Selasa, 29 September 2021
Satria Dharma's Weblog
BUKU HARIAN YUBI

Selain menulis buku harian untuk pribadi, saya juga menulis buku harian atau catatan harian tentang anak-anak saya, Yubi dan Yufi. Dan itu saya lakukan sejak kelahiran mereka dalam buku harian terpisah. Mungkin suatu saat jika Anda punya anak lagi Anda tertarik untuk melakukan hal yang sama.

Berikut ini adalah catatan tentang Yubi, anak sulung kami. Waktu itu kami masih tinggal di Bontang.

YUBI

Anak kami Muhammad Ayyub Dharma dengan nama panggilan Yubi lahir pada tanggal 28 Oktober 1993, Kamis jam 10.52. Ia lahir 9 hari lebih lambat daripada perhitungan kami. Berdasarkan perhitungan kami ia mestinya lahir pada tanggal 19 Oktober yang lalu. Tapi pada hari itu mulas pun tidak istriku. Penyebab yang dituding adalah kurangnya gerak dari si ibu sehingga si anak belum juga turun pada posisi lahir. Pada saat itu keputusan yang diambil oleh dokter Rahmi adalah periksa pada dokter Heru, dokter spesialis kandungan, pada hari Rabu 27 Oktober.

Sebetulnya kami berharap bahwa si anak bakal sudah lahir sebelum tanggal itu tapi nyatanya sampai tanggal itu pun istriku belum merasa mulas sama sekali. Setelah pemeriksaan singkat dokter Heru lantas memutuskan agar istriku diinduksi agar si bayi segera keluar. Alasannya tidak baik kalau terlalu lama dalam perut. Bagi saya sih tidak jadi masalah yang penting si anak dan ibu tetap selamat. Hanya istriku yang agak cemas karena bagaimanapun this is not a natural way.

Siang itu juga Ika masuk rumah sakit dan ganti pakaian Rumah Sakit. I was a little bit excited. ‘Anak saya bakal segera lahir…!’ demikian pikir saya. I’m ready for that. Tapi rupanya pihak rumah sakit berpendapat lain. Proses induksi ini memakan waktu berjam-jam dan ini berarti Ika bakal melahirkan pada sore atau malam hari pada saat karyawan rumah sakit sudah pulang. Sebaiknya adalah diinduksi pagi hari agar banyak yang bisa membantu proses kelahiran tersebut. Karena alasan itu maka Ika saya ajak pulang dulu karena tidak perlu masuk rumah sakit cepat-cepat.

Keesokan harinya pada jam 5 pagi setelah kami salat subuh, tiba-tiba Ika merasa perutnya sakit dan minta agar diantar ke rumah sakit. Pagi itu juga Ika masuk rumah sakit. Pada jam 8 pagi proses induksi dimulai. This was a painful process. Setiap beberapa menit Ika merintih menahan sakit karena efek obat perangsang tersebu. Saya tidak tahan menunggu lebih lama dan memutuskan untuk menunggu di luar saja. Hampir 3 jam kami menunggu. Dan pada jam 10 lebih 52 menit ketika saya sedang salat di mushola dekat situ Indah (adik saya yang sedang mengunjungi kami di Bontang) menyusul saya dengan tergesa-gesa untuk menyampaikan berita yang sudah sangat kami tunggu-tunggu. “Ika sudah melahirkan…”

Yubi lahir dengan berat 3000 gram dan panjang 48 cm. Saya tahu ia laki-laki sebelum saya melihatnya karena Ibu Kusnadi, mertua saya, telah menyampaikannya sebelum bayi itu keluar dari ruang bersalin. Wajahnya mungil dan kulitnya putih. Di bibirnya ada gelembung-gelembung udara yang belum sempat dibersihkan. Setelah ditunjukkan sebentar dalam keadaan terbungkus selimut ia lantas dimasukkan dalam inkubator. ‘Biar hangat…!’ kata susternya. Beberapa waktu kemudian Ia baru diserahkan pada kami untuk mulai diperkenalkan menyusui.

Tangisnya sungguh keras dan lama. Ia terus menangis dan hanya berhenti sebentar sebentar sampai ia kami bawa pulang keesokan harinya. Saya memang tidak ingin mereka berlama-lama di rumah sakit. Di rumahlah saya baru bisa mengamatinya dengan cermat. Ia mewarisi wajah ibunya mulai dari alis, mata, hidung, maupun bentuk mulutnya. Hanya bentuk mukanya yang bulat itu saja yang meniru saya. Tapi ia juga memiliki bulu bulu tebal di tangan kaki dan punggungnya seperti saya ketika lahir dulu. Dua hari dua malam ia menangis hampir terus-menerus sehingga kami kebingungan mengatasinya. Tapi anehnya setelah itu ia berhenti menangis dan tidur pulas. Ia hanya bangun sekali-sekali untuk menyusu dan setelah itu ia tidur lagi. Tidurnya benar-benar pulas sehingga ramai dan ributnya orang-orang yang menjenguknya sama sekali tidak mengusiknya. Kami bahkan berusaha untuk membangunkannya karena cemas melihatnya tidur terus menerus.
Is he allright…?!
Is he not hungry…?!
Is it just normal…?!
Ah, orang tua memang aneh…

4 November 1993, Kamis.

Jahitan Ika hampir infeksi sehingga ia harus minum antibiotik. Akibatnya semua pakaian Yubi jadi bau amis. Meskipun dokter Rahmi mengatakan bahwa tidak ada efek ataupun hubungan antara antibiotik yang diminum Ika dengan bau amis pada popok Yubi, saya tetap yakin bahwa itu disebabkan oleh antibiotik. Soalnya saya sendiri pernah mengalami bau amis pada kencing saya setelah minum antibiotik. Bukan baunya yang menjadi masalah bagi saya tetapi apakah hal tersebut tidak berakibat buruk pada bayi? Tentunya bayi berumur kurang dari seminggu sangat peka terhadap bahan kimia semacam itu meski melalui susu ibunya.
Sementara itu Yubi tetap banyak tidur dan menyusu. Rasanya tidak sabar hati saya menunggu agar tubuhnya semakin berisi. Kaki dan paha Yubi memang masih kurus dan tampak rapuh. Kayaknya Yubi sudah mendengar karena ia pernah kaget ketika saya bersin dengan keras. Padahal ia berjarak sekitar 2 m dari saya. Ia juga tampak berusaha mencari arah suara di dekatnya. Meski jelas ia belum bisa melihat tapi tampaknya ia sudah bisa melihat cahaya. Suatu kali ia terkejut ketika saya memotretnya dengan memakai lampu blitz. Ketika masih dalam kandungan Ia memang sudah kami latih untuk mengenali cahaya dan bunyi. Sering kami pasang pembacaan ayat suci di tape recorder dan kami tempelkan di perut ibunya ketika ia masih 7 bulan dalam kandungan. Selain itu kami juga sudah memperkenalkan cahaya dengan lampu senter juga ketika ia masih dalam kandungan. apakah ini semua hasil dari latihan tersebut ataukah ada faktor lain. I wonder…

Baca juga:  KATANYA BUDAYA BACA HARUS KITA TUMBUHKAN...

28 Desember 1993, Selasa

Yubi berkembang dengan pesat bahkan lebih pesat dari anak-anak normal. Berat badannya terus bertambah dan mungkin telah mencapai 6 kilo saat ini. Kesehatannya baik meskipun pantatnya meradang karena popok plastik beberapa waktu yang lalu. Seminggu yang lalu ia kami bawa naik pesawat dari Bontang ke Balikpapan dan keesokan harinya ke Surabaya. Meskipun kami cemas akan pendengarannya dalam menghadapi tekanan udara di pesawat ternyata ia tidak mengalami masalah apapun. Bahkan ia tidak terbangun sedikitpun selama penerbangan tersebut meskipun ibunya berusaha untuk menyusuinya. Salah satu perkembangannya yang menggembirakan adalah kemampuannya untuk mengikuti mainan klintingan yang dibunyikan dan digerakkan dari kiri ke kanan kepalanya dan sebaliknya dengan gerakan kepalanya dan bukan hanya dengan pandangan matanya. Padahal pada buku tentang perkembangan bayi hal tersebut biasanya dilakukan oleh bayi yang telah berusia 3 bulan. Itu pun kadang-kadang hanya dengan gerakan mata saja. kami benar-benar gembira melihatnya. I know he is a wonderful baby.

Hal ini membuat saya semakin bersemangat untuk mendidiknya dengan teratur dan sungguh-sungguh sejak ia masih bayi. I will try my best to give the best in his life. Berbagai buku tentang pendidikan anak-anak saya baca untuk menambah pengetahuan saya.

3 Januari 94 Senin

Seminggu berpisah dengan Yubi rasanya sudah kangen betul (Ia dan mamanya tetap di Surabaya sedangkan saya kembali untuk bekerja di Bontang). Rasanya saya melihatnya di mana-mana. Saya melihatnya menggerak-gerakkan tangan dan kakinya seolah menggapai-gapai. Saya seolah mendengar suaranya yang khas. Suara bayi yang seolah minta diangkat. Kadang-kadang saya pikir saya mendengar dia berbicara sendiri dengan suara tenggorokannya yang menggemaskan itu. Saya sungguh sudah rindu padanya. Bahkan kemarin saya sudah begitu rindu sehingga saya harus membuka buka album fotonya agar sedikit terobati. Oh my…! He is so cute… So handsome… So clever…
Ternyata Dicky (staf di BIS) juga mengalami hal yang sama karena ia juga sedang ditinggal istri dan anaknya ke Samarinda. Saya jadi heran dengan Barry Benger (BIS Principal). Ia kok begitu tahan ditinggal lama oleh istri dan anaknya kapan hari itu. Saat ini saya sedang memimpikan mengajak Yubi jalan-jalan kapan ya dia bisa diajak jalan-jalan?

4 Januari 94, Selasa

Saya nelpon ke Surabaya karena kangen dengan Ika dan Yubi. ketika Ika mengatakan akan ke Malang, dengan membawa Yubi tentunya, tiba-tiba saya kok merasa kuatir Kalau kalau terjadi sesuatu dalam perjalanan. I’m just worried and it’s illogic. Tapi kekuatiran itu segera saya tepis dan saya serahkan segalanya pada Allah. Ini suatu cobaan bagi iman saya. Saya lantas ingat cerita Sufi tentang Nabi Yakub. Nabi Yakub katanya mendapatkan hukuman karena ucapannya, “Lantas siapa yang akan menjaga adikmu?” ketika saudara-saudaranya meminta untuk mengajak Yusuf jalan-jalan. Ini dianggap sebagai suatu ungkapan ketidakpercayaan bahwa Allah akan menjaga Yusuf. Wallahu a’lam…! Tapi kita memang tidak akan dapat menghindarkan diri dari takdir atau melepaskan diri dari ketentuan Allah Jika Allah memang menghendaki sesuatu terjadi, siapa bisa menghalanginya? Dan begitu juga sebaliknya. Jadi meskipun saya kuatir akan keselamatan anak dan istri saya tapi kalau Allah memang menentukan sesuatu, what can I do? Akhirnya kita memang harus menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah semata. Saya hanya bisa berdoa agar mereka diselamatkan dari bahaya dan malapetaka.

6 Februari 1994 Minggu

Yubi sekarang sudah berusia 3 bulan lebih dan perkembangannya sangat pesat. Ia telah mampu mengeluarkan berbagai macam suara untuk menyatakan perasaannya. Ia menyatakan gembira, kesal, ingin digendong, lega, dan berbagai macam perasaan dengan mengeluarkan suara yang berbeda-beda pula. Kalau ia sangat gembira ia akan mengeluarkan suara terus-menerus seperti ‘ah’, ‘uh’ dan lain-lain dengan melonjak-lonjak kan tubuhnya. Dalam keadaan senang Ia juga akan mengoceh sendiri meskipun kita tidak berada di dekatnya. Otot leher nya juga sudah kuat dan ia mampu mengangkat lehernya dengan sempurna jika kita menarik tangannya untuk mendudukkannya. Otot kakinya pun telah kuat dan ia mampu berdiri menopang tubuhnya dalam jangka sekitar 10 detik sebelum menekuk kakinya kembali.

Dalam keadaan tertentu ia akan langsung berdiri jika kita tarik tangannya untuk kita ambil. Yubi seorang bayi yang ceria dan senang tersenyum-senyum dan tertawa.. Tapi pada suatu saat tertentu ia menunjukkan roman muka yang sedih dan menarik ujung-ujung bibirnya ke bawah hendak menangis. It’s something I don’t understand yet. Ia kini bukan lagi seorang bayi yang hanya memiliki naluri belaka. Ia kini telah memiliki keinginan dan ia tahu bagaimana cara untuk memperolehnya.
Kalau bosan di pembaringan ia akan mengeluarkan berbagai suara untuk menyatakan “Hey I’m bored here. Get me out of here..”. Dan jika ia kita letakkan kembali ke pembaringan sebelum ia ingin, ia akan langsung menangis seolah hendak menyatakan “I don’t want to stop yet. Take me back…!”

Baca juga:  HIDUP, CINTA, DAN BAHAGIA

Rasa ingin tahunya sangat besar dan ia sanggup mengamat-amati objek yang menarik perhatiannya tersebut berlama-lama. Objek tersebut bisa berupa gambar kakak tua yang berwarna cerah, sulaman kura-kura, taplak meja, obor di pabrik, atau apa saja. kalau ia tertarik pada sesuatu benda ia akan mengeluarkan berbagai komentar dengan bunyi ‘ah-uh’nya. Semakin ia tertarik, semakin keras pula lonjakan-lonjakannya. Ia sekarang sudah tidak suka digendong dalam posisi berbaring. Ia akan meronta-ronta untuk digendong dalam posisi duduk atau menghadap ke belakang. Pokoknya ia ingin memperoleh pandangan yang lebih luas. Dengan demikian rasa ingin tahunya dapat terpuaskan. Beberapa hari yang lalu ia kami perkenalkan dengan kolam renang.. Tampaknya ia akan menyukainya meskipun ia belum menunjukkan minatnya yang besar pada kolam yang besar tersebut.

30 Maret 1994

Menginjak usianya yang ke 5 bulan kepandaian Yubi juga semakin meningkat. Ia kini sudah naik kereta jalan sehingga ia bisa berjalan kesana kemari dengan keretanya tersebut. Pada mulanya kereta tersebut kami beli karena kami sudah tidak tahan menggendongnya terus terutama dengan semakin aktifnya ia. Ternyata ia kemudian menyukainya sehingga kami bisa sedikit bebas. Ia juga sudah semakin menyukai air meskipun saya masih belum berani juga membawanya menyelam. Bagi saya yang penting ia mendapatkan kegembiraan di dalam air. He can go further later.
Ia juga sudah mulai memperoleh makanan lain selain ASI. Sekarang ia mulai mengkonsumsi jus wortel dan kelihatannya ia menyukainya. Perhatiannya kepada lingkungan sekitarnya juga semakin meningkat. Ia senang mengamati kegiatan kegiatan orang-orang di sekitarnya berlama-lama. Ia akan senang memperhatikan anak-anak kecil yang bermain, berlari-lari, tertawa dan bergembira. Ia juga akan menunjukkan kegembiraan nya dengan mengeluarkan suara bermacam-macam. Ia bahkan tahan nonton orang main bola voli cukup lama. He enjoys it.
Ia kini sudah mulai mengenal siapa orang tuanya dan siapa orang yang belum dikenalnya. Ia akan menangis kalau diajak ngobrol oleh orang yang tidak dikenalnya. Yubi sudah mampu untuk duduk sendiri selama beberapa detik. Tapi posisinya masih membungkuk karena tulang punggungnya belum kuat. Ia sudah mulai mengangkat pantatnya pada waktu tengkurap. Ini adalah awal dari merangkak.
Kepandaiannya berbicara…?! Ia mampu mengeluarkan berbagai macam suara untuk berbagai macam situasi. Ia bahkan punya mainan baru, yaitu menyemburkan ludah. Rambut atas nya sudah mulai tumbuh meski rambut belakang masih belum. Tapi tampaknya ia bakal punya rambut lebat. Bahkan kumisnya pun sudah membayang.

Beberapa waktu yang lalu ia sempat jatuh dari tempat tidur. Untunglah tak ada luka yang serius selain sedikit lebam di bibir dan hidung. Kereta jalannya juga pernah anjlok hanya 15 menit setelah ia jatuh dari tempat tidur tersebut. What an unlucky day…! Untunglah ia tidak mengalami trauma apa-apa dan bengkak di bibir dan hidung segera hilang. Kebiasaannya rewel sebelum tidur masih tetap berlangsung dan kami tidak tahu apakah akan dibawanya sampai besar nanti.

7 April 1994

Seminggu setelah ia berusia 5 bulan, ia mulai mengangkat pinggulnya dan mencoba untuk bertumpu pada kedua lututnya. Ia mulai belajar untuk merangkak. Semestinya berdasarkan buku yang saya baca, ia harus melewati tahapan merayap lebih dahulu. Tapi saya tidak melihatnya melalui tahapan tersebut. Ia memang berusaha untuk maju ke depan dalam posisi tengkurap. Tapi ketika ia menyadari bahwa ia tidak bisa melakukannya dengan posisi tersebut, ia segera mengangkat pinggulnya dan bertumpu pada kedua lututnya. Hal ini akan berlangsung beberapa detik sehingga kita akan menyangkanya sudah mampu benar untuk bertumpu dengan kedua lututnya. Ia akan berusaha untuk menggoyang-goyangkan tubuhnya untuk maju ke depan. Tapi ketika ia menyadari bahwa posisi tersebut juga tidak membantunya untuk maju maka ia akan menjatuhkan dirinya ke muka seolah hendak meluncur. Dengan teknik ini ia bisa beringsut sedikit demi sedikit.

8 April 1994, Jum’at

Hari ini Yubi diimunisasi campak untuk yang terakhir kalinya. Karena ia mengantuk suntikan tersebut mengagetkannya dan ia menangis keras-keras. Padahal sebelumnya ia hanya merengek sedikit dan kemudian berhenti. Sorenya suhunya naik. Untunglah kami siap Tempra.
Berat badan maupun panjang tubuhnya terlihat a tidak mengalami kenaikan sama sekali. Minggu lalu beratnya 7,3 kg dan panjangnya 62 cm. Sekarang berat badan maupun panjang tubuhnya sama persis dengan dua minggu lalu. Semestinya ia memang sudah lebih banyak makan bubur susu. Tapi ia ternyata tidak terlalu menyukainya. Baru makan beberapa suap ia sudah tak mau lagi. Untungnya ia mau makan pisang Ambon meski tidak banyak.
Beberapa hari yang lalu kami membelikannya gendongan dari Singapura. Meski cukup mahal tapi kami senang melihat barangnya karena sangat praktis dan bermanfaat.

26 April 1994, Selasa

Baca juga:  TUR KE SINGAPURA

Seminggu sebelum Yubi mencapai usia 6 bulan ia jatuh sakit pilek, batuk, dan muntah-muntah. Obat dari dokter belum juga menghentikan sakitnya dan bahkan antibiotiknya membuatnya mencret. Tapi karena sudah berjalan beberapa hari maka obat tersebut harus diteruskan. Sebagai penawarnya diberi obat mencret. Karena sakit terutama karena pilek makan minumnya juga berkurang. Bubur beras merah nya juga kami hentikan karena tampaknya pencernaannya menolaknya. Akibatnya tubuhnya menjadi lembek dan dingin. Tapi anehnya semangatnya untuk bermain tidak turun. Ia tetap ceria untuk bermain dan berjalan kesana kemari. Bahkan dua hari yang lalu ia sudah mulai belajar merangkak dengan mengayunkan tangannya bergantian. Kami hanya khawatir bahwa ia akan kelelahan sehingga memperlambat kesembuhannya. Kami sungguh kasihan kalau hidungnya tersumbat sehingga ia tidak bisa menetek. Sementara itu bermacam-macam obat kami cekokkan ke mulutnya.

18 Januari 1995

Setelah menginjak usia 14 bulan Yubi berkembang pesat. Sekarang ini ia sudah bisa lari dan berjalan mundur. Ia juga sudah mengenal musik. Ia akan menari mengikuti music. Ia sangat suka menonton iklan di TV terutama iklan tentang sepakbola dan yang melibatkan anak-anak. Ia juga tahu bahwa TV tersebut disetel dengan memencet remote control dan remote control tersebut harus diarahkan ke TV. Ia selalu berusaha untuk menghidupkan TV sendiri atau mengubah channel. Kalau tidak berhasil ia akan menuju TV dan langsung memencet tombol nya.

Yubi tidak lagi mengompol pada waktu malam. Ia baru kencing ketika bangun dan ia bisa menunjukkan di mana ompolnya Jika ditanya. Ia juga sudah memahami beberapa instruksi sederhana seperti : buka, tutup, ambil, taruh, berdiri, duduk dan lain-lain.
Ia sudah bisa mengambil sendiri sepatunya jika diperintah. Keinginannya untuk bertualang sangat besar. Begitu juga dengan rasa ingin tahunya. Ia sangat suka melihat kucing dan akan mengejarnya jika melihatnya. Tapi kadang-kadang ia takut juga jika kucing tersebut bereaksi.

