Kalau beberapa hari yang lalu saya traveling ndek-ndekan sekarang nyebrang benua. Bagi orang yang kuliahnya di jurusan Bahasa Inggris dan jadi guru Bahasa Inggris puluhan tahun maka traveling ke Inggris ini rasanya agak-agak spiritualistik. Kira-kira sama dengan orang yang belajar di jurusan Agama Islam lalu pergi ke Arab Saudi. Semacam mendatangi sumber belajar begitulah… 😂
Di Cengkareng konter Qatar Airways baru buka jam 21:30. Tapi kami antri paling depan sehingga begitu buka kami langsung dilayani pertama. Meski demikian kami tetap harus menunggu di ruang tunggu 1 B yang jauh dan butuh 12 menit berjalan. Kami menunggu keberangkatan selama 3 jam. Meski sudah tengah malam saya sudah kehilangan rasa kantuk saya. Jam 23:50 kami baru naik ke pesawat dan sejam kemudian kami baru take off.
Pesawat Qatar airways yang kami tumpangi dari Jakarta ke Doha terbang selama 8 jam 30 menit. Kami mendarat di bandara Doha pada jam 4:40 lokal. Ada perbedaan waktu 4 jam antara Jakarta dan Doha. Jadi di Jakarta sudah jam 08:00 di Doha jadi mundur dan jadi masih jam 04:00. Kami transit selama 2 jam di Hamad Airport Doha sebelum berangkat lagi ke London. Perjalanan dari Hamad Airport Doha ke London waktunya adalah 7 jam 15 menit. Jadi kami berada di pesawat lebih dari 15 jam. Sungguh melelahkan. Kami turun di Gatwick Airport meskipun sedikit lebih jauh dari pusat kota dibandingkan Heathrow. Kami tiba di Bandara Gatwick, London, pada jam 15:40 tapi karena waktu di London mundur 2 jam dari Doha maka arloji harus saya sesuaikan lagi menjadi jam 13:40 tanggal 2 Oktober.
Gatwick menawarkan pilihan transportasi yang efisien dan terhubung dengan baik, menjadikannya pilihan populer. London Gatwick, juga dikenal sebagai Bandara Gatwick, adalah bandara internasional sekunder yang melayani London, ibu kota Inggris dan Britania Raya. Terletak dekat Crawley, Sussex Barat, Inggris 47,5 mil selatan Pusat London. Ini adalah bandara kedua terbesar setelah Heathrow dari enam bandara internasional dalam sistem bandara London. London memiliki enam bandara utama: London City, London Gatwick, London Heathrow, London Luton, London Stansted dan London Southend.
Kami beruntung turun di Gatwick bukan di Heathrow karena tidak terlalu padat. Petugas imigrasi banyak dan pelayanannya cepat. Yang very surprising adalah petugas bea cukai yang katanya akan menyortir apa barang-barang yang kami bawa dari Surabaya dan biasanya sangat ketat ternyata tidak ada. Jadi kami melenggang begitu saja dengan koper-koper raksasa kami. Sama sekali tidak ada pemeriksaan. Sayang sekali…! Soalnya kami terpaksa meninggalkan makanan-makanan siapa saji yang telah kami beli seperti rendang, abon, ikan tuna, dll karena ditakut-takuti bakal disita. Batal deh makan rendang di London. 😁
Kami langsung dijemput bis menuju ke hotel yang ternyata cukup jauh dan sebenarnya lebih dekat dari Heathrow. Dan selanjutnya free time. Para peserta tour langsung pada berangkat jalan sedangkan saya memilih istirahat. Balungan tuwo harus lebih menahan diri ketimbang balungan nom. 😁
Ada yang bertanya United Kingdom vs Great Britain apa sih bedanya?
Britania Raya (Great Britain), yang populer disingkat Inggris, adalah negara berdaulat yang tersebar di banyak pulau di pesisir barat laut Eropa. Terdiri dari negara-negara Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara.
Britania Raya adalah pulau besar tempat sebagian besar wilayah Inggris, Skotlandia, dan Wales berada. Secara geografis terletak di sebelah timur pulau kecil Irlandia, yang terdiri dari Irlandia Utara dan negara merdeka terpisah yang dikenal sebagai Republik Irlandia.
Dalam bahasa teknis, United Kingdom adalah istilah politik, sedangkan Great Britain (Britania Raya) adalah istilah geografis. Namun, kedua istilah ini sangat tumpang tindih dalam penggunaan populer. Khususnya, istilah United Kingdom populer digunakan sebagai sinonim dari Britania Raya, yang berarti termasuk Irlandia Utara.
Great Britain (Britania Raya), yang secara resmi dikenal sebagai United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland (Kerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia Utara) adalah sebuah negara yang terletak di lepas pantai barat laut daratan Eropa. Britania Raya adalah negara berdaulat yang terbentuk sebagai kesatuan politik antara negara-negara Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara. Negara-negara ini, meskipun mempunyai pemerintahan lokal dan otonomi sendiri, tidak dianggap sebagai negara berdaulat. Artinya pemerintah Skotlandia atau pun Wales tidak dapat menegosiasikan perjanjian internasional atau menyatakan perang.
Kalau menyebut The British Empire (Kerajaan Inggris) maka itu mengacu pada negara-negara yang telah ‘diakuisisi’ (tepatnya pernah dijajah) oleh Inggris dengan berbagai cara. Negara-negara seperti India, Pakistan, Bangladesh, Myanmar (kemudian dikenal sebagai Burma), Australia, Selandia Baru, Kanada, Afrika Selatan dan masih banyak lagi. Britania Raya mengacu pada Inggris, Wales, Skotlandia, dan Irlandia Utara.
Lha yang disebut sebagai British English itu apa dong…?!
Bahasa Inggris British (singkatan: BrE, en-GB, dan BE)[3] adalah kumpulan ragam bahasa Inggris asli orang UK. Secara lebih sempit, kata ini dapat merujuk secara khusus pada bahasa Inggris di Inggris, atau, lebih luas lagi, pada dialek kolektif bahasa Inggris di seluruh Kepulauan Inggris yang diambil sebagai satu ragam payung, misalnya juga menggabungkan bahasa Inggris Skotlandia, bahasa Inggris Welsh, dan bahasa Inggris Irlandia Utara.
Apakah setelah dijelaskan begini Anda semakin paham atau semakin pusing? Jangankan Anda, lha wong saya yang menjelaskan saja ngelu kok. Nanti kalau sudah hilang pusingnya baru dibaca-baca lagi biar paham. 😁
London, 2 Oktober 2024
Satria Dharma
