Jumat, 17 September 2021
Satria Dharma's Weblog
DIBUTUHKAN BANYAK PAHLAWAN-PAHLAWAN BARU

Dr. Saud Anwar dan warga di sekitar komplek kediamannya dikejutkan oleh kedatangan pawai mobil yang melintas di depan rumahnya yang dengan gegap gempita membunyikan klakson mobil, di South Windsor, Connecticut, Amerika Serikat (11/4).

Sebagian dari peserta pawai juga membawa kertas tulisan yang bertuliskan, “Dr Saud Anwar, kepahlawananmu menginspirasi kami,” “Terima kasih,” “Terima kasih atas kepahlawanan Anda,” dan lain sebagainya.

Orang-orang di dalam mobil terlihat bertepuk tangan dan melambaikan tangan ketika melihat Dr Anwar di depan rumahnya. Dr Anwar kemudian membalas lambaian tangan mereka. Beberapa dari mereka juga memberikan isyarat ciuman dari jarak jauh kepadanya.

Dr Anwar di akun Facebook-nya menulis, “Terima kasih atas semua orang yang datang dengan kejutannya pada hari ini. Saya benar-benar terharu dan dipenuhi dengan cinta atas yang kalian semua tunjukkan. Saya merasa diberkahi untuk menjadi bagian dari komunitas dan juga bekerja dengan para petugas kesehatan terbaik yang saya cintai dan hormati.”

Dr Anwar adalah seorang dokter di Amerika Serikat keturunan Pakistan. Dia adalah Ketua Departemen Penyakit Dalam Jaringan Kesehatan Connecticut Timur. Dia telah menemukan inovasi dan terobosan di tengah serba langkanya perlengkapan medis.

Dia membuat sambungan khusus agar alat bantu pernapasan yang tadinya hanya bisa digunakan oleh satu orang penderita, kini bisa digunakan oleh tujuh orang sekaligus. Hal ini lah yang kemudian membuatnya begitu dihormati dan dicintai warga sampai-sampai mereka melakukan pawai ke depan rumahnya.

Dr. Saud Anwar, adalah seorang pahlawan baru dunia. Beliau adalah Pahlawan Virus Corona di Amerika Serikat.

Hari-hari saat ini adalah hari-hari ketika para pahlawan dilahirkan karena saat ini adalah saat dunia menghadapi masa tersuramnya karena serangan wabah viruscorona ini. Dunia sangat membutuhkan pahlawan-pahlawan baru. Mereka yang mencurahkan segala potensi dirinya untuk menjadi manfaat dan berkah bagi orang lain akan jelas menjadi pahlawan bagi kemanusiaan. Tentu saja di saat normal pun mereka adalah pahlawan tapi memang di saat-saat seperti inilah tindakan kepahlawanan tersebut lebih dibutuhkan. Sekarang adalah a time in need bagi siapa saja yang membutuhkan pertolongan dan siapa pun yang membantu, menolong, mencurahkan tenaga, pikiran, harta, kekuatan, kekuasaannya akan menjadi pahlawan. Dokter dan tenaga medis yang membantu pasien agar sembuh memang sebuah hal yang biasa. Memang itu pekerjaan mereka. Tapi dokter dan tenaga medis yang mempertaruhkan jiwanya demi merawat dan menyembuhkan pasien Covid 19 saat ini adalah bak pahlawan. Mereka adalah sinar dalam kegelapan yang memberi kita harapan akan hari esok yang lebih cerah.

Baca juga:  Metoda Permainan dalam Pembelajaran Matematika SD

Kita semua bisa menjadi pahlawan dalam skala yang lebih kecil dengan apa yang kita miliki. Kalau kita bisa menolong satu atau dua keluarga miskin di saat seperti ini maka hal yang sudah sewajarnya tersebut akan menjadi menonjol karena kita melakukannya in time of need. Mereka yang punya harta berlebih membantu dengan hartanya, yang punya tenaga berlebih membantu dengan tenaganya, yang punya ide-ide dan pemikiran membantu dengan ide dan pemikirannya. Kita bahkan bisa membantu sesama dengan memberi mereka semangat, harapan, penghiburan, kegembiraan, empati, rasa kasih dan sayang, walau hanya melalui apa yang kita tuliskan.

Tapi jika kita tergerak untuk mencacimaki, meneriakkan kemarahan dan kebencian, menghujat, merendahkan dan menghina, dan sikap negative semacamnya maka sebaiknya kita tahan. Kita bahkan bisa membantu dunia dengan tidak melakukan itu semua. Ingatlah bahwa virus kebencian dan fitnah itu jauh lebih menular dan berbahaya ketimbang viruscorona. Jangan sampai malah kita yang menjadi carrier dan pusat penularannya.

Sebuah masker harganya sekitar lima ribuan. Kalau kita punya uang seratus ribu kita bisa membeli 20 buah masker yang bisa kita bagi-bagikan pada tetangga-tetangga atau siapa saja yang membutuhkannya. Kalau mau lebih hemat maka uang seratus ribu tersebut bisa kita belikan bahannya dan kita jahit sendiri. Mungkin lebih dari 20 lembar masker yang bisa kita bagikan. Ada 270 juta warga Indonesia dan jika 20% saja yang mungkin memerlukan masker maka itu juga sudah lebih dari 50 juta masker. Bahkan masker buatan tangan bisa bermanfaat bagi orang lain.

Bagikan kebaikan… bagikan kebaikan… dan jauhkan kebencian.

Surabaya, 15 April 2020

Salam
Satria Dharma
https://satriadharma.com

Baca juga:  SEDEKAH YG LUAR BIASA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *