Dunia hiburan internasional hari ini tidak lagi bisa mengisolasi diri dari jeritan realitas global. Panggung megah yang biasanya hanya diisi oleh gemerlap lampu dan sorak-sorai hiburan, kini kian sering menjelma menjadi mimbar protes kemanusiaan.
Aksi paling segar dan berani datang dari rapper asal Amerika Serikat, Macklemore. Naik sebagai salah satu penampil pembuka dalam konser stadion dunia Ed Sheeran di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey pada Jumat, 4 September 2026, Macklemore dengan lantang menggebrak kenyamanan puluhan ribu penonton. Ia menyerukan satu pesan yang membakar atmosfer stadion: “Free Palestine!” Sungguh mengejutkan…! 👍😁
Di hadapan sekitar 80.000 pasang mata, Macklemore secara blak-blakan membongkar alasan utamanya menerima pinangan untuk bergabung dalam tur raksasa tersebut.
“Alasan terbesar mengapa saya ingin ikut serta dalam tur ini sejak awal adalah agar saya bisa berdiri di stadion-stadion besar seperti ini, dan meneriakkan dua kata yang sangat dekat di hati saya: Free Palestine!” serunya, disambut riuh penonton.
Menurut laporan situs berita Ynet, rapper pemenang Grammy ini menegaskan solidaritasnya yang tak berjarak. “Saya ingin warga dari Gaza hingga Tepi Barat yang diduduki tahu bahwa kami tidak melupakan mereka,” cetusnya. “Saya percaya setiap manusia di bumi ini berhak mendapatkan kebebasan yang sama — merasakan keselamatan dan kedamaian sebelum mendengar suara kekerasan, serta mendengar tawa di taman bermain sebelum suara pesawat dan bom.”
Macklemore menegaskan bahwa rasa takut akan hilangnya popularitas atau kenyamanan karier tidak akan sanggup membungkam nuraninya. Selain meneriakkan pembebasan untuk Palestina, ia juga menyuarakan solidaritas bagi Kuba, Kongo, Sudan, dan Iran, sembari mengecam keras Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai AS (ICE) sebagai organisasi yang meneror kemanusiaan. Salut dan dua jempol untuknya…! 🙏😁
Puncaknya, ia membawakan lagu protes anti-apartheid miliknya yang terkenal, “Hind’s Hall”. Di layar raksasa belakang panggung, visual berganti menjadi rekaman memilukan dari Gaza yang bersanding dengan cuplikan demonstrasi pro-Palestina sedunia.
Langkah berani ini seketika memicu gelombang polarisasi. Sebagian besar penonton menyambutnya dengan sorak dukungan yang membahana, namun di sudut lain, sejumlah penonton asal Israel serta kelompok Yahudi-Amerika mengecam keras. Mereka merasa “dijebak” dan menganggap panggung musik telah dikotori oleh propaganda politik.
Bagaimana opini Anda? Apakah aksi Macklemore menyuarakan keadilan di tengah-tengah konser musik komersial seperti ini merupakan tindakan yang tepat dan heroik? Ataukah Anda sepakat dengan suara penonton yang merasa panggung hiburan harus steril dari isu-isu geopolitik (dan ikut barisan kelompok Israel)?
BARISAN SENIMAN PENJAGA NURANI
Macklemore tidak sendirian. Ia adalah bagian dari eksodus besar para pesohor dunia yang menolak tunduk pada tekanan industri. Hebatnya, banyak di antara mereka yang tetap bersuara lantang meskipun harus menghadapi risiko super besar di Hollywood: pemutusan kontrak, didepak agensi, hingga masuk daftar hitam (blacklist). Tapi mereka tak gentar membela kebenaran dan melawan kejahatan Israel meski apa pun resikonya…
Berikut adalah barisan artis, musisi, dan model dunia yang konsisten berdiri tegak membela Palestina:
Aktor & Aktris Film Dunia:
Mark Ruffalo: Pemeran Hulk di Marvel Cinematic Universe ini merupakan salah satu motor penggerak paling vokal. Tak sekadar bersuara di media sosial, ia konsisten memakai pin Artists4Ceasefire di karpet merah Oscar dan aktif memimpin gerakan boikot terhadap institusi seni yang mendanai pendudukan Israel.
Susan Sarandon: Aktris legendaris pemenang piala Oscar ini berkali-kali turun langsung ke jalanan New York. Akibat keberaniannya berpidato membela Gaza, ia didepak oleh agensi utamanya di Hollywood (UTA) dan di-blacklist dari berbagai proyek rumah produksi. Namun, ia tidak mundur selangkah pun.
Javier Bardem & Penélope Cruz: Pasangan aktor papan atas pemenang Oscar asal Spanyol ini telah berani mengkritik agresi Israel sejak 2014. Bardem secara terbuka menyebut situasi di Gaza sebagai genosida dan dengan bangga mengenakan keffiyeh di karpet merah Emmy Awards.
Melissa Barrera: Bintang utama film Scream ini secara kontroversial dipecat dari sekuel Scream 7 karena membela Palestina di media sosialnya. Alih-alih meratap, ia justru mendirikan perusahaan produksinya sendiri yang didedikasikan untuk mewadahi karya para seniman pro-Palestina.
Angelina Jolie: Sebagai mantan utusan khusus PBB (UNHCR) selama lebih dari dua dekade, Jolie menggunakan pengaruh masifnya untuk mengecam blokade bantuan kemanusiaan ke Gaza dan menuntut perlindungan mutlak bagi anak-anak Palestina.
Jenna Ortega & Nicola Coughlan: Mewakili generasi muda, bintang seri Wednesday (Jenna Ortega) dan bintang Bridgerton (Nicola Coughlan) sangat vokal memanfaatkan pengaruh media sosial mereka untuk menggalang dana bantuan medis bernilai jutaan dolar bagi warga Gaza.
Cillian Murphy & Joaquin Phoenix: Dua aktor watak pemenang Oscar ini aktif bergabung dalam kampanye global, termasuk gerakan kolektif video Together for Palestine guna mendesak gencatan senjata permanen.
Musisi & Penyanyi Internasional:
Dua Lipa: Diva pop dunia asal Inggris-Albania ini berulang kali menegaskan posisinya. Ia secara terbuka menyatakan siap menghadapi segala bentuk kritik dan serangan balik dari industri demi menyuarakan penderitaan anak-anak di Gaza.
The Weeknd (Abel Tesfaye): Tidak sekadar berteori, musisi Kanada ini mendonasikan dana pribadi yang sangat fantastis, mencapai $2 juta dolar AS (sekitar Rp31 miliar) dari yayasan kemanusiaannya untuk mendanai bantuan pangan darurat di Gaza.
Roger Waters (Pink Floyd): Sang legenda rock hidup. Waters adalah ikon senior di dunia musik yang paling radikal dan konsisten membela hak-hak warga Palestina selama puluhan tahun lewat panggung-panggung konsernya di seluruh dunia.
Kehlani: Penyanyi R&B asal AS ini menggunakan video musiknya (seperti lagu “Next 2 U”) untuk mengibarkan bendera Palestina secara eksplisit, serta merilis merchandise khusus yang seluruh keuntungannya disalurkan untuk keluarga pengungsi di Gaza.
Billie Eilish: Solois muda ikonik pemenang Grammy ini secara konsisten mengenakan pin solidaritas Gaza di berbagai ajang penghargaan besar dan menyatakan tidak takut meskipun kariernya diancam oleh para pemodal besar.
Dunia Mengalir Lewat Ranah Modis:
Gigi Hadid & Bella Hadid: Sebagai supermodel dunia keturunan Palestina dari sang ayah, kakak-beradik ini merupakan lambang perlawanan estetis. Bella Hadid bahkan kerap mengenakan gaun bermotif Keffiyeh tradisional di Festival Film Cannes, memastikan mata internasional dipaksa melihat dan mengingat bahwa budaya serta bangsa Palestina menolak untuk dihapuskan.
Ketika politik internasional kerap lumpuh oleh diplomasi meja makan, barisan seniman ini mengingatkan kita akan satu hal: panggung popularitas barulah berharga ketika ia digunakan untuk menyuarakan mereka yang tak bisa bicara.
Bagaimana dengan kita?
Surabaya, 7 September 2026
Satria Dharma