Para pembenci keluarga Jokowi yang meributkan Fufufafa itu sebenarnya punya harapan dan mimpi yang sama. Apa itu…?! Yaitu agar akun Fufufafa diusut, disidik, diselidiki, dibongkar sampai ke akar-akarnya oleh pihak kepolisian dan BIN dengan menggunakan semua perangkat canggih dan tenaga ahli mereka sampai akhirnya Gibran tidak bisa mengelak lagi. Gibran semula akan bersembunyi seperti biasa tapi akan terus diuber, tersudut, terjebak, tergagap-gagap dan akhirnya mengaku. Allahuakbar….! Pada akhirnya Tuhan berpihak pada mereka yang teraniaya. Dan mereka yang selama ini berdosa, bersalah, dan para cecunguk yang membelanya akan terkena balasan yang setimpal. Mereka yang membela akan gagu dan tak mampu berkata-kata dan melipat ekornya. Kebenaran pada akhirnya akan menang. Keadilan ditegakkan dan kedamaian dunia akan pulih kembali. And they live happily ever after… Takbir….!!! 😎
Tapi mereka sebenarnya terbagi menjadi dua: Pertama, yang tahu dan paham bahwa untuk menjadikan Fufufafa ini menjadi kasus yang bisa diselidiki oleh kepolisian maka harus pihak yang dirugikan atau yang dihina, dalam hal ini adalah Prabowo, yang harus melapor sendiri. Bukan orang atau pihak lain. Mereka paham dan berharap di suatu hari ketika Prabowo sedang suntuk, tidak enak hati, dan uring-uringan tiba-tiba mengingat kasus Fufufafa ini lalu meradang dan menerjang memanggil Kepala Kepolisian menghadap ke padanya (sebagaimana Megawati menginginkannya) dan memerintahkan agar akun Fufufafa ini diusut dan dibongkar siapa pemiliknya dan akan dibawa ke meja hijau. Ini akan menjadi hari kebahagiaan mereka yang menginginkan Gibran dipermalukan. Best day in their life…ever. 😁
Yang kedua yang tidak tahu bahwa agar pihak kepolisian turun tangan maka harus Prabowo sendiri yang melapor. Mereka pikir bahwa jika isu Fufufafa ini membuat banyak orang resah, gelisah dan ribut maka sudah selayaknya polisi bertindak. Lha ini kan sudah menjadi masalah nasional. Kok polisi diam saja pura-pura gak tahu sih? Mereka heran dan bingung mengapa kasus kejahatan yang terang benderang seperti ini kok tidak diusut oleh kepolisian. Ada apa dengan kepolisian sehingga begitu melempem? Bukankah kekuasaan Jokowi hanya tinggal sebulan lagi. Lagipula Prabowo sebagai pihak yang dihina dan diperlakukan dengan sadis oleh akun Fufufafa ini bakal menjadi presiden. Sudah semestinya dan selayaknya jika akun ini segera diusut dengan tuntas sampai Gibran dijebloskan ke penjara. Alangkah kejamnya rezim Jokowi ini sehingga kasus yang sudah demikian terang benderang dan menyilaukan mata ini tetap dibela oleh pihak keamanan. Tegakkanlah keadilan dan kebenaran, wahai para aparat keparat. Janganlah membela yang salah karena Tuhan pasti akan membalasmu dengan lebih kejam kelak. Bertobatlah wahai para pendosa. 😬
Jadi bagaimana status isu Fufufafa ini sampai hari ini? Apakah kita masih perlu menggoreng-gorengnya sampai gosong sebelum kepolisian bertindak? Pihak kedua di atas tentu masih terus berharap agar suatu hari tiba-tiba ada pihak dari Prabowo yang punya inisiatif untuk melaporkan kasus ini ke kepolisian. Siapa sajalah…! Pokoknya harus ada dari pendukung atau keluarga Prabowo yang tersinggung dan mau melaporkan ke polisi. Kan kasus ini sebenarnya sudah terang benderang. 😒
Pihak pertama di atas sebenarnya sudah sadar bahwa kans atau kemungkinan isu ini naik menjadi kasus untuk diselidiki oleh polisi sangatlah kecil. Mereka paham bahwa tidak mungkin Prabowo mau repot-repot mengadukan kasus ini ke polisi untuk diusut. Kayak capres yang kalah aja. Lha wong dia sebentar lagi jadi Presiden dengan begitu banyak tugas dan pekerjaan besar sebagai kepala negara. Mosok mau ngurusi hal yang sefufufafa begitu. Ya gak mungkinlah…
Tapi siapa tahu ada keajaiban, begitu pikir mereka. Namanya dunia itu kan tidak bisa ditebak. Apa yang kita kira tidak mungkin kalau Tuhan menghendaki maka jadilah barang itu. 😎
Lalu bagaimana dengan mereka yang selama ini membela Gibran dengan gigih menghadapi terjangan para pembenci ini? Apakah kalian masih perlu terus membela Gibran dengan berbagai daya dan upaya?
Saran saya sih ENJOY YOUR LIFE. Turunkan tensi dan perbanyak ngopi-ngopi dengan teman setunggal kopi. Jauhi orang-orang yang sedang dilanda amarah dan benci akut tersebut. Biarkanlah mereka menyelesaikan masalah kebencian mereka sendiri. Masih banyak drama-drama lain setelah ini. Life is beautiful out there. 😁
Balikpapan, 21 September 2024
Satria Dharma