Bintang film Matrix Keanu Reeves ditinggalkan oleh ayahnya pada usia 3 tahun dan tumbuh dengan 3 ayah tiri yang berbeda. Dia menderita disleksia. Mimpinya menjadi pemain hoki hancur karena kecelakaan serius. Putrinya meninggal saat lahir. Istrinya meninggal dalam kecelakaan mobil. Sahabatnya, River Phoenix, meninggal karena overdosis. Kakak perempuannya berjuang melawan leukemia. Sulit untuk mengatakan ia memiliki kehidupan yang berbahagia.
Pada tahun 2010, di hari ulang tahunnya, Keanu masuk ke toko roti & membeli brioche dengan sebatang lilin, memakannya di depan toko roti, dan menawarkan kopi kepada orang-orang yang berhenti untuk berbicara dengannya.
Ia tidak punya pengawal juga tidak punya rumah mewah. Keanu tinggal di apartemen biasa dan suka berkeliling kota dan sering terlihat naik kereta bawah tanah di NYC, bukan naik mobil mewah. Padahal Keanu Reeves memiliki total kekayaan bersih $380 juta atau sekitar 5,6 T dari hasil bermain film.
Ketika dia sedang syuting film “The Lake House,” dia mendengar obrolan dua asisten kostum, salah satunya menangis karena dia akan kehilangan rumahnya jika dia tidak membayar $20.000 ke bank. Pada hari yang sama, Keanu menyetorkan jumlah yang diperlukan ke rekening banknya. Dalam karirnya, ia telah menyumbangkan sejumlah besar uang ke rumah sakit termasuk $75 juta dari penghasilannya dari “The Matrix” untuk amal. Itu setara dengan Rp. 1,2 trilyun…! 😳
Ketika film sekuel-sekuel film The Matrix ikut meledak, Keanu membagikan US $80 juta (Rp1,12 triliun) dari total US $114 juta honor dan bonusnya ke seluruh kru tim Matrix.
“Film ini tak akan pernah bisa dibikin tanpa kerja keras mereka. Jadi selayaknyalah mereka mendapatkan bonus yang layak,” ucap Keanu. Demikian juga dengan film-film yang lain. Keanu hampir tidak pernah menerima honornya utuh. Pasti dia akan membagi-bagikannya ke orang yang dianggapnya membutuhkan.
“Uang tidak memiliki arti apapun bagi saya. Saya telah mendapatkan banyak uang, namun saya ingin menikmati hidup dan tidak mau membuat diri saya menjadi tertekan dalam membangun kekayaan” demikian pernyataan Reeves.
Pada tahun 1997 beberapa paparazzi menemukannya berjalan pada suatu pagi ditemani seorang pria tunawisma di Los Angeles. Keanu mendengarkannya dan berbagi kehidupannya selama beberapa jam.
Dalam hidup, terkadang orang yang paling hancur hatinya adalah orang yang paling bersedia membantu orang lain.
Keanu Reeves bisa membeli segalanya dengan penghasilannya, dan sebaliknya setiap hari dia bangun dan memilih satu hal yang tidak bisa dibeli: Menjadi pribadi yang peduli pada orang-orang yang membutuhkan.
Menyumbangkan hampir semua penghasilan yang begitu besar untuk amal dan memilih hidup sederhana adalah tirakat para sufi yang memilih menjauh dari dunia. Saya jelas tidak bisa mengikuti tirakatnya Keanu Reeves ini. Lha wong saya ini kalau dapat uang agak besar sedikit langsung ingat lezatnya sate dan gule kambing. Membayangkan punya uang puluhan milyar saja sudah membuat saya berkhayal yang bukan-bukan kayak Gombloh. Apalagi sampai trilyun…. 😁
Balikpapan, 9 Juni 2024
Satria Dharma