Ketika cuti di Surabaya, berat badannya turun 7 ons. Suhu udara yang panas dan suasana yang baru membuatnya malas makan dan selalu ingin bermain. Ketika ditimbang berat badannya tinggal 8 kilo dan tingginya tidak bertambah. tapi setelah kembali ke Bontang ia mulai menunjukkan minatnya untuk makan kembali. Kekuatan fisiknya luar biasa. Ia tidak peduli akan ‘minor bumps’ dan hanya akan menangis Jika benar-benar sakit. Jika ia sakit pilek atau mencret kita tidak akan melihatnya lesu atau lemah. Ia akan tetap bermain dengan energi penuh seolah ia punya energi cadangan yang tidak pernah habis. Keterampilannya memanjat sangat mengagumkan. Tak ada yang tidak bisa ia naiki jika ia menghendaki. Kepercayaan dirinya sangat tinggi dan cenderung sembrono. Perkembangan sosialnya juga mengherankan. Ia selalu ingin bergabung dengan kelompok anak-anak, meskipun jauh lebih besar darinya. Semua tingkah laku dan permainan anak-anak menarik perhatiannya dan ia selalu ingin terlibat di dalamnya. Kadang-kadang saya berpikir untuk mengikutkannya dalam playgroup agar keinginannya tersebut terpenuhi. Ia mudah akrab dengan orang-orang baru dan selalu punya cara untuk menarik perhatian mereka untuk berkenalan. Sebaliknya ia juga sangat disukai oleh anak-anak anak. Ia memiliki suatu daya tarik yang sukar untuk dijelaskan anak-anak selalu tertarik untuk mengerumuninya, menyentuhnya, menciumnya, atau mengajaknya bermain. Tapi ia juga sering mengejutkan anak-anak lain yang langsung ia peluk dari belakang dengan kuat.
Kemampuannya untuk meniru luar biasa. Ia bisa menirukan ciri-ciri khas orang di sekitarnya. Mulai dari Opa yang membunyikan mulutnya dengan memegangi kedua belah pipinya, Yang Ti-nya yang terkejut dengan mulut terbuka, dan penjual bubur yang menggendong bakulnya di atas kepala.
Ia akan spontan menirukan orang salat dengan meletakkan kedua telapak tangannya di dada begitu mendengar adzan. Ia juga akan bersujud dengan kepala berjungkir untuk menirukan orang yang sujud. Ia juga bisa menirukan orang yang berdoa dan mengusap muka ketika selesai.
Yubi mulai berusaha berkomunikasi dengan kata-kata. Ia sering mengeluarkan serentetan kata-kata tanpa makna untuk menyatakan sesuatu. Kata-kata yang bisa diucapkan tetap ‘maam’ baik untuk mau makan maupun minum. Kadang-kadang ia mengucapkan kata-kata seperti ‘neh’ atau ‘neneh’ untuk menetek. beberapa waktu yang lalu ia mengucapkan kata ‘pak’ …’pak…pak’ berulang kali secara jelas. Kadang-kadang ia mengucapkan kata ‘dua’ atau ‘bua’. Kalau ia mencabut kacamata saya dari muka saya ia akan spontan mengucapkan ‘bak’ seolah bermain cilukba.
Meskipun demikian pemahamannya akan bahasa berkembang sangat cepat. Ia bahkan hampir memahami semua perkataan yang sering kami ucapkan. Kata panas, dingin, basah, terpeleset, jatuh, tidur, makan, minum, nonton TV, naik, turun, semuanya dipahaminya dengan baik.

6 Agustus 1996
Yubi mencapai usia 2 tahun 9 bulan dan kemampuannya berkomunikasi semakin meningkat. Ia sudah mampu mengungkapkan perasaannya dengan menggunakan kalimat sederhana umpamanya “Yubi mau roti, tidak nasi…”. Bahkan ia bisa mengungkapkan perasaannya dengan mengatakan “Yubi marah …” dengan menunjukkan wajah marah atau dengan menangis.

Sekian dulu kisah tentang Yubi. Semoga menginspirasi Anda untuk menulis tentang anak Anda juga suatu kali.

Surabaya, 11 Maret 2020
Satria Dharma

Dokumentasi Foto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *