Kadang-kadang penjual di toko di luar negeri itu melakukan kecurangan dan penipuan terhadap pembelinya. Apalagi kalau dia melihat bahwa pembelinya perempuan yang tampak lemah dan tidak berdaya membela diri. Istri saya beberapa kali mengalami hal semacam ini. Tapi mereka keliru kalau mengira istri saya yang wajahnya tampak lembut itu mudah mereka tipu atau takut-takuti. You got wrong person, man.
Suatu ketika di Kuala Lumpur istri saya dan adiknya berbelanja di sebuah toko yang dijaga oleh seorang laki-laki yang entah keturunan India, Pakistan, atau Bangladesh. Istri saya memberikan uang dengan nominal 100 ringgit. Semestinya kembaliannya sekitar 70 sekian ringgit. Tapi oleh si penjaga istri saya hanya diberi 20-an ringgit yang artinya kurang 50 ringgit. Ketika diminta kekurangannya si penjaga bilang bahwa uang istri saya hanya 50 ringgit, bukan 100 ringgit. Ia lalu membuka lacinya dan menunjukkan uang 50 ringgit yang ada di lacinya dan mengatakan bahwa itulah uang istri saya tadi. Istri saya tentu saja tidak terima. Ia tahu betul bahwa ia memberi pelayan tersebut uang 100 RM. Mereka pun bertengkar dengan bahasa masing-masing dan si pelayan berusaha untuk mengacuhkan istri saya sambil berusaha meladeni pembeli lain yang antri di belakang istri saya. Tapi istri saya bersikeras dan pembeli di belakangnya juga tidak mau diladeni sampai urusan dengan istri saya selesai.
Si penjual tetap ngotot bahwa uang istri saya hanya 50 RM sambil menunjukkan uang di lacinya tadi. Istri saya akhirnya kehilangan kesabaran dan berkata, “Kalau kamu tidak mau kembalikan uang saya, saya akan panggil polisi sekarang juga.”
Tampaknya si pelayan paham apa yang dimaksud oleh istri saya meski pun jelas ia tidak paham Bahasa Indonesia. Ia tampaknya sadar bahwa istri saya akan benar-benar melaksanakan ancamannya jika ia tidak mengembalikan uang istri saya. Dengan segera ia menarik laci lain dan mengeluarkan uang 100 RM, yang merupakan uang istri saya sebelumnya, dan menyerahkannya pada istri saya. Resiko dilaporkan polisi jelas membuatnya jerih dan ia jelas tahu apa konsekuensi yang akan ia terima jika itu terjadi.
Hari itu ia gagal menipu pembelinya karena salah duga dengan mangsanya. Istri saya memang kecil tubuhnya, lembut kata-katanya, dan manis senyumnya, tapi she is no easy prey. She can become a lion when needed. 😎
Kejadian lain ketika ia umroh bersama tantenya. Ketika di Madinah mereka ke pasar dan berbelanja barang yang ditawarkan dua buah 50 riyal. Istri saya tertarik dan memberikan uang 100 riyal pada penjualnya. Si penjual tampaknya mau menipu dan tidak memberikan kembaliannya 50 riyal. Ketika diminta dia bilang memang harganya satu 50 riyal, jadi kalau dua ya 100 riyal. Istri saya tentu tidak terima diakali demikian. Ia lalu bilang tidak jadi beli kalau begitu dan minta uangnya dikembalikan. Si penjual tidak mau tahu dan pembelian sudah terjadi, Ia ngeloyor tidak mau meladeni istri saya yang meminta balik uang kembaliannya yang 50 riyal.
Maka keluarlah singa dalam istri saya. “Roaarrrr…!” 😬
Ia lalu mengangkat tumpukan barang yang ada di depannya dan berkata, ”Kalau uang kembalian saya 50 riyal tidak diberikan saya lemparkan barang-barangmu ke jalanan.” Tentu saja dalam Bahasa Indonesia karena istri saya tidak bisa berbahasa Arab. Ana ndak iso coro Arab… Si penjual pura-pura tidak peduli dan mungkin ia pikir istri saya yang kecil dan mungil itu tidak akan berani melakukan tindakan apa-apa. Ia melengos saja.
Dengan sigap istri saya lalu melemparkan tumpukan pakaian yang ia pegang di tangannya ke jalanan. Tumpukan pakaian itu berhamburan di jalanan. Si penjual kaget tapi ia diam saja. Ia pikir mungkin hanya itu yang akan dilakukan oleh istri saya. Atau ia mungkin shock dengan tindakan istri saya. Istri saya lalu mengambil lagi tumpukan pakaian lain dan bilang, “Uang kembalian saya mau diberikan nggak?” Karena si penjual tampak diam saja maka tumpukan pakaian itu kembali dilempar ke jalanan berhamburan. Istri saya lalu mengambil tumpukan lain dan mengancam lagi. Kali ini si penjual pucat dan sadar bahwa this small lady is actually a lion. Ia dengan cepat mengambil uang 50 riyal dan memberikannya ke istri saya. 😂
Setelah menerima uang kembaliannya istri saya lalu pergi dan menggandeng tantenya yang gemetaran melihat aksi gagah berani istri saya tersebut. Ia tidak pernah menyangka bahwa keponakannya yang tampak lembut dan sabar ini ternyata menyimpan singa garang dalam tubuhnya yang mungil. Don’t mess with her… 😎
Apakah istri saya pernah menjadi singa di hadapan saya? Oh, tidak…! Saya tidak akan pernah membiarkan kesingaannya muncul di hadapan saya. I don’t need no lion at home. I prefer Hello Kitty. Jangankan 100 ringgit atau 100 riyal, 1000 poundsterling pun akan saya beri agar ia tidak macak singa. Ngono lho, bro… 😁
Balikpapan, 26 Oktober 2024
Satria Dharma