Senin, 14 Juli 2020
Just another WordPress site
Tahukah kita…?!

Tahukah kita…?!
Semakin banyak harta yg kita kumpulkan semakin banyak pula kita menginginkannya dan semakin banyak kita menghendaki tambahan…

Kita selalu ingin lebih dan lebih…
Semakin tinggi jabatan kita semakin tinggi pula jabatan yg kita inginkan. Semakin besar kekuasaan yg kita miliki semakin haus kita akan kekuasaan lain yg lebih besar lagi.

Semakin cepat kita menyingkat waktu perjalanan semakin banyak kita mengeluh karena keterlambatan…

Kita naik jet dari Surabaya ke Jakarta hanya dalam waktu sejam yg dulunya mungkin ditempuh berbulan-bulan dengan penuh kesukaran dan perjuangan hidup dan mati. Setelah sampai di Jakarta dengan pakaian yg masih licin dan parfum yg masih wangi kita turun sambil mencaci-maki penerbangan karena delay beberapa puluh menit.

Semakin kaya kita semakin banyak kita mengeluh. Kita mengeluhkan rumah kita yg rasanya kurang besar, mobil yg semakin tua, sepeda motor yg kurang besar cc-nya, perabotan rumah yg nampak kuno, kamar yg terasa kurang sejuk, liburan yg kurang seru, dll.

Sesungguhnya…
Kebahagiaan letaknya di hati dan bukan di angka rekening tabungan, harta benda, atau karir yg kita kejar setiap hari. Kebahagiaan tidak ditentukan oleh bertambahnya kekayaan materi. Itu sebabnya seorang milyuner mungkin saja bunuh diri karena menderita jiwanya sedangkan seorang ahli ibadah yg hidup sangat sederhana berseri-seri wajahnya dan hidup dengan penuh kebahagiaan dan ketenangan batin.
Seorang milyuner mungkin semakin kaya semakin takut bertemu dengan manusia karena takut dimintai secuil kekayaannya sedangkan manusia yg tidak memiliki harta malah selalu suka membantu sesama.

Jadi…
Mari kita mencari kebahagiaan jiwa dan batin.
Mari kita mulai mensyukuri setiap nikmat yg kita peroleh. Karena setiap udara yg kita hirup dan masukkan ke dada kita pada hakikatnya adalah pemberian yg sangat berharga. Karena setiap butir nasi setiap teguk air yg kita masukkan ke perut kita adalah karunia yg patut kita syukuri.
Mari kita belajar bersabar terhadap berbagai hal yg tidak kita sukai dan inginkan.
Karena kebahagiaan tempatnya adalah di hati yg penuh rasa syukur dan ikhlas.

Baca juga:  JUSUF KALLA DAN UNASNYA YANG SESAT

Semoga kita semua mendapatkan kebahagiaan yg memang semestinya kita tuju dalam hidup ini dan pada kehidupan di akhirat kelak. Amin…!

Surabaya, 27/8/13

Salam

Satria Dharma
https://satriadharma.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *