Saya tidak akan bicara terlalu detil tentang obyek wisata yang kami datangi di Hainan. Saya akan menulis hal yang lain yang lebih menarik menurut saya di sesi berikutnya.
DAY 1 (17/11/25)
Pada hari pertama kami berangkat dari Jakarta ke Sanya, Hainan dengan naik Lion Air. Satu pesawat itu penuh dengan turis dari Indonesia. Perjalanan lebih dari 4 jam dan kami tiba malam hari. Begitu keluar dari bandara kami langsung dijemput oleh dua Tour Leader, yaitu Hendrawan yang orang Indonesia tapi fasih berbahasa Mandarin dan Angela yang asli orang Hainan yang fasih berbahasa Inggris (saya menulis khusus tentang Angela sebelum ini). Rombongan yang lain juga dijemput oleh TL masing-masing yang tampaknya dari satu konsorsium travel di Hainan. Tampaknya satu pesawat Lion Air itu adalah turis Indonesia dari satu konsorsium. Dari bandara kami langsung dibawa ke tempat kami menginap. Kami menginap di apartemen Sanya Yabulun Health Convalescent Center. Ada banyak rombongan yang datang bersama kami pada malam itu
DAY 2 (18/11/25)
Pada hari kedua (atau hari pertama di Hainan) kami diajak ke pantai di daerah Daxiao Dongtian. Pantainya sendiri tidak istimewa tapi memang bagus karena sangat bersih dan mudah didatangi (Tahukah Anda bagaimana caranya membuat Pantai-pantai di Hainan sangat bersih? Sangat mudah dan sudah pernah saya pikirkan sebelumnya tapi tampaknya belum pernah dipikirkan oleh para pejabat atau dinas yang berkepentingan).
Hainan memang terkenal dengan pantai-pantainya, Kan Hainan ini adalah pulau. Jadi mereka jelas menjual pantai-pantainya. Daxiao Dongtian Scenic Area adalah daerah yang merupakan perpaduan antara pantai, taman-taman, taman budaya, replika bangunan bersejarah, dan pertunjukan seni.
Setelah dari pantai kami diajak ke perusahaan Fish Oil untuk mendengarkan presentasi tentang obat dari minyak ikan yang mereka jual. Apakah cuma presentasi? Ya jelas tidak dong. Mereka jualan produk mereka dan kamilah yang diharapkan (setengah maksa) untuk membeli produk-produk tersebut yang menurut saya sangat mahal. Tapi tentu saja ada beberapa dari anggota grup kami yang membeli obat yang harganya sangat mahal itu. Kan mereka jual obat sakti (dan kami para turis Adalah orang-orang yang berduit).
Setelah dengarkan presentasi jual obat dan beli kami kemudian diajak mengunjungi Nanshan Buddhism Cultural & Tourism Zone, yaitu tempat Patung tertinggi Kwan-Im dengan tinggi 108 meter di dunia. Ini menjadi kunjungan wajib kalau ke Hainan, patung dewi welas asih Dewi Kwan Im (mereka menyebutnya Guanyin). Ini patung yang sangat spektakuler dan sangat banyak dikunjungi oleh umat Buddha untuk berdoa. Patung ini lebih tinggi daripada patung Liberty di Amerika.
Malamnya kami diajak ke pertunjukan Romance Show di Romance Park (bayar lagi dan cukup mahal). Ini adalah pertunjukan serupa dengan yang pernah kami tonton baik itu di Bangkok (Cabaret Show), Xinjiang, mau pun di Bali (Devdan). Jadi kami sudah sering nonton pertunjukan macam begini dan saya lebih terkesan dengan yang di Xinjiang. Untuk show ini karena tidak termasuk dalam itinerary dan merupakan pilihan kami dikenai 350 yuan per orang (atau sekitar 840 ribu).
DAY 3 (19/11/25)
Hari ketiga kami diajak ke toko obat lagi. Kali ini yang herbal. Harganya juga sangat mahal. Di antaranya adalah Bao Fu Ling, krim untuk mengobati berbagai masalah kulit, seperti luka bakar, gatal, gigitan serangga, eksim, dan jerawat. Saya tidak sempat tanya harganya. Tapi jelas sangat mahal dibandingkan dengan obat lain di pasaran.
Setelah dari sini kami lalu diajak ke pantai lagi. Kali ini Pantai Tianya Haijiao harfiah: ‘Tepi surga’, ‘sudut laut’. “Aku akan mengikutimu ke Tian-Ya-Hai-Jiao”, yang berarti pasangan tersebut tidak akan pernah terpisahkan. Oleh karena itu, banyak pasangan pengantin baru menghabiskan sebagian bulan madu mereka dengan mengunjungi tempat ini. Di pantai ini ada batu yang unik, yaitu Batu Matahari dan Bulan, dua bongkahan batu besar di dekat ratusan batu lain dengan bentuk unik. Di sini, “Matahari” merujuk pada “suami” dan “Bulan” merujuk pada “istri”. Dari kejauhan, keduanya tampak seperti pasangan yang saling terikat, tetapi sebenarnya merupakan batu yang terpisah.
DAY 4 (20/11/25)
Hari keempat kami diajak ke Phoenix Peak Sanya. Ini adalah puncak tertinggi di Kota Sanya. Phoenix, adalah satu-satunya tempat yang menawarkan pemandangan Teluk Sanya secara utuh, kota dengan arsitektur dan lanskap perkotaan yang memukau. Untuk naik ke puncak Phoenix Peak ini kami naik cable car. Saya jadi ingat bahwa kami juga naik cable car waktu kami ke Langkawi baru-baru saja.
Sorenya kami diajak ikut cruise yang berbayar juga. Jadi ini juga bukan bagian dari itinerary yang diberikan oleh travel. Wisata cruise atau yacht di Hainan merupakan daya tarik yang paling populer untuk wisatawan. Letaknya berada di Sanya Bay, jantung kegiatan pariwisata di Pulau Hainan. Tapi ini tidak termasuk dalam itinerary tour kami jadi harus membayar sebesar 250 yuan lagi per orang.
Sebelum pulang ke hotel kami diajak untuk makan malam di Night Market (bayar juga).
DAY 5 (21/11/25)
Hari kelima adalah hari terakhir kami di Hainan. Pagi ini kami dibawa ke toko tempat penjualan produk lateks yang menjual kasur dan bantal lateks. Harga bantalnya satu saja lebih dari 2 juta rupiah. Bantal lho ini…! Kasur yang tebalnya 7,5 cm harganya belasan juta. Peserta dikuras lagi dompetnya dan digesek lagi kartu kreditnya. Adik saya saja beli kasur dan bantalnya empat. Harganya belasan juta. Semoga tidurnya bisa lebih nyenyak kalau tidur di atas kasur dan bantal mahal tersebut. Lha kalau nggak lebih nyenyak kan rugi besar. 😁
Dari sini kami menuju Yalong Bay International Rose Valley atau sering di sebut juga Rose Park. Ini adalah Taman Bunga yang sangat luas dengan berbagi macam mawar dengan aneka warna dan varietas. Dari sini kami digiring lagi untuk membeli berbagai produk yang berasal dari mawar seperti parfum, sabun, skin care, dll. Saya jadi berpikir apa sih hebatnya mengunjungi taman bunga mawar seperti ini. Tapi setelah digiring ke tempat belanja produknya saya baru sadar betapa cerdasnya pemerintah Hainan dalam memoles semua hal yang dimilikinya agar dapat menjadi tujuan wisata dan jadi lumbung pemasukan bagi daerah dan warganya. Sungguh clever peno, bro…! 😁
Sebelum menuju ke bandara untuk balik ke Indonesia kami diajak ke tempat belanja Walking Street untuk belanja souvenir untuk oleh-oleh murah. Untuk ke sini kami juga bayar 150 yuan per orang. Jadi untuk Tour optional yang Paket B kami harus mengeluarkan dana sebesar 900 yuan lagi atau sekitar Rp. 2.160.000,- per orang.
Sekian catatan perjalanan saya dari Hainan
Surabaya, 23 Nopember 2025
Satria Dharma






































Assalamualaikum Bapak, terima kasih banyak untuk sharingnya, sangat bermanfaat.
Izin bertanya, kalau tidak mau ikut paket B, diturunkan dari bus dan harus jalan sendiri ke hotel yah? Apakah sekejam itu ?
Dan dari pasar malam yang ditawarkan, apakah mereka worth it?
Terima kasih sebelumnya,