Senin, 23 Oktober 2018
Just another WordPress site
THE BEAUTIFUL LOVE EARTH

Sukabumi yang indah…
Acara kami pagi ini adalah ke Situ Gunung. Kawasan wisata alam Situgunung ini terletak di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Resort Situgunung, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Semula saya mau sewa mobil seharian ini sebelum berangkat ke Tasikmalaya. Tapi ternyata sewanya mahal dan naik Gocar jauh lebih murah. Toh Gocarnya bisa diminta untuk menunggu dan kita sewa lagi untuk kembali. Biayanya jatuhnya tinggal seperempatnya dibandingkan dengan sewa mobil. 😄

Kami beruntung bisa berkunjung ke Situ Gunung karena saya memang penasaran dengan keberadaan jembatan gantung (suspension bridge) yang baru dibangun di lokasi ini. Katanya sih ini jembatan gantung terpanjang di Indonesia. Bahkan jembatan gantung yang dibangun atas kerjasama Balai Besar TNGGP di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan PT Fontis Aqua Vivam ini pun diklaim sebagai terpanjang di Asia. 😄

Jembatan yang dibangun di atas pepohonan ini panjangnya mencapai 240 meter dengan lebar 2 meter. Serta dari permukaan tanah paling tinggi mencapai 161 meter.

Lantai jembatan ini menggunakan papan dari jenis kayu Merbau asal Papua. Jembatan ini menurut saya sangat aman karena kokoh dengan kapasitas sekali melintas jembatan gantung sebanyak 40 hingga 50 orang. Pengelola juga menempatkan para petugas di titik start, finish serta beberapa orang di sepanjang jembatan. Kita juga diberi harness jika sewaktu-waktu ada angin kencang atau gempa. Saya malah pingin lari-lari rasanya sementara istri saya takut ketinggian

Pemandangan yang ada masih alami, yaitu hutan hujan tropis pegunungan dataran tinggi dan kita bisa melihat sungai di bawahnya. Sungguh indah…! 👍😊

Sampai di ujung jembatan kita bisa meneruskan ke obyek wisata lain, yaitu Curug (air terjun) Sawer di aliran sungai Cigunung dan Danau Situgunung. Jalannya lebar, kokoh dan bagus dan terus menurun lumayan jauh. Saya bayangkan pasti kembalinya akan membuat kami kehabisan tenaga karena akan menanjak. Tapi untunglah ternyata ada ojek yang menawarkan untuk tumpangan bahkan sampai ke danau Situgunung. Hampir saja tadi saya menolak tawaran mereka dan pasti kami akan menyesal seandainya demikian. Jika tidak kami pasti akan kelelahan. 😄

Baca juga:  RAMADHAN DAY 28

Perjalanan ojek tersebut melalui jalan setapak yang hanya muat satu motor. Di sebelah kiri tebing yang tinggi dan sebelah kanan jurang yang dalam. Toh ojek ini melewatinya dengan ngebut. Soalnya kalau tidak ngebut tidak mungkin mereka bisa lewat karena jalannya mendaki dan menurun berkelok-kelok. Saya bayangkan alangkah ngerinya jika mereka berpapasan. 😬

Di Danau Situ Gunung kita bisa menyewa perahu atau rakit untuk menyusuri danau sampai di tengah. Pemandangannya sangat indah dan suasananya sungguh romantis. Apalagi saya memang datang bersama istri yang keromantisannya telah teruji selama dua puluh lima tahun. 😄

Balik dari Situ Gunung kami langsung check-out dari Maxone dan menuju ke Terminal Bis Sukabumi. Tidak ada kereta dari Sukabumi ke Tasikmalaya seperti yang kami perkirakan. Travel juga tidak ada jadi kami harus naik bis umum. Kalau mau naik bis langsung adanya jam 15:00 nanti. Tapi kami ingin lebih adventurous dengan naik bis umum secara estafet. Katanya kami bisa turun di Padalarang dan dari situ kami bisa naik bis lagi ke Tasik. Hayuk ajalah…! Bepergian dengan wanita cantik di sisi saya rasanya memang selalu oke sajalah. Bento….! 😄

Sukabumi, 29 September 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *