Rabu, 24 September 2020
Just another WordPress site
GENETIK ATAU PENYAKIT?

Sumber foto: http://intisari-online.com/

Saya pernah punya teman yang termasuk tipe playboy. Setiap kali kenal gadis agak bening atau seksi ia selalu berupaya untuk mendekatinya. Tidak peduli si cewek sudah punya suami atau belum, punya anak atau tidak, SPG atau guru, kalau dia suka maka ia akan berupaya memikatnya. Ia akan menggunakan semua kapasitas dirinya untuk bisa menaklukkan hati si gadis. And he’s pretty good at seducing. Reputasinya soal percewekan lumayan notorious (atau famous ya?). Pokoknya hari-harinya tidak lepas dari upaya untuk menaklukkan perempuan. Ia bisa berpacaran dengan 3 atau 4 perempuan sekaligus. Kelakuannya ini tidak berhenti ketika ia punya istri (yang cukup cantik) dan beberapa anak. Prilaku haus perempuan ini agak laten dan tetap saja terbawa sampai ia berusia late fifty. Dan repotnya ia bangga dengan ‘kemampuan’nya menaklukkan perempuan dan tidak segan-segan menunjukkan ‘mangsa’nya pada teman-temannya. Ia seperti ingin ‘show off” dengan setiap gadis yang berhasil masuk dalam jeratannya (yang kadang seusia dengan anaknya). Sebagian teman ada yang jengkel dengan sikap ‘show off’ nya dan sebagian ada juga yang diam-diam kagum dengan kompetensinya dalam hal menggaet perempuan.

Bagaimana menurut Anda? Apakah kita sepakat bahwa prilaku suka main perempuan dan berselingkuh ini termasuk PENYIMPANGAN? Lalu apakah penyimpangan ini termasuk genetik atau penyakit? Jika penyakit tentunya ini masuk dalam kategori penyakit jiwa ya? Lantas jika itu penyakit bagaimana mengobatinya ya?

Seorang teman yang saya anggap sangat konservatif soal main cewek dan selingkuh ketika saya ajak mendiskusikan kelakuan teman ini memberikan pendapat yang sangat menarik. Dia bilang bahwa sebetulnya semua pria ya punya ‘gen’ suka main perempuan dan berselingkuh. “Sampeyan juga sama.” sodoknya sambil tersenyum tipis. “Sialan…! Kok tahu aja.” pikir saya. “Kita tidak melakukannya sebenarnya bukan karena kita tidak punya keinginan atau kecenderungannya. Kita semua punya dorongan untuk menyimpang. Termasuk para pendeta dan kyai. Kita tidak melakukannya karena banyak faktor yang menghalangi atau menghentikan kita melakukannya.” sambungnya. “Kalau kamu jelas karena takut sama istrimu, ya kan…?! Kalau dia kan gak punya rasa takut.” lalu kami pun tertawa ngakak bareng-bareng.

Baca juga:  KRITIS ATAU KHIANAT?

Bagaimana menurut Anda? Apakah sebagai laki-laki Anda TIDAK PUNYA keinginan atau kecenderungan untuk main perempuan atau berselingkuh? Apakah Anda punya GEN asli dan murni anti main perempuan dan berselingkuh sehingga tidak perlu berupaya untuk tidak melakukannya? Apakah jiwa Anda benar-benar suci dan murni anti main perempuan dan berselingkuh? Apakah Anda sama sekali jauh dari ‘ penyakit jiwa’ tersebut? Jika Anda PUNYA keinginan dan kecenderungan untuk main perempuan dan berselingkuh lantas apa yang menghalangi atau menghentikan Anda untuk melakukannya? I know it must be hard…and sometimes it is very…very hard!

Setelah memikirkannya dalam-dalam sekarang saya tidak berani menghakimi teman yang playboy tadi. Saya jadi jatuh kasihan padanya. Mungkin… ya mungkin saja ada jauh di dalam lubuk hatinya untuk ‘going straight’ setia pada satu perempuan, istrinya. Tapi dorongan dan kecenderungannya terlalu kuat untuk ia lawan sehingga ia selalu menyerah pada keinginan menyimpang tersebut.Saya tentu tidak tahu bagaimana perjuangannya untuk melawan penyimpangan tersebut. Saya hanya bisa berharap suatu saat ia akan mampu melawan dorongan dan kecenderungannya untuk berzinah dan berselingkuh dan berhenti total. Bertobat, istilah populernya (tapi tidak akademik).

For me…?!
I’m just lucky…
I’m just lucky…

Surabaya 1 Maret 2016

Salam

Satria Dharma
https://satriadharma.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *