Dari mana datangnya cinta? Dari mata turun ke hati. Dari mana datangnya benci? Nah, ini… Asalnya bisa dari mana-mana. Mengapa kita bisa membenci seseorang ada banyak alasan nya. Tapi ada juga orang-orang yang tidak jelas alasannya mengapa membenci orang lain. Salah satu alasan mengapa seseorang bisa membenci orang lain padahal tidak kenal sama sekali adalah karena diprovokasi dan diindoktrinasi oleh orang lain. Benci pada wahyudi, orang kafir, non-muslim, keturunan Cina biasanya adalah karena indoktrinasi dari pemuka agama yang menanamkannya kepada jamaahnya.
Saya sendiri pernah benci pada orang padahal saya tidak kenal. Kejadiannya ketika saya masih remaja dan masih kumpul dengan anak-anak kampung saya. Saya dan beberapa teman sekampung dulu pernah mengeroyok dan menghajar seseorang yang tidak bersalah hanya karena iri dan benci pada kehidupannya dan teman-temannya yang tampak nyaman, sukses, bahagia, dan memiliki segala yang diinginkan. Kami marah karena mereka datang berombongan ke kampung kami dengan naik motor, berbaju keren, bergaya orang kaya, dan mengapeli gadis cantik di kampung kami yang kami sendiri tidak berani mendekatinya karena gak level. Dia gadis pindahan dari kota lain, cantik, bergaya, dari keluarga klas menengah dan selalu didatangi oleh teman-teman lamanya yang jauh lebih keren daripada kami. Bagi kami itu terlalu demonstratif dan tidak bisa diterima. Kami menganggap itu sebagai pelanggaran konstitusi eh, maksudnya teritori karena gadis pindahan baru ini kan sudah menjadi bagian dari kampung kami sehingga semestinya gadis cantik semlohai ini sudah menjadi ‘aset’ kampung kami. 😎 Sudah selayaknya jika ‘aset’ dan ‘sumber daya alam’ kampung kami itu kami yang menikmati. Demikianlah suara rakyat. Eh, lha kok ini ada warga asing yang menggrogotinya…! Lha kok nyimut…?! 😜 Lha kami sebagai warga pribumi asli dapat apa? Mosok kami cuma gigit jari melihat sumber daya semlohai kami yang terbatas itu dieksplorasi dan dinikmati oleh pihak asing? No waylah yaow….!🤓
Jadi kami kemudian memutuskan untuk mengenyahkan pihak asing yang mencoba merampas aset berharga kampung kami tsb dengan cara kampungan yang kami miliki, yaitu dengan mengeroyoknya. Intinya kami marah, jengkel, tersinggung, dan akan mengambil tindakan tegas yang tentu saja karena ada yang memprovokasi. Rakyat harus bergerak. Gejayan memanggil. 😁
Akhirnya kami sepakat akan mengadakan perhitungan dengan kelompok anak-anak orang kaya ini. Ketimpangan sosial dan derajat ini harus diselesaikan dengan cara kampungan (lha pancene arek kampung!). 😄
Siasat kami sepakati kalau nanti mereka datang lagi pas pulangnya akan kami hadang dan akan kami hajar. Kami sudah pilih salah satu orang yang menurut kami paling menjengkelkan karena suara tertawanya tampak paling keras dan paling tampak puas diri. 😏 Mereka berdelapan dengan empat sepeda motor tapi kami bisa mengumpulkan lebih banyak anak daripada mereka. Lha wong kami di kampung sendiri. 😊
Sore itu kami pun sepakat. This is the day…! Kami pun berkumpul di depan gang di mana gadis cantik itu tinggal. Semua teman tampak menguat-nguatkan hati mereka walau pun saya yakin banyak juga yang penakut. Salah seorang penakutnya adalah saya sendiri. 🤓
Ketika mereka selesai ‘mengapeli’ gadis kampung ‘milik’ kami itu mereka pun pulang dengan menaiki motor mereka masing-masing keluar dari gang beriring-iringan. Kami pun mencegat mereka. Saya tidak ingat siapa pertama kali yang mencegat mereka tapi yang paling saya ingat adalah saya yang PERTAMA KALI MEMUKUL laki-laki yang kami benci tersebut. 🙄 What the hell…..!
Apa yang terjadi setelah itu…?!
Saya tidak tahu persisnya karena setelah memukul anak itu (dari belakang) dan dia jatuh. Saya langsung tersadar dan jatuh kasihan melihatnya. Kenapa saya memukulnya? Apa salahnya pada saya? Saya tersadar saat itu juga begitu melihatnya jatuh dari motor kena pukulan saya di kepalanya. It was surely a shock for him (and for me afterwards). Saya lalu lari meninggalkan lokasi.
Yang saya tahu kemudian teman-teman saya juga berlarian mencari selamat masing-masing…! Lho kok jadi pengecut…?! Ya begitulah kami. Beraninya main keroyok dan setelah memukul cari selamat sendiri-sendiri. 😬
Setelah peristiwa itu saya jadi SANGAT MENYESAL telah memukul orang yang tidak punya salah pada siapa pun pada kami. Itu terjadi karena PROVOKASI seorang teman yang dianggap sebagai bos di antara kami dan baginya itu adalah hal yang sudah sewajarnya dilakukan. Anehnya saya kok bisa ikut-ikutan kena peer pressure. 🙁
Sampai sekarang saya masih menyesal telah memukul orang yang tidak saya kenal itu. Saya tidak tahu bagaimana bisa minta maaf padanya. Jika bertemu dengannya saya akan benar-benar minta maaf dan menebusnya dengan apa yang ia inginkan dan bisa saya lakukan. Tapi penyesalan saya ini akan terus saya bawa (atau tepatnya mengikuti saya sampai saat ini). 😔
Pelajaran apa yang saya peroleh dari sini?
Berhati-hatilah dengan lingkungan atau kelompok di mana kita berada. Lingkungan atau kelompok teman di mana kita berada bisa menyeret kita pada hal-hal negatif dan buruk. Begitu juga sebaliknya. Ada juga yang bilang jangan memilih-milih teman. Mungkin maksudnya baik agar kita tidak terlalu eksklusif. Tapi jika kita berteman dengan orang-orang yang toxic alias beracun maka kita suatu saat pasti kena bisanya. Lha wong mereka beracun…! Kecuali kita memang sudah benar-benar kebal dari racun yang berbisa.
Ada nasihat yang selalu saya ingat, entah siapa yang bilang. Katanya “Memiliki teman yang baik, lebih baik daripada menyendiri. Dan menyendiri lebih baik daripada berteman dengan teman yang buruk. Orang yang menyerukan kebaikan lebih baik daripada orang yang diam. Dan orang yang diam lebih baik daripada yang mengajak kepada keburukan.”
Jadi kalau ditanya kenapa saya kerasan di WAG ini ya karena di WAG ini banyak orang-orang baik yang selalu menyerukan kepada kebaikan. Sampeyan yang membaca adalah salah satu di antaranya. 😁
Balikpapan, 26 Agustus 2024
Satria Dharma