Senin, 12 Nopember 2019
Just another WordPress site
JALAN JALAN KE BALKAN (Bagian 3)

Setiap kali kami ikut tur ke LN saya selalu merasa senang dan gembira. Saya berpikir segala hal yang kami lihat begitu indah. Mengapa kami tidak melakukannya lebih sering dan lebih lama? Hidup ini tentu akan lebih bahagia jika kita lebih sering mendatangi negara-negara lain, utamanya lokasi-lokasi yang memang dijadikan tujuan turisme. Mungkin itu sebabnya kalau saya setiap tahun selalu ingin jalan-jalan dan selalu suka dapat penawaran tur dari biro travel. Tapi kadang kami juga suka mengadakan tur sendiri tanpa ikut biro travel. Mungkin itu juga resepnya mengapa saya tampak lebih muda dari usia saya dan istri saya tampak lebih muda daripada saya. J Banyak yang menduga saya baru berusia 60 tahun padahal sebenarnya sudah hampir 62 tahun. Lumayanlah dapat kortingan setahun lebih. Emoji Itulah rahasianya mengapa sering-sering bepergian keliling dunia membuat orang jadi awet muda. Lakukanlah apa yang kami lakukan ini… Jadilah awet muda…! Emoji

Perjalanan kami berikutnya adalah ke Kroasia. Ini negara lain di sebelah timur Slovenia. Tapi sebelumnya kami mengunjungi Postojna Cave di Slovenia yang merupakan goa dengan panjang 24km yang stalaktit dan stalakmitnya terbentuk dari 2 juta tahun lalu. Pagi ini kami dari Ljubljana menuju ke Postojna, Slovenia, yang berjarak 53 km atau 1 jam perjalanan dari Ljubljana.

Gua Postojna adalah gua paling terkenal di dunia. Goa ini juga merupakan daya tarik wisata terbesar di Slovenia dan salah satu monumen karst terbesar di dunia. Jaringan terowongan, lorong, galeri, dan aula yang fantastis, keragaman fitur Karst yang mencengangkan serta akses yang mudah tentu saja merupakan alasan utama kepopuleran gua tersebut dan sejumlah besar pengunjung. Kami mengelilingi goa yang paling indah di Slovenia ini dengan naik kereta sejauh dua kilometer dan disambung dengan berjalan kaki. Untuk masuk ke goa ini kita harus pesan tempat sesuai jadwal yang ditentukan karena padatnya pengunjung.

Dari Postojna kami akan melanjutkan perjalanan ke Otocac, di negara Kroasia, yang berjarak 4 jam perjalanan. Untuk masuk ke Kroasia kami harus menunjukkan paspor karena Kroasia adalah negara lain dan kami harus punya visa untuk masuk negara ini. Kami juga tukar uang dari Euro ke Kuna, mata uang Kroasia (ditulis Hravtska dan kode internetnya adalah ‘hr’). Satu Euro dapat 7,2 Kuna.

Kroasia punya garis pantai panjang, indah dan menjadi salah satu destinasi terbaik saat liburan ke Balkan. Ibu kotanya adalah Zagreb. Dalam sejarahnya, negara ini merupakan negara republik untuk Republik Sosialis Federal Yugoslavia. Negara ini melepaskan diri dan memperoleh kemerdekaan pada 1991. Penduduk Kroasia adalah sekitar 4 juta orang. Tapi anehnya penduduknya semakin susut kalau dilihat dari statistik. Pada tahun 2011 jumlah penduduknya sekitar 4,2 juta tapi pada 2019 tinggal 4 juta saja. Lha kalau trend penurunan jumlah penduduk ini semakin tinggi kan bisa habis penduduknya nanti dan akan diisi oleh para turis saja. Apakah kita perlu pindah ke negara yang maju dan indah ini ya? J Berdasarkan penelitian, kota tertua di Eropa katanya adalah Vinkovci di Kroasia yang sudah ditinggali sejak 8,000 tahun yang lalu. Jadi daerah di Kroasia ini memang sudah benar-benar tua peradabannya karena sudah dimulai jauh sebelum Masehi.

Baca juga:  SURABAYA KOTA LITERASI

Kami bermalam di Hotel Park Exclusive. Meski katanya bintang empat tapi ternyata kamarnya kecil. Cuaca mulai lebih dingin yaitu antara : ± 8ᵒ – 7ᵒC tapi tetap menyenangkan.

Setelah sarapan pagi di hotel Park Exclusive Otocac kami menuju Plitvice Lakes National Park yang merupakan Taman Nasional yang sangat luas dan indah tempat tinggal beruang, serigala dan beraneka jenis burung–burung langka yang berjarak hanya 22 km. Taman Nasional Plitvice ini dilindungi oleh UNESCO dan harus dijaga alamnya agar tidak diubah. Sepanjang perjalanan grimis dan jalanan sangat sepi seolah hanya kami yang lewat. Tapi suasananya sungguh indah. Sepanjang taman ini kami berjalan cukup panjang dan jauh sehingga membuat para peserta tur kami agak termehek-mehek. Tapi saya justru senang dengan sedikit olahraga berjalan ini karena taman ini sungguh indah.

Kemudian dari Plitvice kami menuju kota Dugopolje, juga masih di Kroasia, yang berjarak 227 km atau perjalanan 4 jam 15 menit. Kami bermalam di hotel Hotel Katarina yang ternyata kamarnya sangat bagus dan luas. Ini hotel yang terbaik selama kami mengikuti tur. Cuaca berkisar antara ± 9ᵒ – 16ᵒC tapi suhu di kamar terasa hangat.

TROGIR, SPLIT DAN DUBROVNIK

Esoknya dari Dugopolje kami menuju ke Kota Split, kota terbesar ke dua setelah Zagreb Ibukota Kroasia. Dari sini kami akan menuju ke Dubrovnik. Bagi penggemar film seri ‘Game of Thrones’ dua kota ini akan sangat menarik karena film ini dibuat di pantai Dalmatian Split and Dubrovnik. Kita bisa mengunjunginya dan bahkan bisa ikut tur khusus Game of Thrones. Tapi kami tidak ikut turnya dan sekedar membeli suvenirnya.

Split adalah kota Kroasia terbesar kedua dan kota terbesar di wilayah Dalmatia, dengan sekitar 350.000 orang tinggal di daerah perkotaannya. Itu terletak di pantai timur Laut Adriatik dan tersebar di semenanjung pusat dan sekitarnya. Sebagai pusat transportasi intraregional dan tujuan wisata populer, kota ini terhubung dengan pulau-pulau Adriatik dan semenanjung Apennine. Split kini adalah kota turisme dan setiap hari menerima ribuan turis yang memgunjunginya.

Di Split kami mengunjungi The Palace Of Diocletian yang dibangun oleh Roman Emperor Diocletian pada tahun 300 Masehi di Teluk Aspalathos. Istana ini sekarang berdiri ditengah pusat kota dengan dikelilingi oleh gedung – gedung peninggalan sejarah lainnya. Pada tahun 1978 bangunan ini dinobatkan sebaga cagar budaya oleh UNESCO. Dari sini menuju kota Trogir yang dijuluki “Little Venice” dengan bangunan – bangunan yang berasal dari abad ke-13 yang arsitekturnya menyerupai bangunan di Venice, photo stop di Trogir Cathedral dan Duke’s Palace City Hall yang berjarak sekitar 30 km dari Split.

Trogir adalah kota bersejarah dan pelabuhan di pantai Adriatik di Kabupaten Split-Dalmatia, Kroasia, dengan populasi hanya sekitar 13 ribuan orang tapi dipenuhi dengan turis. Kota bersejarah Trogir terletak di sebuah pulau kecil antara daratan Kroasia dan pulau Čiovo. Itu terletak 27 kilometer (17 mil) barat kota Split.

Trogir memiliki 2300 tahun tradisi urban yang berkelanjutan. Budaya mereka diciptakan di bawah pengaruh orang-orang Yunani kuno, dan kemudian orang-orang Romawi, dan Venesia. Trogir memiliki istana, gereja, dan menara, serta benteng di sebuah pulau kecil, dan pada 1997 tercantum dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO. Kota tua ini rasanya lebih banyak turisnya ketimbang penduduk aslinya.

Baca juga:  Cocacola dan Yahudi

Dari Trogir perjalanan kami dilanjutkan ke kota cantik Dubrovnik di tepi pantai yang dijuluki “Mutiara di Adriatic” yang juga merupakan warisan kebudayaan yang ditetapkan oleh UNESCO. Ini perjalanan cukup jauh (256 km atau 4 jam 45 menit perjalanan). Tapi saya bisa beristirahat dengan tidur nyaman di bangku belakang bis kapan pun saya mau karena kami hanya berjumlah 24 orang sedangkan kapasitas bis 40 orang. Jadi kalau capek dan mengantuk saya ke bangku belakang bis dan tidur dengna nyamannya.

Dubrovnik adalah sebuah kota di Laut Adriatik di Kroasia selatan. Ini adalah salah satu tujuan wisata paling menonjol di Laut Mediterania, pelabuhan dan pusat Kabupaten Dubrovnik-Neretva. Total populasi adalah 42.615 (sensus 2011). Pada tahun 1979, kota Dubrovnik bergabung dengan daftar situs Warisan Dunia UNESCO. Itu sebabnya Dubrovnik menjadi tujuan wisata dunia saat ini.

Kami bermalam di Valamar Argossy Hotel yang kamarnya berbintang lima yang sangat bagus dan tidak kalah dengan hotel Lev di Ljubljana. Cuaca masih sama berkisar antara ± 5ᵒ – 17ᵒC tapi terasa hangat karena matahari bersinar cerah.

NEUM, BOSNIA-HERZEGOVINA

Kami mengunjungi daerah Neum yang masuk dalam negara Bosnia-Herzegovina. Ini adalah daerah peristirahatan atau resort khusus bagi warga Bosnia-Herzegovina khususnya pada musim panas. Ini adalah daerah pantai yang sangat indah. Tapi kami hanya sekedar mampir saja di sini.

OLD CITY DAN KOTOR MONTENEGRO

Dari Dubrovnik, Kroasia kami menuju kota Kotor di Republik Montenegro yang berjarak 3 jam perjalanan. Kami akan berkeliling di kota di Bay Of Kotor yang merupakan fjord alam terdalam dilaut Mediterania. Di sini kami akan melihat keindahan arsitektur Old City dengan melihat St.Tryphon Cathedral, Castle Of San Giovanni, St.Nikola Church, Gurdich Gate dan Grubonja Palace. Old City adalah tempat pembuatan serial TV ‘Game of Thrones’ yang sangat terkenal itu. Di sini dijual berbagai macam souvenir dari film seri tersebut.

Dari Old City, Dubrovnik, kami menuju ke Bay of Kotor. kami akan diantar menuju kota Budva yang berjarak 24 km. Budva sudah dibangun sejak abad ke-5 dan dianggap sebagai pemukiman tertua di area Adriatik. Kami akan melakukan city tour melihat Budva Citadel, Old Town, Ballet Dancer Statue, City Walls, Holy Trinity Church dan Saint Ivan Church. Selesai acara kembali ke kota Dubrovnik untuk beristirahat. Kroasia sungguh negara yang indah dan saat ini menjadi negara tujuan wisata utama dunia. Saat ini harga tanahnya sudah mencapai 120-an juta/meter. Lha kalau mati mau dikubur di sini ya sediakan saja dana sekitar 1/4 Milyar. Emoji

KROASIA

Penduduk Kroasia hanya 4 jutaan saja dan terkonsentrasi di Zagreb sebagai ibukotanya. Negara ini termasuk negara maju dengan pertumbuhan ekonomi 2,6% (Indonesia dua kali lipat pertumbuhan ekonominya). Untuk negara Eropa pertumbuhan ekonomi segitu sudah sangat bagus. J Kabarnya perekonomian di Kroasia tidak pernah sepenuhnya pulih setelah 2008. Pertumbuhan ekonominya sudah terkoreksi sekira 0,4 persen pada 2014. Negara ini memiliki tingkat pengangguran yang cukup tinggi, dan pembangunan yang tidak merata. Hal ini diperparah dengan terus berkurangnya investasi asing.

Baca juga:  LEGACY

Kroasia ini beruntung karena pariwisatanya sangat hidup. Tourism is a major industry in Croatia. Kira-kira banyak mana kunjungan wisata ke Indonesia atau ke Kroasia? Kita kan punya Bali yang sangat populer tsb? Ternyata jumlah wisman yang datang langsung ke Bali selama tahun 2018 tercatat mencapai 6.070.473 orang sedangkan Kroasia kedatangan turis asing sebanyak 19,7 juta turis pada tahun 2018. Itu artinya tiga kali lipat lebih dibandingkan Bali. Secara global Indonesia bahkan kalah dibandingkan Kroasia. Hanya ada sekitar 15,4 juta kunjungan wisata mancanegara ke seluruh destinasi di Indonesia (masih kalah jauh dengan Thailand yang 35 juta setiap tahunnya).

Sejak akhir Perang Kemerdekaan Kroasia, industri pariwisata telah berkembang pesat di negara ini dan mencatat peningkatan empat kali lipat dalam jumlah wisatawan, dengan 19,7 juta turis pada tahun 2018. Yang paling banyak adalah wisatawan dari Jerman, Slovenia, Austria, Italia, dan Polandia serta Kroasia sendiri. Lama kunjungan turis di Kroasia rata-rata sekitar 5 hari. Bayangkan kalau nantinya turis dari China menyerbu tempat ini. Emoji

PASSPORT DAN MATA UANG…

Semua negara Balkan yang kami kunjungi sangat indah. Saking indahnya sehingga semua tempat dipenuhi oleh turis dari berbagai negara (lha pancen sing tak parani iku lokasi wisata, Cak! )

Tapi negara-negara ini memang luar biasa indah. Asal jangan datang pas musim dingin saja. Suhu bisa mencapai -20 derci di mana danau-danau membeku sampai 30 senti tebalnya. Jangankan burung, bahkan domba yang pakai bulu tebal pun malas berkicau.

Tapi ada satu hal yang menjengkelkan kalau kita berkelana dari satu negara ke negara lain di bekas negara Yugoslavia yang pecah berantakan ini. Karena jadi negara kecil-kecil maka keluar masuk negara mana pun ya harus periksa passport di Carina atau Douane (imigrasi). Dan itu bisa memakan waktu lumayan lama. Yang saya bayangkan adalah berapa kali kita harus ganti passport kalau pekerjaan kita adalah keluar masuk ke negara-negara tetangga. Bayangkan kalau Anda pemegang passport DIY dan kalau kerja di Solo harus melewati pemeriksaan passport baik masuk atau pun keluarnya.

Selain itu, mata uang yang dipakai setiap negara berbeda-beda. Di Venesia dan Slovenia kami masih bisa pakai Euro tapi begitu masuk ke Kroasia dan Montenegro maka mereka mewajibkan kami menggunakan mata uang mereka sendiri. Sekedar informasi, dari 50 negara di Eropa ada 28 mata uang yang dipergunakan. Sekarang, Euro baru merupakan alat pembayaran sah di 18 dari 28 negara anggota Uni Eropa. Kroasia menggunakan mata uang mereka sendiri, yaitu Kuna Kroasia (Kn) dan di Bosnia dan Herzegovina pakai Mark Bosnia dan Herzegovina (KM). Meski ada yang mau menerima Euro tapi sebagian besar tidak mau menerima. Lha ini kan merepotkan kalau kita keluar masuk ke setiap negara.

Sekian dulu laporan saya atas jalan-jalan saya ke Balkan tahun ini. Sampai jumpa di laporan ke negara lain pada tahun depan (kalau sempat). Emoji

Surabaya, 26 Oktober 2019

Salam

Satria Dharma
https://satriadharma.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *