Rabu, 24 Juli 2019
Just another WordPress site
TERJEREMBAB DAN TERJERAT

 

Bismillahirrahmanirrahim….

Mengapa kita diminta untuk memulai segala pekerjaan kita dengan menyebut nama Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang? Mengapa bukan dengan nama Tuhan yang lain…?!

(Kenapa bukan dengan nama Giam Lo Ong, tanya Ahmad Rizali)

Think…think…think…!

 

MENGABADIKAN KEBENCIAN PADA UMAT LAIN

Jika kita amati maka kita akan melihat bahwa banyak umat Islam yang terjerembab dan terjerat dalam kebencian pada umat lain. Mereka jatuh dalam kebencian dan tidak bisa lepas darinya. Ah, mosok sih…?!

Pertama, umat Islam membenci orang kafir. Mengapa umat islam membenci orang kafir? Karena dulu umat Islam dibenci, dimusuhi, dinista, disiksa, dan mau dimusnahkan oleh orang kafir Quraisy dan sekutunya. Oleh sebab itu umat Islam sangat menderita oleh kebencian kaum kafir tersebut sehingga harus mengangkat pedang dan berperang untuk memerangi mereka balik. Umat Islam harus mempertahankan diri dari kebencian kaum kafir dan harus memerangi mereka. Jadi kayaknya wajar deh kalau umat Islam membenci dan memusuhi kaum kafir….dulu!

Kedua, umat Islam juga bersikap bermusuhan dengan umat Nasrani dan Yahudi. Itu karena dalam sejarahnya umat Islam juga dimusuhi oleh umat Nasrani dan Yahudi. Jadi sikap umat Islam pada waktu itu adalah sekedar membela diri dari perbuatan dan tindakan umat Nasrani dan Yahudi yang memusuhi dan mengkhianati mereka. Boleh dong kita balik membenci dan memusuhi mereka…dulu!

Ayat Alquran dan sejarah mengabadikan peristiwa itu. Tapi itu semuanya adalah sejarah yang telah berlalu. Sekarang tidak ada lagi orang kafir Quraisy dan suku-suku di sekitarnya yang memusuhi umat Islam. Mereka sebaliknya telah menjadi muslim sejak dulu sampai dengan sekarang.

Tapi anehnya, sekarang ini justru umat Islam yang membenci, memusuhi, menista, dan kalau bisa ya menyingkirkan kaum kafir dari sekitar mereka. Itu karena mereka tidak paham bahwa sejarah adalah pelajaran agar menjadi pelajaran umat Islam agar tidak terulang lagi. Ayat Alquran yang mencatat itu bukanlah bertujuan untuk mengajari umat Islam untuk membenci atau memusuhi kaum kafir dan umat Nasrani dan Yahudi, apalagi mengabadikannya sampai akhir jaman. Bukan itu tujuan dari diturunkannya ayat-ayat tentang pertikaian dan peperangan dengan kaum kafir, dan Ahli Kitab di jaman Rasulullah. Tidak ada ajaran Islam yang memerintahkan umat Islam untuk mengabadikan kebencian pada kaum mana pun. Ayat-ayat itu dimaksudkan oleh Tuhan agar kita belajar dari penderitaan, kesulitan, juga sekaligus ketabahan, daya juang, peran ajaran dan ketokohan Nabi beserta para sahabatnya, dan lain-lain. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari sejarah perjuangan Nabi ketika menyebarkan agama Islam. Tapi yang jelas bukan ajaran untuk membenci bangsa atau umat beragama mana pun, termasuk bangsa Yahudi dan umat Kristen. Sila baca ini di https://satriadharma.com/2017/04/07/sejarah-tidak-mengajarkan-untuk-membenci/

Baca juga:  SATU AGAMA ATAU BANYAK AGAMA?

MENGABADIKAN KEBENCIAN PADA SESAMA UMAT ISLAM

Setelah mengalami sejarah kebencian dan permusuhan dari umat lain, umat Islam yang telah menguasai Jazirah Arab kembali mengalami sejarah permusuhan dan peperangan. Kali ini dengan sesama muslim. Pertentangan tentang siapa yang selayaknya menjadi khalifah pengganti Nabi berkuasa telah memecah umat Islam menjadi dua kelompok besar, yaitu Sunni dan Syiah. Dan itu abadi sampai saat ini. Mereka saling membenci, menista, dan memusuhi, dan kalau bisa ya saling memerangi.

Permusuhan antar umat Islam ini telah dimulai sejak Khalifah Abu Bakar dan meningkat dengan terbunuhnya Khalifah Utsman oleh sesama umat Islam yang tidak setuju dengan kepemimpinannya. Permusuhan ini mencapai klimaksnya Ketika Khalifah Ali terbunuh.

Jadi jangan heran kalau umat islam Indonesia yang Sunni lalu membenci, memusuhi, menista, dan memerangi kaum Syiah. Bagi kita kaum Syiah itu bukan Islam, meski pun mereka bertuhankan yang sama, bernabikan yang sama, berkitabsucikan yang sama, berkiblat dan berhaji ke tempat yang sama. Namanya juga benci tanpa rindu.

Jadi kini umat Islam bertambah kelompok yang dibencinya. Pertama, kaum kafir di mana saja mereka berada. Kedua umat beragama Nasrani dan Yahudi, yang akhirnya dimasukkan dalam kelompok orang kafir sekalian agar lebih mudah membencinya. Ketiga, kaum Syiah yang enak aja mengaku muslim padahal membenci para sahabat Nabi.

MENCARI MUSUH BARU

Kekhilafahan bercorak dinasti setelah wafatnya Khalifah Ali juga dipenuhi oleh sejarah yang berisikan kebencian, permusuhan, dan saling memerangi sesama umat Islam yang berabad-abad usianya. Bahkan tumbangnya kekhilafahan terakhir di Turki oleh Mustafa Kemal Pasha yang sekuler membuat umat Islam membenci dan memusuhi Sekulerisme. Jadi sekarang umat Islam resmi memusuhi Sekulerisme. Umat Islam menambah satu lagi musuhnya.

Baca juga:  KEMENANGAN UMAT ISLAM

Umat Islam Indonesia itu unik. Mereka memusuhi Sekulerisme tapi memuji-muji Erdogan yang katanya ‘sangat Islami’ karena berupaya membuat Republik Turki kembali kepada Islam. Mereka tidak tahu atau tidak mau tahu bahwa negara Turki itu sekuler dan bangga dengannya. Umat Islam itu bermimpi bahwa suatu ketika Erdogan mendapat wangsit dan akan mengembalikan Turki pada sistem kepemerintahan khilafah di mana mereka pernah jaya. Padahal Erdogan berkali-kali menegaskan bahwa Turki akan tetap sekuler. So wake up and stop dreaming, Coy. Coba pikir bagaimana sakitnya rasanya mencintai presiden negara sekuler padahal kita membenci sekulerisme. Hanya umat Islam Indonesia yang bisa demikian.

Hanya itukah kebencian umat Islam? Tidak. Daftarnya masih panjang.

Umat islam Indonesia itu membenci komunisme karena punya sejarah buruk dengan PKI. Maka ini sekarang menjadi mainan bagi siapa saja yang ingin membangkitkan kemarahan umat Islam. Tempeli saja siapa orang atau kelompok yang tidak kita sukai dengan label PKI maka tanpa berpikir panjang umat Islam Indonesia akan membenci, memusuhi, menista, mengusir orang atau kelompok itu. Meski PKI itu jelas-jelas telah dilarang sejak dan mungkin tidak ada satu pun anggotanya yang masih hidup saat ini tapi kita masih mampu menciptakan musuh 15 juta PKI baru dalam benak kita. Nothing is impossible when we hate.

Semakin hari semakin canggih cara kita menciptakan musuh-musuh baru. JIL itu musuh baru yang lumayan tinggi ratingnya. Kenapa kok jaringan umat Islam sendiri dibenci dan dimusuhi? Karena mereka liberal. Liberal itu musuh Islam. Biar muslim kalau liberal ya musuh. Pokoknya kalau ada umat Islam yang kemlinthi dan omongannya sengak kayak yang nulis artikel ini beri saja dia stempel : Liberal. Insya Allah itu akan cukup efektif untuk membuatnya dibenci, dimusuhi, dinista, dan dimasukkan dalam kelompok : MUSUH ISLAM. Kapokmu kapan…!

Baca juga:  SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL : TUMBANGNYA AMBISI DUA NEGARA MELAYU

Siapa lagi yang perlu kita benci dan musuhi? Jangan kuatir. Kapitalisme itu juga patut kita musuhi. Siapa saja orang, kelompok, atau negara yang ideologi ekonominya Kapitalisme patut untuk dibenci dan dimusuhi. Para Kapitalis itu kerjanya menumpuk-numpuk harta dan tidak pernah berzakat. Mereka itu tidak takut azab Tuhan. Amerika sebagai representasi Barat yang menindas Islam juga sudah lama dimasukkan dalam daftar kelompok yang harus dimusuhi oleh umat Islam. Makanya jangan heran kalau para bombers itu suka sekali menyasar orang Amerika.

Selain itu ada sebagian umat Islam yang mengembangkan kebenciannya dan mlipir pada orang Cina. Mengapa? Mungkin karena mereka suka makan babi. Katanya babi itu enak padahal haram. Mereka juga menguasai perekonomian Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Minoritas kok menguasai mayoritas. Apalagi mayoritasnya itu umat Islam. Mbencekno kan…! Malah belakangan ini para pekerja kasarnya berbondong-bondong datang dari daratan Cina mengambil alih pekerjaan orang-orang pribumi. Kabarnya mereka kalau tidak segera dicegah masuk Indonesia jumlahnya bisa mencapai 200 jutaan orang. Asu tenan.

Nah, setelah melihat begitu banyaknya daftar musuh umat Islam yang harus dibenci dan dimusuhi lantas bagaimana kita ini bisa tidur nyenyak dan makan enak? Mbok ya mikiiiir…! katanya Cak Lontong.

Surabaya, 29 Juni 2018

Salam

Satria Dharma
https://satriadharma.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *