    yang kami harap, bukan apa2, melainkan SMAN 5 yang jauh lebih baik dan bermartabat. Sedangkan alangkah lebih baik juga jika sejak dini, karakter “Leadership” juga diinjeksi dalam mindset siswa, mengingat negeri ini khususnya sedang krisis kader pemimpin.

    sekali lagi, yang kami harap adalah lahirnya Soekarno – Soekarno dari bangku sekolah ini, munculnya karya semacam “Capita Selecta” dari masjid “cahaya”. mohon dukungannya bang, semoga jalan menuju transformasi kosntruktif ini dimudahkan oleh Allah ‘azza wa jalla.

    karena Smalane, Suci dalam Pikiran, Tepat dalam Tindakan, Benar jika Berkata, dapat DIPERCAYA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.