Selasa, 23 Juli 2019
Just another WordPress site
PUISI UNTUK DE’CITI

Untuk De’Citi

yang sedang terjepit ekonomi dan mau bunuh diri.
Mari kita duduk-duduk dulu dan bicara soal BBM ini.
Toh BBM baru akan naik tanggal 1 nanti.
Kok kamu sudah mau bunuh diri kini.

Mari saya jelaskan soal BBM.
Mungkin akan panjang. Terlalu panjang…
Tapi untuk dapat BBM itu memang prosesnya panjaaaang…!
Bukan sekedar ambil dengan mengeduk di sumurnya Kang Paijo.
Atau tinggal ambil dari kompornya Mak Painem
Seperti yang mungkin kamu kira

De’Citi
BBM sebenarnya adalah barang mewah. BBM bukanlah barang biasa.

BBM adalah barang mahal, dimana negara dan perusahaan multinasional menghabiskan beratus juta dollar di muka.

Untuk biaya penemuan lokasi, biaya eksplorasi, biaya refinery, biaya itu dan ini. Belum lagi yang dikorupsi

BBM itu mahal De’ Citi…!

Dan Indonesia, bukanlah negara di mana rakyatnya berdiri di atas timbunan emas hitam semacam Arab Saudi ataupun Brunei.
Ya, BBM adalah barang mewah. Coba simak perbandingan harga BBM ini.

 

Negara         Harga Solar            Harga Premium
Indonesia   Rp 4.500 per liter    Rp 4.500  per liter

Malaysia     Ron95 : 1,90 RM per liter (RP 5.700,-)

Vietnam      Rp 7.049 per liter    Rp 7.759  per liter

India          Rp 6.691 per liter     Rp 9.103  per liter

Thailand     35,14 Baht per liter (Rp 10.149,13)

Filipina       Rp 6.590 per liter     Rp 8.451  per liter

Singapura  : S$ 2,017 per liter (Rp 13.987,91)

Di negara lain.

-Norwegia 13.58 Norwegian Krone (Rp 21.420)

– Jerman 1.47 euro per liter (Rp 18.049,2)

 

http://www.tempo.co/read/news/2011/03/08/090318488/Perbandingan-Harga-Bahan-Bakar-Minyak-di-Dunia

– China, socialist country: US$ 1,1 per liter

– Russia, greatest energy producer in the world now: US$ 0,65-0,7 per liter

– All east Europe country yg katanya socialist country, sdh~US$ 1 per liter

– US, yg perusahaan Minyaknya paling besar dunia & untung terus: US$ 1-1,1 per liter

Baca juga:  BENDERANYA RASULULLAH? YANG BENAR AJA...!

http://www.kshitij.com/research/petrol.shtml
Di mana-mana BBM itu mahal De’Citi

Kecuali di negara yang berdiri di atas timbunan minyak macam Brunei dan Saudi

Di sini murah karena subsidi

Walau mungkin kau tak mengerti

 

De’Citi,
Di bagian dunia lain, BBM dihargai laksana emas.

Jika harga BBM melonjak, maka rakyatnya mendisiplinkan diri

untuk mengurangi konsumsi.

Berbeda dengan negeri ini,

Meski harga BBM melonjak tinggi rakyat ingin tetap disubsidi

 

Jika harga BBM naik, De’Citi,

Departemen Keuangan Indonesia sibuk mengasumsi,

menambah, mengurangi, surplus dan defisit anggaran dikalkulasi-

karena untuk kenaikan setiap dollar maka bertambah pula subsidi

Padahal semestinya subsidi itu lari ke hal yang lebih esensi.

Subsidi BBM itu seperti narkoba De’Citi.
Ia menimbulkan kecanduan.
Kalau sudah kecanduan pecandunya tidak bisa membayangkan hidup tanpa narkoba lagi. Pecandu narkoba tidak bisa membayangkan dirinya hidup tanpa narkoba.

Perokok tak bisa membayangkan dirinya hidup tanpa rokok.

Rakyat Indonesia tak bisa membayangkan hidup mereka tanpa BBM.

Sebenernya De’Citi, Subsidi BBM dan defisit anggaran dibiayai dari pinjaman luar negeri. Pinjaman luar negeri ini juga sumber kecanduan, seperti subsidi.

Pemerintah terjebak pada ketergantungan pinjaman luar negeri.

Dan kita pinjam sana pinjam sini untuk menutup subsidi.

Di’Citi

Di jaman Orde Baru,

subsidi BBM itu bukan hanya dinikmati oleh rakyat sepertimu.

Jika kita pernah baca seperti apa isi perusahaan yang bernama Pertamina dulu.

Sarangnya tikus, burung pemakan bangkai, kelelawar pengisapdarah dan para zombie.

Pada jaman itu keluarga penguasa dan para kroni menyusu pada Pertamina,

menuai riba, melejitkan ongkos produksi,

yang kemudian ditambahkan pada harga akhir BBM sebelum disubsidi.

