Selasa, 18 Januari 2022
Satria Dharma's Weblog
BERSABAR DAN BERSYUKUR

Seorang teman sesama pensiunan sambil bergurau mengatakan bahwa para pensiunan itu dibagi dalam dua kategori: yang BERSABAR dan yang BERSYUKUR.

Jika pensiunan tersebut mengisi masa pensiunannya dengan menyibukkan diri sepanjang waktu di masjid atau di gereja maka dia termasuk yang BERSABAR. Orang semacam ini merasa hidupnya akan segera berakhir tidak lama lagi oleh sebab itu dia harus mengisi sisa hidupnya dengan bertobat. Dia takut kalau-kalau akhir hidupnya dia malah tergelincir pada dosa dan kemaksiatan. Makanya dia memilih untuk BERSABAR menunggu ajalnya tiba dengan beribadah sebanyak-banyaknya agar nantinya dia tidak dijebloskan ke neraka.

Para pensiunan golongan ini biasanya kalau di WAG akan selalu mengirim tausiyah, sebar ayat-ayat, one day one hadist, doa-doa manjur harian, petuah populer, saran-saran untuk bertobat kepada sesama pensiunan, bahayanya melakukan kemaksiatan di usia tua, anjuran untuk berhati-hati dalam meniti kehidupan yang penuh dengan jebakan dosa dan kemaksiatan, perhatikan apa yang kau masukkan dalam mulutmu jangan sampai terikut yang haram dan riba meski hanya sesuap kecil, dan sejenisnya. Pokoknya teman di WAG-nya akan diingatkan terus dengan malaikat maut yang katanya sudah mengintai para pensiunan dari setiap sudut kalau-kalau mereka melakukan kemaksiatan KAPAN PUN.

Intinya jangan lagi lirak-lirik wanita cantik atau SPG bahenol yang berkeliaran di mal-mal. Sudahlah…! Wis tuwek kok malah petakilan. 😎Perbanyak bertobat dan berdzikir di masjid. Tak usah berharap dapat janda muda di masa pensiun karena toh uang pensiunmu hanya cukup untuk makan sehari-hari. BERSABARLAH menantikan malaikat elmaut yang sudah mengincarmu dan bisa datang setiap saat. Kalau mau janda muda bahenol ya nanti saja kalau sudah di sorga. Mau minta berapa pun Insyaallah tersedia. BERSABARLAH…! 🙏😎

Baca juga:  EVERYTHING IS YOURS BUT YOU ARE MINE

Tipe kedua adalah yang BERSYUKUR. Artinya mereka adalah para pensiunan yang ingin menikmati masa-masa pensiunannya dengan melakukan hal-hal yang dulunya tidak bisa mereka lakukan karena harus bekerja keras menghidupi keluarga. Sekarang mereka telah pensiun. Anak-anak sudah mandiri, waktu sangat berlimpah, dan uang pensiun bisa digunakan untuk bersenang-senang. Jadi mari kita nikmati sisa hidup ini senyampang masih sanggup menikmatinya.

Mereka lalu beli sepeda yang cukup mahal lalu ikut Klub Gowes. Biasanya ya Klub Gowes sesama pensiunan. Soalnya kalau ikut yang masih muda bisa diajak trek yang jauh dan berat. Mana kuat mereka. Kalau mereka mah nggenjot jangan lama-lama yang penting sesudahnya nongkrong di warung-warung dan nyoto dua mangkok. Setelah itu ngobrol dan ngakak bersama teman-teman sampek mules. Beberapa teman pensiunan saya masih kuat main tenis seminggu tiga kali. Gowes bareng Klub Gowes Lansia dan juga jalan pagi setiap hari. Kadang-kadang mereka reunian dengan teman-teman SD, SMP, SMA, kampus, dan berekreasi ke tempat-tempat wisata. Pokoknya hepi-hepilah…! 😁

Nah, kira-kira kalian termasuk pensiunan yang tipe apa? Kalau nanti kalian pensiun mau ngapain? 😎

Madigondo, 26 Desember 2021
Satria Dharma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *