Rabu, 24 Juli 2019
Just another WordPress site
Nima Arkani-Hamed dan String Theory

Kenalkan, Nima Arkani-Hamed, seorang saintis ganteng, masih muda tapi prestasinya begitu top markotop. Nima adalah seorang ahli fisika berdarah IRAN dari ortu ahli fisika juga. Nima diangkat menjadi full professor di Harvard pada usia 30 tahun! Universitas Princeton begitu tergiur dengannya sehingga mem’bajak’nya sehingga Nima pindah menjadi seorang professor di Princeton dimana Albert Eistein pernah menjabat sebagai guru besar dari 1933 sampai 1955.

Kalau Anda pernah dengar String Theory dalam Fisika (saya sendiri tidak tahu apa-apa tentang teori ini) yang mengatakan bahwa segala benda di dunia semuanya (hampir) merupakan struktur string yang kecilnya tak terhingga. Dari sini dapat membentuk banyak ruang yang tidak sama yang
kecilnya tak berisi, dan besarnya tak terhingga. Ruang-ruang ini kemungkinan eksis di tempat dan waktu yang sama, namun kita tidak bisa mengetahuinya.

Sebelumnya para ilmuwan meyakini bahwa benda terkecil dalam jagad ini adalah partikel. Lalu muncul ‘String Theory’ ini. Agar ‘string’ ini wujud ia harus bergerak dalam 11 dimensi ! Jadi kalau selama ini kita hanya mengenal kehidupan yang tiga dimensi (dan satu lagi yang disebut dimenasi waktu), bersiap-siaplah untuk mengenal 7 dimensi lainnya. 🙂

Seperti teori lainnya, String Theory juga digugat karena dianggap tidak bisa dibuktikan karena ‘string’ tersebut dianggap jauh lebih kecil ketimbang partikel yang pernah ditemukan. Tapi Nima Arkani-Hamed bilang bahwa percobaan di Large Hadron Collider (kalau mau tahu tentang ini
sila cek ke Om Gugel) mungkin bisa membuktikan adanya ‘string’ ini atau paling tidak bisa memberikan BUKTI TIDAK LANGSUNG dari keberadaannya.Pusing kan…?! ?

Saya jadi ingat Kang Bambang Sumintono PhD yang mencoba menerangkan “String Theory” pada para guru dalam workshop Klub Guru di Surabaya beberapa waktu yang lalu. Terus terang saya tertawa geli dalam hati. “Dasar PhD!”, dalam hati saya. “Lha wong guru kelas kok mau diajari hal
‘musykil’ macam begitu!”

Baca juga:  Guilin Tour (Bagian 2) : Beautiful Nanning

Sila baca selanjutnya di :
http://www.cnn.com/2008/TECH/05/09/physics.nima/index.html
http://www.esi-topics.com/brane/interviews/DrNimaArkani-Hamed.html
http://lovedago.wordpress.com/2008/03/13/ada-harapan-ilmuwan-menemukan-ruang-tersembunyi-alam-semesta/

Salam
Satria

Gambar diambil dari http://commons.wikimedia.org/wiki/Image:NimaArkaniHamed.jpg

0 tanggapan untuk “Nima Arkani-Hamed dan String Theory”

  1. Agus Windyarto berkata:

    Saya Anggota Dewan Pendidikan Kota Jakarta Barat, saya slalu membaca tulisan-tulisan Pak Satria, saya ingin belajar banyak dari bapak specially about english.How to upgrade my english ? String Theory What is that ?

  2. satriadharma berkata:

    Salam kenal Pak Agus. Terima kasih telah membaca tulisan-tulisan saya.
    Ini ada advis jika ingin meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris.
    http://groups.yahoo.com/group/trainersclub/message/42093

    Semoga bermanfaat
    Salam
    Satria

  3. Haryanto Siahaan berkata:

    Salam Pak Agus dan Pak Satria,

    Saya baru nemu nih site.. Teori string adalah slh satu disiplin ilmu fisika (belum terbukti benar) yg berusaha menjelaskan teori Einstein (relativitas umum) dan teori kuantum (ilmu dalam mempelajari benda yg sangat kecil, misal orde nanometer, 1 meter dibagi semiliar) dalam satu kerangka kerja. Orang percaya bahwa fisika yg mengatur alam ini adalah tunggal dalam semua orde, namun teori Einstein hanya valid utk alam dalam skala besar, dan kuantum sebaliknya; kecil. Menurut hemat saya, salah satu syarat untuk sebuah teori baru yg baik dan revolusioner adalah ia berangkat dari sebuah sudut pandang yg berbeda, dan ini dipenuhi oleh teori string terlepas dari segala kekurangan dukungan data eksperimennya. Teori ini mengatakan bahwa benda terkecil yang menyusun alam ini bukan partikel titik, tetapi tali – Inggrisnya: string. Matematika dalam teori ini cukup rumit, tetapi unik, cantik, dan menantang..
    lebih jauh mungkin bisa lihat tulisan saya dalam forumsains:
    http://www.forumsains.com/artikel/terkaan-aldacena-batu-rosetta-dalam-hep-th/

    Salam,
    Haryanto M. Siahaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *