Waktu di Jakarta dan Istanbul berbeda 4 jam. Jakarta lebih cepat. Jadi kalau di Jakarta sudah jam 04:00 di Istanbul baru jam 12:00. Jadi kalau kita ke Istanbul kita balik ke masa lalu 4 jam sebelumnya. Kita bisa cerita masa depan 4 jam sebelumnya ke orang Turki. Just a joke… 😁
Biasanya perjalanan malam ke LN yang panjang seperti ini di pesawat hawanya sangat dingin sehingga saya harus mempersiapkan jaket agar tidak kedinginan. Tapi entah kali ini kok tidak dan saya malah merasa sumuk. Saya malah menghidupkan AC di atas kepala agar terasa lebih dingin.
Sebenarnya pesawat kami lewat di atas Baku, Azerbaijan baru turun di Istanbul Turki. Jadi kalau kami ke Baku ini sebenarnya balik lagi. Kenapa tidak turun langsung ke Baku saja daripada transit ke Istanbul? Ya karena tidak ada pesawat langsung dari Jakarta ke Baku, Azerbaijan sehingga harus ke Istanbul dulu. Ini sama kalau kami dari Balikpapan mau ke Pontianak. Kami harus ke Jakarta dulu baru dari Jakarta terbang lagi ke Pontianak. Tidak ada penerbangan langsung dari Balikpapan ke Pontianak padahal sama-sama di Kalimantan.
Kami mendarat di Istanbul pada pukul 5:30 dan langsung menuju ke Gate B 8B untuk naik pesawat lain ke Baku Azerbaijan. Lumayan jauh jalannya.
Kami tidak lama transit di Istanbul dan jam 06:30 kami sudah boarding. Pesawat Turkish Airline yang kami mendarat di Baku pada pukul 10:45 waktu setempat. Pagi ini juga kami akan langsung mengadakan tur di Baku dan tidak check in ke hotel dulu. Cuaca di Baku antara 14 – 19 derci. Tapi ternyata tidak terlalu dingin untuk. Saya tidak perlu pakai jaket sepanjang perjalanan.
AZERBAIJAN
Azerbaijan dianggap sebagai bagian dari Eropa dan Asia, terletak di antara Eropa Timur dan Asia Barat. Negara transkontinental di Kaukasus Selatan ini berbatasan dengan Rusia, Georgia, Armenia, Iran, dan bahkan Turki (melalui sebuah enklave). Meskipun terkurung daratan, Azerbaijan juga berbatasan dengan Laut Kaspia, perairan pedalaman terbesar di dunia.
Azerbaijan adalah negara yang terletak di persimpangan Eropa dan Asia Barat Daya. Sama seperti negara lainnya, Azerbaijan juga memiliki fakta-fakta menarik yang masih berkaitan dengan warisan sejarah, budaya, hingga kondisi alamnya.
Salah satu yang paling fenomenal adalah julukannya sebagai Land of Fire atau tanah api. Lantas, kenapa Azerbaijan mendapat julukan tersebut?
1. Dijuluki Tanah Api
Azerbaijan sering dijuluki sebagai tanah api karena beberapa tempat di negara tersebut memiliki fenomena alam api abadi. Salah satu yang paling terkenal adalah Gunung Yanar Dag, yang berarti “Gunung yang Terbakar”. Lereng gunung tersebut terus menyala karena gas alam yang keluar dari tanah.
Fenomena itu pun terkait dengan sejarah dan budaya Azerbaijan. Konon, api abadi tersebut masih merupakan peninggalan dari zaman Zoroaster di negara itu ketika orang-orang menyembah api ribuan tahun yang lalu. Mereka disebut sebagai bangsa Majusi dalam Islam. Selain Gunung Yanar Dag, terdapat pula kuil api kuno bernama Ateshgah di dekat Baku (ibu kota Azerbaijan), yang merupakan tempat suci bagi para penganut Zoroastrianisme.
2. Negara Muslim Pertama yang Beri Hak Pilih kepada Perempuan
Pada tahun 1918, Republik Demokratik Azerbaijan menjadi negara Muslim pertama dan salah satu negara pertama di dunia yang memberikan hak pilih kepada perempuan. Ini adalah langkah revolusioner yang menandai komitmen Azerbaijan terhadap kesetaraan gender dan modernisasi.
