November 28, 2022

0 thoughts on “EPIFANI

  1. catatan ulang tahun ya pak? happy bday, always the great for you, health happy keep making people reading & kurangi bawelnya:D

  2. Pak Satria Dharma, saya sepertinya butuh belajar banyak dari blog ini. Saya minta ijin alamat blog pak Satria saya link ke blog saya. Terima kasih

  3. Hello, Ami! Guess what? I saw your face too. 🙂 Close to what I have imagined before. You’re as beautiful as your words! Your story about the May riots really touched me. If only I could do anything…
    Thanks for visiting!
    Salam
    Satria

  4. Hey Satria, thanks for visiting my home! He-he-he…. mine is so girlish, right? It’s pinky!!!!

    And the May riot is already the past. We as a nation must be able to learn and grow up. Thanks for your attention. And yupo, you could do a lot of things, of course. You are an educator! I put some hope in your hands…

  5. Epifani Bapak mirip dengan yang saya alami, kondisi keluarganya jauh lebih baik bapak. Dengan sepuluh anak orang tua kami yang tidak lulus SD dan hanya seorang petani kecil membesarkan kami. Kakak kami tertua dan yang kedua mengalah tidak melanjutkan sekolah sampai sarjana, mereka segera bekerja setelah lulus D1 IKIP hanya karena ingin membantu kedua orang tua sampai kami bertujuh lulus sarjana.
    Mengingat itu rasanya malu kalau mengeluh setiap kali menghadapi permasalahan. Kondisi seperti ini barangkali bukan hanya epifeni bagi saya tapi juga adik-adik saya sehingga sekarang alhamdulillah punya kehidupan dan karir yang cukup baik di tempat saya dan adik-adik bekerja.

  6. Salam kenal Pak..
    Sya baru mengawali karir di pendidikan, sya seorang guru SD…
    gni pak.. tiap kali saya merenung ttg pendidikan sya menemukan byk skli pertentangan, dari sistem, upah, dan seabreg maslah spt yg babapk tulis.. disini
    Saya yakin bapak lebih “pintar” dari saya
    Mohon saran bapak untuk saya yg bru masuk kedunia baru ini

  7. Mas Jatmiko,
    Katanya orang para jagoan itu terbentuk karena banyaknya tantangan dan masalah yang mereka hadapi. Jadi itu berarti Sampeyan punya bakat untuk jadi jagoan juga. 🙂 Tidak penting berapa banyak masalah yang kita hadapi tapi seberapa besar kita berusaha untuk menyelesaikannya.
    Selamat berjuang, Mas!
    Salam
    Satria

  8. Ass Wr, wb,
    Apakah Pak Satria Dharma ini kawan saya di Bontang tahun 1990 yang lalu. Mungkin masih ingat kala kita ke sangata naik ketinting.

    maaf kalau saya salah mengira

    Wassalam

    Moch. Djumari
    Ph. 0548556303

  9. Selama bergaul dengan anda di akhir 1980-an tak terlihat pada wajah anda seluruh apa yang anda tulis. Namun jelas, saya tahu kebesaran dan kemurahan hati anda kepada semua sahabat. Sejak 1995 saya pindah ke Lampung, dan semoga tulisan ini kembali menyambung tali silaturrahmi kita, Mas Adok……

  10. Pak Marghani yang dulu mengajar di Mojokerto? Apa kabar Pak? Saya kehilangan kontak dan telah berusaha untuk mencari berita tentang Anda. Senang sekali bisa berhubungan lagi. Apakah masih mengajar Pak? Cerita dong!

    Saya punya cerita yang sama dengan apa yang Anda sampaikan. Ketika bicara masa lalu dengan seorang teman yang insinyur lulusan ITS ia bilang bahwa ia merasa minder dengan masa lalunya yang penuh kekurangan. Dan sampai saat itu ia masih sering merasa minder berhadapan dengan orang-orang yang nampak kaya dan dari keluarga klas mengengah. Padahal ia sudah lepas dari kemiskinan!
    Ketika saya ceritakan masa lalu saya dan menyatakan hal yang sama ia merasa heran karena tidak melihat rasa minder tersebut pada diri saya. Ia melihat saya selalu percaya diri menghadapi siapa pun. 🙂 Jadi saya sampaikan bahwa dulu ketika remaja saya bahkan pernah gagap kalau berbicara pada orang-orang yang saya anggap jauh di atas saya karena merasa minder yang berlebihan. Miskin memang bisa membuat kita minder ketika berhadapan dengan orang-orang kaya. Saya butuh waktu dan latihan keras untuk bisa menghilangkan rasa minder tersebut. Kini saya bahkan sudah lupa seperti apa rasa minder saya dulu itu.
    Mungkin Anda dan teman saya itu mengenal saya ketika rasa minder itu sudah saya enyahkan jauh-jauh.:-)
    Salam
    Satria

  11. Salam kenal pak. Sungguh cerita yang sangat menyentuh. Ketika baca tulisan Bapak, saya pun kembali tersentak dengan masa lalu saya, dan lalu terbayang lah betapa kedua orang tua saya, berjuang luar biasa untuk kami, anak-anaknya. Terima kasih bisa bersilaturrahmi di blog ini. Izinkan saya untuk sering-sering mampir kesini ya Pak.

  12. Saya sangat terharu dengan ungkapan cerita yang sangat-sangat menyentuh perasaan, Pak Satriadharma Saya mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya, karena dari Pak Satria lah kini anak saya ketularan ilmu sedikit, terus terang Saya salut dan sangat bangga dengan Pak Satria, karena anak Saya tidak salah pilih belajar ilmu dari pakarnya seperti Pak Satria, trimakasih untuk Pak Satriadharma,sekali terima kasih, karena tgl 12 Desember 2009, anak saya BOB.RH.HKM akan di Wisuda katanya di Hotel BS. sekali lagi terima kasih untuk Pak Satriadharma.

  13. Saya murid bapak di sma tahun 1984/85 di sman di surabaya. bapak salah satu dari guru yang mampu menginspirasi dan menjadi suri tauladan bagi siswanya: 37 dari 41 siswanya di tahun itu akhirnya di terima di perguruan tinggi negeri terkemuka . padahal saat itu sekolah tsb baru meluluskan 2 angkatan. thank you mr. satria dharma

  14. Pak Satria Dharma,
    Saya begitu tersentuh membaca cerita Bapak. Hanya saja, ada sedikit yang membuat saya bertanya-tanya. Bapak mengatakan bahwa bapak Anda adalah seorang PNS. Pada cerita selanjutnya, Bapak mengatakan bahwa Beliau sering pergi bahkan dalam waktu lama. Lalu, bagaimana dengan pekerjaannya di Dikbud Prov. Jatim?

  15. Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    terima kasih bapak, atas ceritanya
    saya tahu alamat kontak bapak dari email bapak yang merespon email saya di klub guru.
    disana bapak menceritakan bahwa bapak salah satu alumni sman 7 surabaya. bapak juga seorang guru, jika boleh tahu bapak guru apa?
    terima kasih
    assalamu’alaikum

    1. Wa alaikum salam wr wb. Saya dulu guru bahasa Inggris Pak. Tapi saya juga pernah mengajar bahasa Indonesia untuk anak orang asing di sekolah internasional. Sekarang saya tidak mengajar lagi.

  16. Assalamu’alaikum pak Satria Dharma…

    Saya mengenal bapak di Teacher Writing Camp di UNJ Jkt. Senang bertemu dengan bapak. Apa yg bapak sampaikan dlm sesi ” Gerakan Literasi Bangsa” membuat saya tersentak dari tidur panjang.
    Sy seorang Guru Biologi di SMA Negeri di Jakarta, sangat prihatin dgn kemampuan literasi anak2 kita yg sangat rendah, terutama siswa di sklh sy sendiri

    Terimakasih atas pencerahan dari bapak… tulisan2 di blog bpk jg banyak memberi pencerahan pd saya …

    Salam pendidikan…

    Wassalam

  17. Ass. Wr. Wb Pak Satria…..

    Kisah masa lalu bapak hampir sama dengan yang pernah saya alami, hampir putus sekolah karna tak punya cukup biaya dan tak ingin membebani ibu tercinta namun beliau selalu berusaha agar saya dan kakak2 masih bisa melanjutkan pendidikan dalam kehidupan yang berat tersebut, sungguh luar biasa perjuangan beliau untuk bisa melewati masa suram itu….. ayah ? ya, beliau juga pahlawan yang hebat bagi saya… terkadang saya malu karna belum bisa memberikan yang terbaik untuk mereka……

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *