Dua malam ini kami di BAN PDM berkumpul di Hotel Le Meridien mengadakan acara Halal Bihalal dan besoknya mengadakan dua acara sekaligus. Paginya bertemu dengan Kemensos untuk Diskusi Penyelenggaraan Sekolah Rakyat dan siangnya mengadakan pertemuan lagi dengan banyak pejabat eselon 1 dan 2 dari Kemendikdasmen dan Kemenag. Agendanya adalah Sosialisasi Hasil Akreditasi 2025 kepada para pejabat terkait. Sosialisasi Hasil Akreditasi Tahun 2025 ini adalah bentuk penyampaian hasil, evaluasi, serta tindak lanjut yang perlu dilakukan oleh satuan pendidikan/instansi terkait.
Senin malam kami mengadakan acara Halal Bihalal dan foto bersama terakhir sebelum lembaga kami dilikuidasi. BAN PDM akan diganti dengan sebuah badan atau lembaga lain. Praktis kami bekerja di BAN PDM belum genap tiga tahun dan kami akan pensiun. Semestinya sesuai dengan SK yang kami terima dulu kami akan bekerja selama 5 tahun. Tapi begitu ganti mentri maka jelas terjadi perubahan, baik perubahan tim mau pun pemainnya. Katanya akan dipecah lagi menjadi 2 atau 3 lembaga baru. Tentu saja lembaga baru ini akan diisi dengan orang-orang baru. Jadi ini adalah Halal Bihalal sekaligus perpisahan. Ini akan menjadi pertemuan terakhir kami. Tapi kami selalu bilang ‘terakhir yang belum tentu terakhir’ karena kapan pastinya kami akan benar-benar diberhentikan juga belum pasti.
Pada Selasa (31/3/2026), kami menerima kehadiran Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Dr. Robben Rico, A.Md., LLAJ., SH., ST., M.Si. dan Tim Penyelenggara Sekolah Rakyat Kemensos. Beliau menjelaskan tentang Sekolah Rakyat yang merupakan sebuah program baru di bidang Pendidikan yang penyelenggaraannya tidak di bawah Kemendikdasmen melainkan di Kemensos.
Sekolah Rakyat adalah program pendidikan berasrama gratis yang idenya langsung dari Presiden Prabowo yang dikhususkan bagi anak dari keluarga miskin/prasejahtera (desil 1 & 2), untuk memutus rantai kemiskinan. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program prioritas nasional yang harus menjamin anak-anak dari keluarga miskin tetap bersekolah tanpa terbebani biaya.
Program ini menyediakan pendidikan formal (SD-SMA) yang berasrama, di mana semua kebutuhan makanan, dan layanan kesehatan dengan fokus pada pembentukan karakter dan keterampilan hidup akan disediakan sepenuhnya oleh pemerintah. Meski pun sekolah ini dikelola oleh Kementerian Sosial tapi dilaksanakan dengan berkolaborasi dengan kementerian lain dan mulai beroperasi di tahun ajaran 2025/2026. Hingga awal September 2025 Saat ini, Sekolah Rakyat tersebar sebanyak 22 sekolah di Sumatera, 48 sekolah di Jawa, 4 sekolah di Kalimantan, 15 sekolah di Sulawesi, 7 sekolah di Maluku-Papua, dan 4 sekolah di Bali-Nusa Tenggara.
Kemensos tampaknya sadar benar pentingnya berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk penyelenggaran program Sekolah Rakyat ini sehingga dengan cepat mampu menyelenggarakan 165 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia yang menampung hampir 16 ribu murid hanya dalam satu tahun.
Dalam kesempatan diskusi dengan BAN PDM, Sekjen Kemensos memaparkan konsep dan urgensi penyelenggaraan akreditasi bagi Sekolah Rakyat. Dengan adanya diskusi ini, diharapkan Sekolah Rakyat ke depan dapat menjadi bagian dari penyelenggaraan pendidikan yang bermutu dan memberdayakan anak bangsa. Beliau mengajak kami anggota BAN PDM untuk turut menjadi bagian dari program ini.
Siangnya pada jam 14:00 kami mengadakan acara ketiga, yaitu Sosialisasi Hasil Akreditasi BAN PDM 2025. Kami mengundang banyak pejabat dari Kemendikdasmenm au pun dari Kemenag. Beberapa pejabat yang hadir Adalah Bu Suharti, Sekjen Kemendiknasmen, Bu Nunuk Suryani, Dirjen GTK, Pak Toni Toharudin, Ka BSKAP, Pak Biyanto, Staf Ahli Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga, Pak Yusro, Sekertaris BSKAP, Pak Putra Asga Elevri, Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Pak Iwan Junaedi, Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan, Pak Suprapto, Direktur Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian PPN/Bappenas, Pak Basnang Said, Direktur Pesantren Kementerian Agama, dll.
Pemaparan hasil kerja kami di tahun 2025 disambung dengan diskusi bersama para pejabat eselon 1 dan 2 ini sangat hidup dan penuh dengan berbagai masukan penting dari para peserta yang hadir. Jelas sekali bahwa diskusi semacam ini sangat perlu untuk lebih sering diadakan agar terjalin sebuah kesamaan cara pandang dalam menyelesaikan berbagai masalah pendidikan yang dialami oleh setiap sektor yang kadang memang sulit diselesaikan di direktorat masing-masing.
Saya tidak tahu apakah pertemuan kami kali ini adalah benar-benar pertemuan terakhir karena ini kedua kalinya saya bilang pada istri saya bahwa ini adalah luring terakhir kami. Beberapa di antara kami tampaknya ragu bahwa ini akan menjadi luring terakhir karena masih simpang siurnya berita tentang kapan pastinya pembubaran lembaga kami ini. Kalau nanti ada pertemuan lagi ya saya anggap saja sebagai reunian. 😁
Le Meridien, Jakarta, 31 Maret 2026
Satria Dharma
















