Oktober 3, 2022

0 thoughts on ““Hidup Itu Perbuatan”, Katanya…

  1. beginilah bangsa indonesia.bisanya hanya mengorek kejelekan orang lain.ngapain juga ngurusin orang yg kyak SB ?? belum tentu apa yg dia lakukan itu hal yg salah dan mubadzir.mungkin bisa saja anda sendiri yang mubadzir,membuang-buang waktu hanya untuk menulis dan menjelekan citra orang lain.semua perbuatan itu tergantung dari niat seseorang.walaupun orang lain merasa perbuatan itu suatu yang salah,tapi jika orang itu berniat untuk berbuat kebaikan.hemmm …no problem.walaupun Tidak ada landasan dalam Al-quran & Al-hadist.tapi belum tentu juga sanggaha anda tercantum dalam Quran&Hadist.

  2. huehehehe…menjelang pemilu gini, byk oknum yg gampang mengeluarkan uang demi UANG di kemudian hari.. seandainya saja mereka mau berbagi utk pendidikan Indonesia…
    btw, salam kenal Pak Satria 🙂

  3. 300 Milyar itu jika di jadikan Sembako bisa membuat kawan-kawan yang yang kurang mampu itu mempunyai SENYUM YANG LEBIH LEBAR dari pada senyum SB di iklan itu.Dari banyak literatur yang saya baca baik jika tidak salah, pendekatan interpersonal communication itu akan jauh berdampak lebih terasa dari pada cuma mejeng di tipi tanpa adanya reaslisasi seperti lebih banyak aksi turun ke jalan membagikan misalnya SEMBAKO ( yang sayangnya aksi ini banyak dilakukan ketika masa kampanye DOANG, setelah itu? seperti nyaris tidak terdengar aksinya .. sepertinya bukan Iklan SB aja perlu di kritik, banyak iklan para politikus menjelang kampanye baik itu PILKADA, maupun pemilihan yang lainnya, tampil satu kali dua kali boleh lah, namun jika tampilnya berkali-kali di tv, yang ada ketika muncul iklannya lagi, para pemirsa tv tersebut buru-buru menganti ke acara stasiun tv lainnya, dengan alasan BOSEN liat Ocehannya melulu . 😀 , oia salam kenal Pak Satria..

  4. Amien Rais ketika menjadi Ketua Umum PAN lebih sering mengeluarkan dananya, termasuk yang datang dari bantuan orang lain, untuk menyumbang masjid, melakukan pendekatan pada masyarakat, kerja sosial, membantu pendidikan, prasarana jalan di kampung dll, tapi hasilnya PAN kalah dan Amien Rais juga kalah jadi presiden karena memang rakyat Indonesia ini aneh, hanya lihat iklan SBY nyanyi atau gelar sajadah, orang langsung terpesona tanpa pernah tahu kiprah SBY selama ini untuk rakyat, kecuali aktivitas dia sebagai seorang militer. Bandingkan dengan kegiatan Amien Rais yang saya jelaskan diatas. Nah, jika kita lihat dua paradoks diatas, maka sangat mungkin Soetrisno Bachir yang sama sekali belum terkenal harus “beriklan-ria” karena kenyataannya masyarakat kita lebih memilih-milih yang simpel-simpel dan bukan yang visioner. Lha wong seorang pedagang ditanya mau cari pemimpin yang sepertia apa, malah jawabnya: yang kayak SBY yang ganteng, sementara orang seperti Amien Rais yang punya komitmen memberantas korupsi malah tidak dipilih. Jadi, inilah kemauan rakyat yang hanya berpikir instan seperti keinstanan iklan SB tersebut, masyarakat juga mendidik pemimpin untuk korup, buktinya setiap ada kandidat bupati, gubernur atau partai yang menemui mereka, yang ditanya duitnya mana ? lha kalo semua minta duit, ya besuk yang menang pasti korupsi.

  5. Salam kenal,

    Pengarang buku seperti Napoleon Hill mengeluarkan biaya produksi dan promosi “hanya” untuk mempublikasikan konsep Think And Grow Rich. Beberapa puluh tahun kemudian, Rhonda Byrne melakukan hal yang sama dalam buku The Secret lagi-lagi “hanya” untuk memperkenalkan konsep Power of Attraction. Begitu juga Pak Sutrisno Bachir, apasalahnya memperkenalkan konsep Hidup Adalah Perbuatan, terlepas untuk pencalonan presiden atau tidak, kalau konsep itu bisa diterima, implementasikan, kalau tidak, lupakan. Bukankah kita diajarkan untuk menerima usul baik, dari siapapun itu datangnya? Jazakallah Khairan !!

  6. ada yg bilang yang perlu itu pesannya, bukan pembawa pesan. ada juga yang bilang si pembawa pesan itulah pesannya. ada yg bilang keduanya sama penting.
    kalo SB mau bilang demikian ya terserah. politik di sini cuma opera sabun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.