Tanpa kami rencanakan tiba-tiba kami sekarang memiliki dan mengelola sebuah pesantren. Lokasinya jauh dari kantor Yayasan kami di Balikpapan, yaitu di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Tapi ini bukan pesantren biasa. Namanya saja Pesantren Saintech AL-MADANI. Jadi pesantren ini juga memfokuskan diri pada pembelajaran sains dan teknologi computer. Jadi selain belajar agama yang rutin pesantren kami ini juga belajar coding dan pemrograman.
Lha kok bisa buka pesantren nun jauh di sana? Kebetulan sekali bahwa ayah dan kakek kami adalah orang Sinjai. Ayah kami lahir di Sinjai dan bahkan waktu mahasiswa turut serta sebagai pencetus berdirinya kabupaten Sinjai yang terpisah dari Bone. Karena punya tanah yang kemudian kami bangun sekedarnya untuk sekolah SMP. Tapi sekolah ini kemudian berkembang menjadi pesantren.
Adalah kepala sekolah Pesantren Saintech AL-MADANI, Ustadz Nur Najman Marzuki, S.Th.I, M.A, yang kebetulan juga masih kerabat kami, yang kemudian mengusulkan agar sekolah kami si Sinjai berubah menjadi pesantren. Sejak tahun lalu kami kemudian ngebut untuk melengkapi saran dan prasarana ponpes saintech ini.
Kami melengkapi fasilitas yang diperlukan oleh Pesantren Al-Madani ini. Fasilitas seperti kamar ber-AC, tempat tidur yang nyaman, dan lemari pribadi kami harapkan mampu mendukung kenyamanan santri tinggal dan belajar di pesantren ini.
Karena ada undangan manten sepupu di Makassar maka kami menyempatkan datang ke Makassar dan sekalian meluncur ke Sinjai untuk melihat sendiri bagaimana perkembangan pesantren kami ini. Kami memang rutin mendapatkan laporan perkembangannya yang menggembirakan dan membanggakan tapi tentulah akan jauh lebih baik jika kami datang untuk melihatnya sendiri.
Pesantren Al-Madani merupakan pesantren pertama di Sinjai yang menerapkan konsep digitalisasi pesantren, dengan pemanfaatan teknologi komputer dan internet dalam sistem administrasi, absensi, serta transaksi belanja santri melalui kartu digital santri.
Santri di sini belajar tentang pemograman mulai dari yang sederhana sampai pada tingkat lanjut. Diharapkan santri mampu mengembangkan diri menjadi programer maupun developer yang ahli dan tepat guna.
Selain pemrograman, santri kami di sini juga belajar desain grafis mulai dari yang paling mudah sampai pada tingkat mahir. Diharapkan santri mampu membuat desain yang menarik dan marketable sehingga layak menjadi Desainer Grafis yang handal.
Selain itu kami juga mengajarkan tentang Jaringan. Santri belajar merakit komputer dan merancang komputer jaringan sekaligus keamanannya, agar mampu bersaing dalam dunia kerja dan persaingan global, khususnya dalam bidang Teknologi Komputer.

Beberapa kegiatan yang dilaporkan ke kami via WAG dan juga melalui websitenya https://almadanisinjai.com/ adalah kegiatan sbb:
- Proyek Coding “Light and Shadow”, Santri Al-Madani Tunjukkan Kolaborasi Ilmu dan Imajinasi Digital
- Pelatihan Jurnalistik Santri Al-Madani: Bekali Generasi Madani dengan Keterampilan Menulis dan Melek Media
- Eksplorasi Seru Dunia Sains Lewat Coding : Santri Lanjutkan Program Coding dengan Tema “Organism and Food”.
- Semarak Final Madani Excellent Olympiad 2025: Wujud Prestasi dan Sinergi Pendidikan di Sinjai
- Santri Mengeksplorasi Animasi “Day and Night Virtual Pet” dalam Pembelajaran Coding Minggu ini
- Workshop Pendidikan : Mengoptimalkan Implementasi Kurikulum Merdeka di SMP Trensaintek Al-Madani Sinjai
- Belajar Coding : Membuat Proyek Animasi Sederhana “Butterfly Life Cycle”
Kebetulan juga bahwa perpustakaan yang saya dirikan di desa Madigondo, Madiun, sudah tidak berjalan karena tempatnya dipakai untuk tinggal keluarga. Jadi buku-buku perpustakaannya saya boyong ke Ponpes Saintech Al-Madani Sinjai. Sayang sekali bahwa jatah bagasi kami per orang hanya 15 kilo jadi kami hanya bisa membawa 45 kilo buku di bagasi pesawat kami.
Baru-baru ini pesantren kami ini menyelenggarakan kegiatan Seminar Parenting yang mengusung tema “Growth Mindset di Pesantren: Mengelola Energi, Melatih Fokus, dan Mengembangkan Social Skill Santri”. Narasumber utamanya Dr. Meisil B, M.Sos.I, C.HT, seorang dosen, penulis buku, dan praktisi terapis kesehatan mental yang juga merupakan CEO Meisha Care Center. Dalam sesi materi, Dr. Meisil menyampaikan konsep Growth Mindset dengan menitikberatkan pada tiga aspek utama: mengelola energi, melatih fokus, dan mengembangkan social skill santri. Ia juga menekankan pendekatan mindful, meaningful, dan joyful dalam mendidik anak agar tumbuh menjadi pribadi yang berdaya dan berkarakter positif.
Semoga Ponpes kami ini bisa memberikan warna bagi kemajuan pendidikan di Sinjai.
Sinjai, 26 Oktober 2025