Keputusan itu diambil oleh Mammad Amin Rasulzade, pemimpin nasionalis Azerbaijan, yang melihat pendidikan dan hak-hak perempuan sebagai kunci untuk memajukan bangsa. Kebijakan ini pun mencerminkan pemikiran maju dan progresif yang ada di Azerbaijan pada saat itu dan terus menjadi cerita sejarah yang membanggakan hingga hari ini.
3. Museum Miniatur Buku
Azerbaijan adalah rumah bagi Museum Miniatur Buku terbesar di dunia yang terletak di Baku. Museum ini didirikan pada tahun 2002 oleh Zarifa Salahova dan memiliki koleksi lebih dari 6.500 buku miniatur dari 65 negara. Koleksinya mencakup berbagai genre dan bahasa, termasuk karya-karya klasik, kontemporer, teks keagamaan, hingga publikasi ilmiah.
Museum ini tidak hanya menjadi daya tarik bagi para pecinta buku dan kolektor, tetapi juga menjadi simbol dedikasi Azerbaijan terhadap budaya dan pendidikan. Pada tahun 2015, museum ini secara resmi diakui oleh Guinness Book of Records sebagai museum buku miniatur swasta terbesar di dunia. Ini Adalah satu satu tujuan wisata kami di Azerbaijan.
4. Rumah bagi Sumur Minyak Pertama di Dunia
Sumur minyak komersial pertama di dunia juga terletak di Azerbaijan. Sumur itu dibangun pada tahun 1847 di Baku dan menjadi tanda awal dari industri minyak modern. Hal ini sekaligus menjadikan Baku sebagai pusat minyak global. Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, industri minyak di sana pun makin besar produksinya hingga menarik perhatian investor internasional dan pekerja dari seluruh dunia.
Banyak inovasi dalam teknik pengeboran dan produksi minyak berasal dari Azerbaijan. Keberhasilan ini tidak hanya mengubah ekonomi negara itu, tetapi juga mempengaruhi perkembangan industri minyak global. Hingga hari ini, Azerbaijan tetap menjadi pemain penting di pasar energi dunia dengan cadangan minyak dan gas yang melimpah serta infrastruktur yang maju.
Tempat pertama yang kami kunjungi pagi ini adalah:
Heydar Aliyev Cultural Center.
Tempat pertama yang kami kunjungi di Baku, Azerbaijan Adalah Heydar Aliyev Cultural Center. Heydar Aliyev adalah landmark utama kota ini. Pusat budaya ini dirancang oleh arsitek Irak-Inggris ternama, Zaha Hadid. Heydar Aliyev (1923–2003) adalah nama mantan Presiden Azerbaijan ketiga (1993–2003) dan tokoh dominan dalam politik negara tersebut selama tiga dekade. Ia dikenal sebagai “Arsitek Azerbaijan Modern,” yang membawa stabilitas dan industrialisasi pasca-Uni Soviet. Pusat Heydar Aliyev yang memukau dibuka pada tahun 2012, dan sejak saat itu bentuknya yang melengkung dan menyerupai gelombang serta penggunaan ruang yang inovatif telah menjadikannya sebagai ikon Azerbaijan modern. Pada tahun 2014, struktur menakjubkan yang tidak memiliki satu pun garis lurus ini memenangkan penghargaan bergengsi Desain Terbaik Tahun Ini dari Museum Desain London.
Heydar Aliyev Center terkenal karena bentuknya yang fluid dan organik, tanpa garis lurus atau sudut tajam. Desain ini mencerminkan prinsip arsitektur dekonstruktivis yang menghindari geometri kaku dan lebih memilih bentuk yang mengalir alami. Dengan konsep ini, bangunan seolah menyatu dengan lingkungan sekitarnya.
Bangunan ini bertujuan menjadi tempat yang terbuka bagi siapa saja tanpa memandang jenis kelamin, ras, dan asal usul, serta menyatukan orang-orang yang dipersatukan oleh ide-ide yang sama. Selain penampilannya yang luar biasa, bangunan ini juga merupakan kompleks pameran dan museum kelas dunia di mana kita bisa menemukan berbagai seni dan budaya lokal dan global. Di antara koleksi permanennya, terdapat museum yang mengeksplorasi kehidupan dan warisan pemimpin nasional Heydar Aliyev, pameran Mini Azerbaijan yang menampilkan versi miniatur dari landmark utama negara tersebut, dan bahkan koleksi mobil klasik yang sangat unik.
Dari sini kami lalu menuju ke Upland Park.
Upland Park (juga dikenal sebagai Dagustu Park atau Highland Park) adalah tempat tertinggi di Baku, Azerbaijan, yang menawarkan pemandangan panorama spektakuler kota Baku, Laut Kaspia, dan ikon kota, Flame Towers. Upland Park, juga dikenal sebagai Dagustu Park atau Highland Park, adalah salah satu lokasi paling ikonik di Baku, Azerbaijan. Terletak di atas bukit, taman ini menawarkan pemandangan spektakuler kota Baku dan Laut Kaspia. Upland Park adalah salah satu tempat terbaik di Baku untuk menikmati pemandangan kota dan Laut Kaspia.
Upland Park dibangun pada era Soviet dan telah mengalami beberapa renovasi dan perluasan sejak saat itu. Taman ini dirancang untuk menjadi tempat rekreasi sekaligus lokasi yang menawarkan pemandangan terbaik kota Baku. Setelah kemerdekaan Azerbaijan, Upland Park menjadi salah satu simbol modernitas dan kebanggaan nasional.
Di Upland Park terdapat beberapa monumen penting, termasuk Memorial Flame Towers, yang didedikasikan untuk mengenang para pahlawan perang Azerbaijan. Terdapat juga Martyrs’ Lane, sebuah kawasan peringatan untuk para korban yang gugur dalam konflik Nagorno-Karabakh dan peristiwa Black January.
Flame Towers atau Menara Api di Baku, Azerbaijan, adalah trio gedung pencakar langit ikonik berbentuk api yang melambangkan julukan negara tersebut sebagai “Negeri Api”. Selesai dibangun pada tahun 2012, menara-menara ini merupakan gedung pencakar langit tertinggi di Baku (hingga 190 m) dan memiliki lebih dari 10.000 lampu LED yang mengubah fasad menjadi tampilan api yang semarak dan dinamis di malam hari.
Baku Bay. Teluk Baku (Baku Bay) adalah pelabuhan alami utama di pantai barat Laut Kaspia, yang terletak di pesisir selatan Semenanjung Absheron, Azerbaijan. Teluk ini melengkung di sepanjang pusat kota Baku dan menjadi lokasi pelabuhan utama serta kawasan wisata populer (Baku Boulevard) yang menawarkan pemandangan. Baku Bay Adalah pusat aktivitas ekonomi dan transportasi maritim di wilayah Kaukasus. Ini adalah pelabuhan terbaik di Laut Kaspia. Menawarkan pemandangan menakjubkan ke arah kota, termasuk Flame Towers dan kawasan modern yang bisa dilihat dari dataran tinggi (Upland Park).
Baku Boulevard (juga dikenal sebagai Dənizkənarı Milli Park atau Taman Nasional Tepi Laut) adalah salah satu destinasi wisata paling ikonik di Baku, Azerbaijan, yang membentang sepanjang pesisir Laut Kaspia. Didirikan pada tahun 1909, tempat ini menjadi pusat rekreasi yang memadukan keindahan alam, sejarah, dan atraksi modern. Boulevard ini membentang sekitar 26 km di sepanjang Laut Kaspia, dengan jalur yang tertata rapi untuk jalan kaki, jogging, dan bersepeda.
Di Baku boulevard terdapat Baku Eye (Ferris Wheel), sebuah Bianglala raksasa untuk melihat pemandangan kota dari ketinggian. Selain itu ada Mini-Venice: Kota air buatan yang menawarkan pengalaman naik perahu romantis.
Kami juga diajak berbelanja di Daniz Mall yang berada di dekat Azerbaijan Carpet Museum, sebuah museum berbentuk karpet unik yang menampilkan koleksi karpet tradisional. Mall ini tampak indah dari luar tapi jelas kalah jauh dengan mall-mall yang ada di Indonesia. Malam ini tidak ada acara keluar jadi kami harus siapkan makan malam kami sendiri.
Secara keseluruhan Baku adalah kota yang indah, modern, tertib, dan sejahtera. Sama sekali tidak ada wajah kumuh atau terkebelakang di kota ini. Tampaknya Baku memang sudah lama makmur.
Setelah penat mengunjungi tempat-tempat turisme di Baku tersebut kami lalu diantar ke hotel Wyndham untuk menginap kami malam ini.
Baku, 8 Mei 2026
Satria Dharma






















