Oktober 5, 2022

0 thoughts on “AMANAT

  1. Pak Satria,

    Mudah2an niatnya untuk ikut “meluruskan” banyak hal yang tidak pada tempatnya. Kalau ada yang berkeinginan memperbaiki dan “merasa” mempunyai kemampuan, tidak ada salahnya untuk ikut mencoba dan didukung kan Pak ?. Kalau semua yang maju yang niatnya tidak baik, masyarakat tidak punya pilihan, sudah bisa dipastikan yang menjabat nantinya salah satu dari yang niatnya tidak baik tersebut 🙂

    Salam.. Defnil.

  2. Kenyataan banyak orang yang tidak memahami makna ‘amanah’ itulah yang selalu menyedihkan. Sikap pejabat yang sebenarnya pelayan rakyat, pengabdi, eh eh, malah banyak yang keterlaluan. Lebih sedih lagi, budaya kita yang terlalu menghormati pejabat-pejabat tsb kadang-kadang tidak pantas. Padahal mereka itu siapa sih. Kita sama-sama manusia kan? Sama-sama ciptaan Allah! Kita hanya beda peran saja.
    Benar juga Defnil, bagi mereka-mereka yang masih percaya diri bisa pegang amanah, ayo deh jadi pemimpin.
    Toh, kalau pada prosesnya dilengserkan, ngga apa-apa kok. Toh niatnya jadi pemimpin untuk berbuat kebaikan.
    Ih, sering sebel deh ngeliat pejabat yang tidak tahu diri.

  3. Sepakat Pak! Bupati Gamawan Fauzi memang seharus didorong oleh
    masyarakat untuk menjadi Gubernur Sumbar. Beliau orang yang jujur dan
    kapabel. Dengan menyatakan bahwa ia tidak bersedia untuk membayar
    sepeser pun menunjukkan bahwa ia tulus dan tidak memanipulasi rakyat
    dengan uangnya. Itu intinya, Pak! Kita harus terus berusaha untuk
    mencari orang-orang seperti Gamawan Fauzi tersebut di Kaltim dan di
    mana pun di Indonesia.
    Salam
    Satria

  4. @Defnil
    Pada jaman Khulafaur Rasyidin para sahabat menolak untuk dijadikan
    pemimpin. Tapi toh pemimpin tetap dapat dipilih dari mereka. Pemimpin
    yang dipilih dan ditunjuk bukanlah mereka yang menguber-uber jabatan
    dan menggunakan berbagai cara untuk memperolehnya. Kepemimpinan adalah amanat yang seyogyanya diberikan pada mereka yang benar-benar memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk memenuhinya. Kepemimpinan bukanlah jabatan dan kesempatan yang harus dikejar dengan menggunakan berbagai cara. Itu intinya.
    Salam
    Satria

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.