Mei 20, 2024

5 thoughts on “SAYA BOLOS…. PAK!

  1. Menarik sekali. saya salut atas langkahj yang ditempuh, bukan dengan memberi 30rb. sebab 30rb sepertinya bukanlah obat, karen aternyata penyakitnya lain, itu hnya gejala yang kelihatan (atau mungkin hanya kelihatannya gejala). Langkah diagnostik yang ditempuh ternyata tepat. yang perlu dipikirkan labih lanjut dalah sekarang diagnosanya adalah mentalitas Adul dan lingkungan pendukungnya agar gejala itu tidak muncul lagi. Karena bukan obat yang dibuthkan Adul, tapi pendampngan. Kondisi ini hampir sama dengan kondisi bangsa yang mensubsidi BBM ataupun Listrik bagi rakyat miskin. sebenarnya label rakyat miskin menjadikan bangsa ini menjadi benar-benar miskin. yang diperlukan adalah program pemberdayaan masyarakat. rakyat tidak perlu listsrik yang murah, tapi bagaimana mengkondisikan berapa pun mahalnya tapi rakyat mampu membeli. so what we to do now?

  2. wahh keren ya pak.. 😀
    (1.) karena anak bapak pernah tidak naik kelas, dan syukurlah, walopun sebagai anggota IGI bapak tidak membantunya untuk ‘menyelamatkan’ anak bapak terhadap sikap bolos yang dilakukannya, keren biasanya klo saya dengar masalah seperti ini, umunya di negara kita pasti orang tua udah malu.. harga diri jatuh.. marah2 ke anak seperti bilang “duh nakkk.. bapakmu ini anggota IGI dan kamu tidak naik kelas…la..bla..bal.. ” cerita yang klasik dan memperumit pikiran yang sempit.. 🙂
    (2.) keren, karena menurut saya itu tindakan yang tepat untuk membantu anak tersebut. beda dengan kalo kita membantu dengan langsung memberikan uang ke Adul.. 🙂
    sukses ya pak..

  3. Klo aq lain lagi dari 3 anak2 perempuanmu semuanya beda2, si dukung normal2 aja istilahnya lurus lah , aq bahkan tidak tahu apakah dia pernah bolos atau tidak…
    Nah klo si tengah… Waduh dari SD sdh jagoan ketua geng tukang mimpin teman2nya untuk bikin kerusuhan, yah maklum diantara teman2nya paling bongsor dan kuat, setelah SMA bakat bandelnya semakin menonjol suka bolos dan berkelahi tapi untungnya masih dalam ukuran wajar karena ternyata dia tdk suka di bully maka pasti melawan.
    Lain lagi dengan si bungsu ini dia suka sekali sekolah terlebih ketika dia sudah beranjak remaja dan diterima sekolah negri terfavorit di Jakarya, tiap pagi aq harus ngebut mengantarkannya ke sekolah agar tdk terlambat. Pernah suatu hari kami terlambat tiba di sekolah… Cuma 5menit…tapi gerbang sekolah sudah di tutup dan dia tidak bisa masuk sekolah hari itu alias *bolos*
    Si Adik ini sangat marah dan menendang pintu gerbang sekolah sambil menangis.
    Aq tak dapat berbuat apa2 karena itu memang peraturan sekolahnya jadi ku ajaklah adik ke kantorku, dan apa yg terjadi???…. Seharian dia duduk di meja kerjaku dan memainkan komputer ku.

    Yah… Itulah cerita anak2ku tentang per bolosan, unik juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *