Sebuah potongan video tentang Felix Siauw yang berbicara (mengecam, tepatnya) Kemendikbud beredar di WAG dengan judul “BUBARIN AJA TUH KEMENDIKBUD”.
Saya lalu katakan bahwa informasi yang disampaikan oleh Felix itu menyesatkan.
Dengan informasi yang keliru video tersebut tidak mendidik dan jelas tidak bermanfaat bagi masyarakat. Tapi lalu dibela dan dikatakan bahwa sebaiknya diambil positifnya saja. Saya bilang kalau sebuah video berisi informasi yang salah dan menyesatkan dan tidak jelas apa pesannya selain untuk mengecam pemerintah lantas apa positifnya? 🤔
Jadi saya jelaskan apa yang salah dari video tersebut. Di situ Felix Siauw bicara tentang anggaran pendidikan yang 20% sebesar 600 T. Lalu dia bicara tentang PTN yang 184 sedangkan Muhammadiyah punya 171 padahal tidak dapat pembiayaan dari negara.
Saya tidak tahu apakah Felix Siauw ini memang awam soal anggaran pendidikan atau bagaimana? Mosok dia tidak tahu bahwa anggaran Pendidikan yang 20% dan katanya sejumlah 600 T itu BUKAN ANGGARAN UNTUK KEMENDIKBUD. Anggaran untuk Kemendikbud itu hanya 97,7 T tahun 2024 ini. Jadi bicara anggaran 20% sebesar 600 T yang dihubungkan dengan Kemendikbud itu entah karena ketidakpahaman Felix Siauw atau memang sengaja untuk menyesatkan masyarakat bahwa Kemendikbud mendapat anggaran pendidikan sebesar 600 T.
Jadi saya ulangi…
Anggaran untuk Kemendikbudristek pada tahun 2024 itu sebesar 97,7 T. Bukan 600 T. Dari sejumlah anggaran tersebut, sebesar Rp38.17 triliun dialokasikan untuk pendanaan wajib. Beberapa diantaranya adalah Program Indonesia Pintar (PIP) untuk jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, aneka tunjangan guru, tunjangan dosen, dan lain-lain.
Lalu berapa anggaran untuk pendidikan tinggi?
“Secara bersih, anggaran pendidikan tinggi yang dikelola Dirjen Dikti itu hanya 0,6% dari APBN atau sekitar 8,2 triliun rupiah. Pengelolaan anggaran sebesar itu pun harus dibagi antara PTN dengan PTS secara adil,” ungkap Hetifah. Jadi baik PTN mau pun PTS mendapatkan pembagian dana dari 8,2 T tersebut termasuk PT Muhammadiyah yang 171 itu tentunya. Apakah PT Muhammadiyah yang 171 itu tidak mendapatkan pendanaan dari Kemendikbud. Ya dapatlah…! Sok tau aja itu si Felix bilang gak dapat.
https://www.itb.ac.id/…/anggaran-pendidikan…/59324
Berapa sih jumlah perguruan tinggi di Indonesia ini? Ada sekitar 4004 PT di mana 184 adalah PTN. Sisanya yang 3820 adalah PTS. Dilansir dari Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS), jumlah mahasiswa di Indonesia di awal tahun 2023 mencapai 7,8 juta mahasiswa — Terdiri dari sekitar 3,3 juta mahasiswa di universitas negeri dan 4,4 juta mahasiswa di universitas swasta.
Jadi jumlah mahasiswa yang berkumpul di 184 PTN tersebut hanya berbeda 1,1 juta dengan yang berada di 3820 PTS di seluruh Indonesia. Tahu nggak PTN mana yang jumlah mahasiswanya paling banyak? PTN terbesar di Indonesia jumlah mahasiswanya lebih dari 1 juta mahasiswa. Padahal PTN terbesar kedua tidak sampai 60 ribu mahasiswanya. Sila cari sendiri infonya kalau penasaran.
Dari 184 PTN tersebut yang sudah berstatus PTNBH hanya 21 PTN. Dari 21 PTNBH tersebut TIDAK SEMUA menaikkan UKT-nya. Ada 7 PTNBH yang tidak menaikkan UKT-nya. Jadi yang menaikkan UKT hanyalah 14 PT dari 4004 PT se Indonesia. Tapi ributnya seolah dunia pendidikan Indonesia ini sudah hancur-hancuran, masa depan anak bangsa terancam suram, dan Kemendikbud harus dibubarkan. 😂
Tapi ya memang beginilah Indonesia…
Gak rame kalau gak mengecam pemerintah meski pun ngawur. 😎
Balikpapan, 8 Juni 2024
Satria Dharma