Senin, 18 Oktober 2021
Satria Dharma's Weblog
ULAMA NIR-ILMU

Beberapa kali saya menerima kiriman video ceramah ustad yang meremehkan bahayanya virus Corona dan mengejek orang yang takut pada virus ini. Menurut mereka virus tidak perlu ditakuti dan hanya Tuhan yang patut ditakuti. Menurut mereka orang yang beriman itu semestinya hanya takut pada Tuhan dan tidak takut pada virus karena virus adalah tentara Tuhan yang tidak akan menyerang orang yang beriman. 😳

Jelas mereka adalah ulama yang nir-ilmu, alias berkata tanpa memiliki ilmu dan asal bicara saja. 🙄

Mengapa demikian? Karena nabi Muhammad sendiri pernah menyatakan, “Larilah dari orang kena penyakit menular seperti engkau lari dari singa” (HR. Bukhari no. 5707). Apa artinya? Artinya kita HARUS TAKUT dan menjauhkan diri dari wabah atau penyakit yang menular seperti Covid 19 ini sebagaimana kita takut pada singa. Kita disuruh lari oleh Rasulullah dan sangat menjaga diri dari wabah.

Jika kita memiliki gejala penyakit menular, maka janganlah membahayakan orang lain dengan menularinya. Rasulullah SAW bersabda: Tidak boleh membahayakan orang lain dan tidak boleh membahayakan diri sendiri (HR. Malik no. 1435).

Apakah kalau kita di masjid maka virus tidak akan mendatangi kita atau kita tidak akan mungkin menulari orang lain jika kita positif? Virus ini tidak peduli pada siapa pun. Virus ini tidak peduli seberapa khusyuk kita berdoa dan memohon ampun pada Tuhan. Virus tidak punya urusan dengan itu semua. Jangan GR dengan merasa kebal dari virus atau tidak bisa menulari penyakit pada jamaah lain hanya karena kita merasa dekat dengan Tuhan dan kita merasa memiliki keimanan yang tinggi. Jika kita mengaku sebagai umat Nabi Muhammad maka peringatan Nabi tersebut semestinya menjadi pegangan kita dan bukannya malah merasa lebih hebat dari Nabi sendiri. Jangan mengaku umat Nabi Muhammad tapi kelakuan justru mengikuti iblis yang sombong dan merasa lebih baik daripada Adam. 🙏

Baca juga:  SMAN 5 SURABAYA : MENJADI SEKOLAH TERBAIK DI INDONESIA (Part 3)

Surabaya, 3 Juli 2021
Satria Dharma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *