Desember 2, 2022

0 thoughts on “SAYA BOLOS…. PAK!

  1. Menarik sekali. saya salut atas langkahj yang ditempuh, bukan dengan memberi 30rb. sebab 30rb sepertinya bukanlah obat, karen aternyata penyakitnya lain, itu hnya gejala yang kelihatan (atau mungkin hanya kelihatannya gejala). Langkah diagnostik yang ditempuh ternyata tepat. yang perlu dipikirkan labih lanjut dalah sekarang diagnosanya adalah mentalitas Adul dan lingkungan pendukungnya agar gejala itu tidak muncul lagi. Karena bukan obat yang dibuthkan Adul, tapi pendampngan. Kondisi ini hampir sama dengan kondisi bangsa yang mensubsidi BBM ataupun Listrik bagi rakyat miskin. sebenarnya label rakyat miskin menjadikan bangsa ini menjadi benar-benar miskin. yang diperlukan adalah program pemberdayaan masyarakat. rakyat tidak perlu listsrik yang murah, tapi bagaimana mengkondisikan berapa pun mahalnya tapi rakyat mampu membeli. so what we to do now?

  2. wahh keren ya pak.. 😀
    (1.) karena anak bapak pernah tidak naik kelas, dan syukurlah, walopun sebagai anggota IGI bapak tidak membantunya untuk ‘menyelamatkan’ anak bapak terhadap sikap bolos yang dilakukannya, keren biasanya klo saya dengar masalah seperti ini, umunya di negara kita pasti orang tua udah malu.. harga diri jatuh.. marah2 ke anak seperti bilang “duh nakkk.. bapakmu ini anggota IGI dan kamu tidak naik kelas…la..bla..bal.. ” cerita yang klasik dan memperumit pikiran yang sempit.. 🙂
    (2.) keren, karena menurut saya itu tindakan yang tepat untuk membantu anak tersebut. beda dengan kalo kita membantu dengan langsung memberikan uang ke Adul.. 🙂
    sukses ya pak..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *