Selasa, 25 Juni 2019
Just another WordPress site
TRAVELING TO MOROCCO, BAGIAN 1 : MENGAPA MAROKO?

Hari ini saya memulai agenda jalan-jalan saya ke Maroko. Kenapa mengadakan tur ke Maroko? Karena Maroko berada di Benua Afrika dan Benua Afrika adalah satu-satunya benua yang belum saya datangi. Saya sudah mendatangi Benua Asia, Amerika, Eropa, dan Australia. Jadi tinggal Benua Afrika yang belum. Ada satu benua lagi yang belum saya datangi sebenarnya, yaitu Benua Antartika. Tapi benua ini memang tidak berpenghuni dan hanya dihuni oleh beberapa ilmuwan yang mengadakan penelitian. Jadi tidak perlu dimasukkan dalam agenda jalan-jalan kecuali Anda mau mengadakan penelitian seberapa tahan Anda hidup di Benua Es. (eh, saya juga belum pernah ke Atlantis ding! Tapi berhubung Benua Atlantis itu gak jelas lokasinya jadi lupakan saja). Saya sudah bertekad bahwa saya harus mengunjungi Benua Afrika supaya program Jelajah Dunia saya lengkap, minimal semua benua sudah pernah saya datangi. Mumpung badan masih sehat, uang juga ada, waktu berlimpah, dan istri bisa menemani. Kurang apa lagi? 😄

Bukankah harga dollar sedang naik kok saya malah traveling yang jelas akan membutuhkan USD? Saya sebenarnya juga memikirkan hal ini. Tapi ternyata sponsor saya tidak keberatan dengan jumlah biaya yang harus kami keluarkan. Jadi kami go ahead saja. Murah dan mahal itu relatif, kata almarhumah mertua saya. Biar pun murah tapi kalau tidak punya uang ya percuma. Biar pun mahal tapi kalau kita bisa beli ya mengapa tidak? Saya setuju dengan beliau. 😊

Sebetulnya beberapa waktu yang lalu kami sudah mendaftar untuk ikut tur ke Afrika Selatan dan bahkan sudah bayar uang muka sebesar 10 juta. Tapi setelah membaca beberapa informasi tentang situasi kekeringan di Afsel yang parah maka saya batalkan dan ganti ke Maroko. Sebetulnya kami juga sudah beberapa kali daftar ikut tur ke Maroko via travel tapi berkali-kali gagal karena pesertanya tidak mencapai target minimal. Jadi saya pikir mending berangkat sendiri tanpa ikut travel. Toh Maroko tidak mensyaratkan adanya visa dan kita bisa langsung datang saja kesana. Kebetulan adik saya, Agung Sakti Pribadi dan istrinya Ririn, sudah pernah ke Maroko tanpa travel juga dan di Maroko dapat teman yang bisa membantu dengan travel lokal. Jadi setelah mencari waktu yang tepat, harga tiket yang murah, saya lalu menghubungi Mas Alvian di Maroko. Dia bersedia mencarikan travel lokal dengan biaya lebih murah ketimbang travel dari Indonesia. Kami lalu dikirimi penawaran tour selama 6 hari di lima kota di Maroko, yaitu Casablanca, Marrakech, Fez, dan Rabat, Ouarzazate, dan semalam menginap di Gurun Sahara dengan biaya yang menurut kami cukup murah. Kebetulan adik saya, Tammy Mustika, juga ingin ikut bersama anaknya, Azarine Arinta sehingga kami nantinya akan berangkat berempat.

Baca juga:  JALAN-JALAN KE FILIPINA BAGIAN 2 : TIDUR DI PANGKUAN WANITA CANTIK

Untuk tur ini tiket ke Maroko pp kami urus dan beli sendiri. Hanya turnya selama di Maroko yang akan memakai travel yang akan mengurus, transportasi darat, akomodasi, makan selama 6 hari, dan kunjungan ke berbagai tempat yang telah diatur dengan baik. Kami akan berangkat dari Kuala Lumpur menggunakan Saudia Air yang nantinya akan transit di Jeddah selama 4,5 jam. Dari Jeddah kami akan lanjutkan perjalanan ke Casablanca yang akan memakan waktu sekitar 7 jam. Kami akan mendarat di bandara internasional Mohammed V. pada hari Senin, 16 Juli 2018 pada jam 09:00.

Berikut ini adalah itinerary atau jadwal perjalanan kami selama di Maroko.

Hari 1 : Kami akan berangkat ke Casablanca, kota terbesar di Maroko, melalui Kuala Lumpur. Pagi ini jam 11:00 kami akan berangkat dari Cengkareng ke KL dan diperkirakan akan tiba di KLIA 1 pada jam 14:40 (ketambahan perbedaan waktu 1 jam). Di KL kami akan transit sekitar 4,5 jam dan baru akan berangkat ke Casablanca pada jam 19:30. Perjalanan ke Casablanca tidak bisa langsung tapi mesti transit dulu. Kami akan transit di Jeddah. Kami akan tiba di Jeddah pada pukul 23:30. Di Jeddah kami juga akan transit selama 4,5 jam sebelum berangkat ke Casablanca pada jam 03:35. Itu sudah hari Senin, 16 Juli. Kami direncanakan akan tiba pada pukul 08:55 waktu Maroko.
Kami akan mendarat di bandara Mohammed V Casablanca yang terletak agak jauh dari kota. Setelah selesai proses imigrasi kami kemudian akan menuju kota Casablanca. Di sini kami akan mengunjungi Masjid Hassan II dan setelah itu langsung menuju Marrakech yang berjarak sekitar 3 jam dari Casablanca. Di Marrakech kami akan mengunjungi Pasar Jema El Fna sekaligus shopping. Kami akan menginap di Marrakech malam ini.

Baca juga:  Oleh-oleh dari Serawak

Hari 2 : Kami akan mengunjungi Masjid Koutoubia, Majorelle Garden dan Istana Bahia. Siangnya menuju Quarzazate melewati perbukitan pegunungan Atlas dan mengunjungi Ait Ben Haddou (Istana Lumpur tempat lokasi shooting film-film Hollywood)

Hari 3 : Menuju Todra Gorges kemudian melanjutkan perjalanan menuju Merzouga (Sahara Desert) melewati perkebunan kurma dan perkampungan warga Berber (kalau di Indonesia disebut warga Barbar). Siangnya menuju Sahara persiapan menikmati sunset dengan menaiki Onta. Kami akan istirahat di camp Sahara

Hari 4 : Menikmati sunrise dengan naik onta di tengah sahara lalu menuju kota Fez melewati perbukitan Middle Atlas. Kami akan menikmati bangunan Kota Ifrane yang bergaya Eropa. Kami akan menginap di Fez malam ini.

Hari 5 : Kami akan berfoto-foto di depan Palace Royal of Fes kemudian mengunjungi Masjid Qurrwiyin. Setelah itu mengunjungi Tannery (Pusat Kulit) sekaligus shopping di Old Medina. Kami akan menuju Kota Rabat dan tidur di sana mala mini.

Hari 6 : Setelah sarapan kami akan mengunjungi Jalan Soekarno dan Parlemen. Setelah itu dilanjutkan menuju Tower Hasan dan Mousoleum Mohammed V, Kasbah Oudayas. Setelah makan siang menuju Casablanca yang hanya berjarak satu jam dari Fez. Di Casablanca acaranya hanya shopping di Morocco Mall. Kami akan tidur di Casablanca karena besoknya akan balik ke Kuala Lumpur.

Hari 7 : Kembali ke Kuala Lumpur dan Indonesia. Kali ini kami naik pesawat Ettihad dan akan transit di Abu Dhabi selama 2 jam. Perjalanan ini juga akan memakan waktu lebih dari 24 jam. Saya dan istri lanjut ke Surabaya sedangkan adik saya dan anaknya akan ke Jakarta.

Saat ini kami sudah di Bandara KLIA 1 menunggu pesawat yang akan menerbangkan kami ke Jedah selama 9 jam. Di Jedah menunggu selama 4,5 jam lalu berangkat lagi ke Casablanca dengan penerbangan selama 7 jam. Sampai jumpa lagi nanti…! 🙏😊

Baca juga:  BERLIBUR KE BALI - BANGKOK –PATTAYA (Bagian 2)

KLIA 1 Airport, Kuala Lumpur, 15 Juli 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *