Agustus 20, 2022

0 thoughts on “BALIKPAPAN KOTA PELAJAR DAN CYBER CITY : SIAPA TAKUT?

  1. Wah setuju banget! Didukung…. sebagao anak balikpapan yang lagi belajar dalam bidang psikologi pendidikan….saya jadi ingin ikut berpartisipasi….Ditunggu pak….

  2. turut bahagia seandainya balikpapan bisa ‘cerdas’ seperti kota lainnya….dari dulu saya kagum dengan kota ini. kecil, bersih, lengkap…hehhe (sayang mahal ya barang2 konsumtif nya…)..
    mudah2an anak saya bisa ‘kerasan’ di sini…hehehe

    salam kenal mas

  3. Balikpapan sebagai kota pendidikan Vocational adalah suatu keniscayaan harusnya ….kalo mau pakai jalur cepat akhirnya perlu dipikirkan sebuah politeknik “negeri”…bagaimanapun yang bau “negeri” masih didamba di negara Ini ..di Kota Balikpapan …saya gak tau gimana model merger di bidang Pendidikan di negeri ini …tapi kalo menilik sejarah pembentukan beberapa PTN kondang semuanya berasal dari merger fakultas dan akademi swasta …sebagai contoh UGM misalnya ini gabungan fakultas dan akademi swasta di jogja dan Klaten….nah di Balikpapan UNIBA ditambah beberapa PTS lainnya (termasuk STIKOM he…he…he.. sorry bos ) bisa tuh jadi cikal bakal ITB….apalagi nanti fokius pada keunggulan komparatif daerah semacam Perminyakan dan gas, Pertambangan,Perkebunan dll….kalo gak ada PTN…maka terjadinya brain drain dari Balikpapan dan Kaltim umumnya bisa seperti saat ini………karena banyak orang Balikpapan yang sangat-sangat mampu untuk mengirimkan anaknya di PTN dan PTS di Jawa bahkan luar negeri …..so….ITB yang lain kayaknya perlu untuk modal menjawab tantangan seorang bambang Dibyo …wong Klebe’ngan yang kesasar dadi menteri…..he…he…he….

  4. nice artikel pak, smoga kelak warga Balikpapan menjadi warga no satu di kotanya sendiri, bukan seperti budak kayak di perusahaan2 minyak yang ada di Balikpapan

    salam

    dari warga asli Balikpapan yang tengah berjuang

  5. Pak Satria,

    niatnya saya tidak ingin berkomentar…tetapi saat melihat kolom ini koq secara otomatis ada nama saya, email saya dan blog saya…ya sudah saya hantam saja..:)

    salam kenal pak…saya praktisi IT yang tidak kenal teori..:)

    Membaca tulisan diatas, saya jadi ingat dengan rekan yang saya kenal saat training di Jakarta. Beliau perwakilan dari satu perusahaan tambang di Balikpapan. Dia sendiri bukan asli Balikpapan tetapi sudah lama di sana (asli Bandung).

    Dari cerita beliau yang saya dapatkan mengenai kondisi pendidikan sangatlah berbeda 180% sangat berbeda dengan harapan menjadikan kota Balikpapan sebagai kota pendidikan. Dimana masyarakat aslinya menomorduakan pendidikan dan juga pendatangnya juga sulit mencari sekolah tinggi selevel universitas yang bermutu.

    Tetapi Saya mendukung sekali seandainya Balikpapan menjadi kota Pendidikan.

    salam

  6. Terima kasih atas kunjungan dan dukungan semuanya. Tak ada yang mustahil jika kita semua ingin. Pertama-tama kita harus membentuk ide dan harapan tersebut dalam citra mental kita dulu. Semakin banyak orang yang ikut serta dalam pembentukan citra mental tersbut semakin yakin kita bahwa itu akan terwujud. The rest will be easier.
    Salam
    Satria

  7. Pak Satria,
    Ketika di Yogya, saya pernah mengikuti seminar bertajuk Yogya Kota Pelajar. Ada sebagian peserta yang skeptis terhadap seminar ini. “Lha wong yang kita lihat di Yogya hanya spanduk atau baliho tentang rokok khok, bukan spanduk dan baliho tentang pendidikan. Walhasil, Yogya bukan kota pelajar, tapi lebih tepat kalau disebut kota rokok. Demikian jugakah Kota Balikpapan? Untuk menjadi kota pelajar, tentu ada banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Keberadan STIKOM Pak Satria, misalnya, menjadi salah satunya. BTW, blog Pak Satria sangat bagus. Makasih. Desember ini saya monev ke Balikpapan. Suparlan

  8. Pak Parlan,
    Untuk jadi Kota Saiber memang masih jauh sekali. Tapi kalau kita sudah tetapkan tujuannya maka selanjutnya akan menjadi lebih mudah. Menurut saya yang paling penting adalah membuat masyarakat menjadi melek informasi dan mau mengakses internet. Untuk itu memang harus dimulai dengan komunitas IT dulu. Dari komunitas yang kecil kemudian semakin membesar sehingga menjadi ‘critical mass’ untuk suatu perubahan yang signifikan. Mohon doa dan dukungannya Pak!
    Salam
    Satria
    BTW, kalau ke Bpn hubungi saya ya Pak. Mungkin saya sedang tidak bertugas kemana-mana dan kita bisa ngobrol banyak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.