Selama tiga hari ini (4 – 6 Desember 2025) kami mengadakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kedua Tahun 2025 dengan tema “Berkolaborasi untuk Pendidikan Berkualitas” di Hotel Pullman Central Park Jakarta. Rakornas ini dihadiri oleh semua perwakilan dari BAN Propinsi seluruh Indonesia.
Rakornas ini dibuka oleh Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek, Toni Toharudin, yang hadir sebagai Pembicara Kunci. Dalam sambutannya, beliau menegaskan kembali peran sentral BAN-PDM sebagai penjaga kepercayaan publik dan penggerak transformasi pembelajaran. Toni menyoroti bahwa kualitas pendidikan di Indonesia masih stagnan akibat Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang belum berjalan optimal. Semestinya akreditasi ini bukan sekedar penilaian, tetapi juga menjadi penggerak transformasi pembelajaran.
Beliau menegaskan pentingnya akuntabilitas pasca-akreditasi, dengan melaporkan dan beraudiensi dengan seluruh Direktorat Jenderal di Kemendikdasmen. Tujuannya adalah agar temuan dan data akreditasi dapat segera dimanfaatkan oleh Dirjen terkait (PAUD Dasmen, Vokasi, Guru) sebagai titik awal untuk intervensi perbaikan kualitas. Sungguh sayang jika hasil akreditasi yang dilakukan pada semua satuan Pendidikan di seluruh Indonesia dengan menelan biaya dan sumber daya yang begitu besar ternyata tidak menghasilkan perubahan apa pun pada pengingkatan mutu pendidikan bangsa karena tidak terjadi kolaborasi dan sinergi dari semua stake holder pendidikan.
Tentu saja BAN PDM hanyalah salah satu lembaga yang bertanggung jawab untuk peningkatan mutu Pendidikan itu sehingga memang dibutuhkan kolaborasi dan koordinasi dengan Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Eksternal (SPME/Akreditasi). “Penjaminan mutu bukan tentang dokumen, bukan juga tentang kepatuhan administratif. Ini adalah budaya… Mandat Moral dan Mandat Konstitusional,” jelasnya.
Setelah Rakornas ini BAN Propinsi akan mengadakan Rakorda di daerah masing-masing. Diharapkan dalam Rakorda tersebut BAN Propinsi dapat merumuskan Rekomendasi untuk peningkatan mutu Pendidikan baik di skala propinsi mau pun kota dan kabupaten dengan mendasarkan rekomendasinya pada data hasil akreditasi terbaru tahun 2025 yang baru saja mereka selesaikan. Diharapkan agar dalam rakorda tersebut mereka mengundang dan berkolaborasi dengan semua pihak yang berwenang dan berkepentingan terhadap peningkatan mutu Pendidikan di daerah masing-masing.
Pada rakornas ini kami mendorong para BAN PDM Propinsi untuk mulai bersinergi dan berkolaborasi dengan para pakar di perguruan tinggi dan stake holder pendidikan di daerah masing-masing. Dengan sinergi dan kolaborasi dengan semua stake holder di bidang pendidikan tersebut diharapkan BAN PDM Propinsi dapat menghasilkan rekomendasi perbaikan mutu pendidikan yang jauh lebih komprehensif, lebih terpadu, lebih kongkrit, dan tepat sasaran untuk mewujudkan transformasi pembelajaran di daerah masing-masing. Dari rekomendasi setiap propinsi ini kami di BAN PDM Pusat berharap dapat menyimpulkannya dan merumuskannya untuk laporan dan tindak lanjut sinergi dan kolaborasi dengan semua stake holder di Kemendikdasmen untuk keperluan transformasi pembelajaran secara nasional.
Dengan adanya rakornas ini rasanya kami semakin bergairah mengemban tugas kami di tahun-tahun mendatang.
Apalagi dengan adanya peningkatan anggaran menjadi 305 milyar di tahun 2026 ini.
Jakarta, 6 Desember 2025
Satria Dharma