(Untungnya Pertamina sekarang sudah berubah, walau belum semua)

De’Citi,
Harga BBM yang murah menyuburkan penyelundupan.

Baca juga:  TOO BIG TOO FAIL

Kapal2 nelayan berlayar ke laut bukan sekedar untuk menjaring ikan,

Tapi mengangkut berpuluh beratus drum penuh minyak solar ke lautan

untuk dijual kepada penadah gelap tanpa ketahuan.

Ratusan milyar setiap tahunnya negara dirugikan.

Karena sudah sekian lama harga BBM disubsidi,

dan BBM seharusnya barang mewah jadi tak dimengerti

Rakyat kecanduan ingin disubsidi tanpa henti

Generasi muda dan mahasiswanya menjadi tidak kreatif untuk menemukan alternatif

Atas nama kepedulian terhadap rakyat – setiap hari terlibat dalam demo protes.

Agar terus dapat subsidi.
Bandingkanlah dengan prilaku di negeri dimana BBM tidak disubsidi.

Rakyatnya menjadi terdorong untuk mencari alternatif lain sumber energi lain.

Di Amerika Serikat, dimana harga BBM berlipat berkali-kali t

Alternatif  sumber energi dicari
Alternatif diupayakan, ditemukan, dan dipatenkan oleh rakyatnya sebagai sumber energi,

seperti biodiesel, ethanol, hydrogen, methanol, natural gas (CNC, LNG), propane (LPG), P-series (pentanes plus) dan tenaga matahari  atau yang disebut solar energy)

Karena harga BBM disubsidi de’Citi,

pemerintah dan pengusaha juga tidak terasah dalam efisiensi
Sementara di bidang industri, pelaku minta proteksi

Karena harga BBM disubsidi, maka sepeda dijauhi,

Dan motor terus dibeli

Padahal di negara maju sepeda adalah alat transportasi

Dan bukan untuk sekedar gengsi

Soal industri Indonesia kalah jauh dari Singapore, De’Citi

negara pulau yang harga BBMnya berlipat tinggi

Tapi mampu menjadi negara industri dengan Income Percapita tinggi berlipat belasan kali

Rakyat Indonesia itu seperti bayi yang tak pernah mau disapih

Masih juga ingin minum susu meski telah puluhan tahun berdiri

Karena takut tumbuh gigi.

Bicara soal kemiskinan, De’Citi

Ia ada di segala penjuru meski di negara paling sejahtera

Di tanah air ini kemiskinan dibawa oleh media – TV, koran ke ruang tamu di Indonesia, diteriakkan oleh mahasiswa dan politikus saat menyerang lawan atau mengumbar janji; berdampingan dengan kevulgaran dari telenovela dan segala kisah
tentang orang kaya dan iklan2 yang memanjakan gaya hidup hedonis dan mewah.

Baca juga:  THE SPRING TIME OF LITERACY

Bayangkan De’Citi, harga tas Hermes ratusan juta sebiji

Tapi demi gengsi tetap dicari oleh para wanita fashionista dan selebriti.

Dan politisi umbar janji

Bahwa menolong rakyat miskin tak ada cara lain lagi
Selain menyuapkan BBM bersubsidi
Dan rakyat percaya bahwa kecanduan itu baik-baik saja
dan perlu terus dipelihara sebab sudah tak ada lain cara,

Rakyat tak bisa hidup tanpa BBM bersubsidi.

Pemerintah tak bisa hidup tanpa pinjaman luar negeri.
seperti lingkaran setan tanpa henti.

 

De’Citi…

Kemana semua semangat juang yang pernah kita punyai?

Warisan para nenek moyang yang pernah kita miliki

Tak kenal gentar dan tak takut mati

Bedil dan meriam pu dihadapi

Kok sekarang  malah pingin bunuh diri karena tak lagi dapat BBM subsidi…?
Jangan ajarkan kerendahan dan kekerdilan jiwa macam ini

Katakan pada anak cucu bahwa kita adalah bangsa besar dan mandiri

Tak takut pada segala kesulitan dunia yang menghampiri

Karena kita punya Tuhan yang selalu menyayangi dan melindungi

 

De’Citi

Demi para pejuang yang telah berkorban untuk memerdekakan bangsa ini

Serta anak dan cucu yang akan mewarisi semua ini

Jangan engkau torehkan kepengecutan diri yang sungguh tak pantas ini.

Tegakkan diri dan teguhkan hati

Mari kita songsong semua masalah dengan percaya diri

Bersatu padu mengerahkan seluruh potensi

Menuju bangsa yang jaya mandiri…

 

Balikpapan, 24 Maret 2012

Salam
Satria Dharma
https://satriadharma.com/

0 tanggapan untuk “PUISI UNTUK DE’CITI”

  1. Arinetz berkata:

    …puisinya keren mas…ijin share boleh ndak?..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *