Semula kami merencanakan untuk menginap selama dua hari di Langkawi. Tapi karena sesuatu hal maka kami batalkan dan cukupkan semalam. Kami akan langsung ke Perlis dan menginap di sana malam ini. Pagi ini sebelum kami menyeberang ke Perlis kami rencanakan untuk mendatangi satu lokasi wisata lagi yaitu Maha Tower yang berlokasi di tepi laut kota Kuah sangat dekat dengan hotel kami. Kami cukup jalan kaki menuju tower tersebut.
Maha Tower Langkawi merupakan simbol aspirasi modern kota ini. Dengan desain kontemporer dan lokasi utama yang menghadap ke Laut Andaman, menara ini ditetapkan menjadi salah satu bangunan paling ikonik di Langkawi dan destinasi yang wajib dikunjungi bagi para wisatawan.
Maha Tower memiliki arsitektur spiral unik yang mencerminkan harmoni antara inovasi dan keindahan alam Langkawi. Pengunjung dapat menikmati pemandangan kota Kuah, pulau-pulau di dekatnya, dan laut yang menakjubkan dari dek observasi menara. Pemandangannya sangat menakjubkan saat matahari terbenam, menawarkan pengalaman yang tak terlupakan bagi para fotografer dan wisatawan. Sebenarnya kami mau naik sampai ke atas tapi ternyata bayarnya terlalu mahal bagi turis. Lagipula kemarin kami sudah melihat pemandangan Pulau Langkawi dari atas puncak di bukit kami naik Skycab. Jadi kami cukup melihat dari bawah saja.
Pukul 11 kami check out dan menuju ke jetty feri yang akan membawa kami menyeberang ke Perlis. Sampai di terminal ternyata ferry baru akan berangkat jam 13:30. Harga tiket per orang untuk turis macam kami RM 35.
Penyeberangan dari Langkawi ke Perlis hanya sekitar 1 jam.
Sesampainya di jetty Perlis saya langsung buka Grab untuk menuju ke hotel. Anehnya ternyata hotel Keteri Boutique hotel yang kami book ternyata tak bisa ditemukan di aplikasi Grab. Akhirnya kami cari taksi menuju alamatnya. Salahnya kami adalah tidak bertanya berapa biayanya sehingga begitu sampai yang ternyata tidak terlalu jauh dikenai RM 18 oleh sopirnya. Ketika saya tanya mengapa begitu mahal dia jawab karena saya tidak tanya dulu berapa biayanya. Jadi salah saya sendiri. 😁
Hotel kami ternyata adalah semacam kos-kosan saja dan letaknya di lantai 2 dan 3. Kita harus naik tangga karena tak ada lift. Lantai 1 adalah DHL. Jadi di aplikasi Grab yang muncul adalah DHL kalau kita ketik alamatnya. Piye ngono kuwi… 😁 Fasilitas kamar sangat minim. Ranjangnya twin dan tampak ringkih. Tidak ada kulkas, pemanas air, dan bahkan tidak ada tissue toilet. Benar-benar minim.
Begitu tiba kami langsung menuju ke stasiun kereta api di Arau untuk cari tiket esoknya ke Ipoh. Ternyata besok itu libur panjang 5 hari di Malaysia jadi orang-orang pada berlibur dan semua tiket kereta untuk besok sudah habis diborong mereka yang liburan. Kami lalu putuskan untuk naik bis saja dan segera mencari Grab untuk menuju ke terminal bis Arau. Tapi ternyata jalanan macet karena semua menuju ke stasiun dan jalanannya sempit. Kami berjalan menjauh dan mencari Grab lagi. Setelah cukup lama menunggu barulah kami dapat kendaraan ke stasiun bis.
Sesampainya di stasiun bis kami langsung pesan tiket bis menuju Ipoh untuk besok pagi. Ternyata juga penuh dan adanya sore hari jam 16:15. Apa boleh buat ya kami beli saja. Daripada semakin tidak jelas kapan bisa balik ke KL. Kalau benar-benar tidak ada tiket ke Ipoh maka kami harus balik ke Langkawi dan dari sana naik pesawat balik ke KL.
Kami hanya cari makan dekat hotel di tempat orang Perlis nongkrong dan setelah itu balik ke hotel dan tidur.
JUM’AT, 2 MEI 2025 : IPOH
Pagi ini kami cari makan sambil jalan-jalan ke Pasar Sena Kangar. Setelah itu jalan ke Pasar Besar Kangar tempat pasar tradisional. Dari sini kami balik ke hotel untuk check out.
Karena masih ada waktu kami titip koper di hotel dan setelah itu menuju ke Istana Raja Arau. Kami sebeñarnya ingin melihat Galeri Diraja yang terletak bersebelahan dengan Istana Diraja Perlis. Tapi ternyata galeri mau pun istana Raja ditutup dan tidak dibuka untuk umum. Jadi kami hanya foto-foto saja di depan istananya.
Kami makan siang di depan Masjid Kangar dan setelah jalan-jalan dulu ke Masjid Terapung Al-Husain di dekat jetty fery untuk sholat. Masjidnya kecil tapi bagus. Dari masjid kami lalu balik ke hotel untuk ambil koper dan menuju ke Terminal Perlis.
Bis kami jadwalnya berangkat jam 14:15. Molor sedikit sekitar 15 menit lalu langsung berangkat ke terminal lain untuk jemput penumpang lain. Bis penuh. Untungnya kami kemarin sudah beli tiket dan pas tinggal 2 tiket tersisa. Kami beruntung karena dapat kursi depan sehingga bisa melihat suasana selama perjalanan ke Ipoh.
Kami sampai di Terminal Amanjaya Meru Ipoh jam 10 malam dan langsung menuju hotel Zone. Jam 10:30 kami sudah masuk hotel. Setelah sholat kami langsung tidur.
Pagi ini acara kami adalah mendatangi Concubine Lane. Concubine Lane, atau lebih dikenali sebagai Lorong Panglima bagi penduduk lokal adalah sebuah lorong bersejarah yang terletak di tengah-tengah Bandaraya Ipoh, Perak. Concubine Lane terletak di tengah-tengah Ipoh Old Town, kawasan yang terkenal dengan seni bina kolonial dan suasana bersejarahnya. Lorong ini merupakan sebagian dari kawasan Ipoh Old Town, yang terkenal dengan seni bina warisan dan keunikan budayanya.
Nama “Concubine Lane” berasal dari kisah legenda zaman penjajah Inggris. Menurut sejarah lorong ini dulunya adalah tempat tinggal bagi gundik-gundik kaya (concubine) yang dimanjakan oleh para saudagar Cina dan tokoh elit masyarakat.
Dari sini kami berjalan ke tempat makan Medan Selera di depan Masjid Sultan Idris Syah 2.
Dari sini kami berjalan lagi ke Pasar Besar Ipoh yang ternyata sudah banyak ditinggalkan oleh para pedagangnya. Tak ada yang menarik di sini. Dari sini kami kemudian balik ke Zone Hotel untuk siap-siap check out dan menuju ke KL. Kami kemarin sudah beli tiket untuk ke KL begitu tiba di Terminal bis Amanjaya Ipoh untuk jadwal yang jam 14:00.
Jam 14:10 bis kami tiba dan 20 menit kemudian bis berjalan. Perjalanan dari Ipoh ke KL Sentral sekitar 3 jam.
Begitu sampai di KL Sentral kami langsung beli tiket kereta menuju ke bandara KLIA 1. Harganya lumayan mahal yaitu RM 55/orang. Perjalanan sekitar 40 menit. Kami langsung ke bandara karena mau mengambil koper yang kami titipkan di baggage storage di lantai 3. Ternyata sangat banyak yang titip tas dan koper sehingga luber ke luar ruang penitipan.
Sebenarnya kami ingin mencoba menginap di hotel di dalam bandara. Ada beberapa jenis penginapan tapi ternyata semua mahal. Bahkan yang tipe kapsul saja biayanya RM 40/jam dan RM 400/hari. Padahal itu cuma kapsul dan bukan kamar. Di Sama-sama Hotel harganya di atas 1 juta. Jadi kami pilih hotel Crown di daerah Sepang yang biayanya hanya separoh. Di sini kami malah bisa cari makan malam dan sarapan keesokan paginya sebelum berangkat balik ke bandara KLIA 1.
Sekian perjalanan kami di Malaysia kali ini. Semoga ada manfaatnya.
OLEH-OLEH MALAYSIA:
– Negara Malaysia lebih makmur ketimbang Indonesia. Itu sebabnya banyak orang Indonesia yang bekerja di Malaysia dan bukan sebaliknya. Hampir tidak ada tempat kumuh di mana pun kami pergi. Hampir tidak ada pengemis dan pengamen juga (ada pengamen di tempat makan tapi dia manggung di depan tempat makan dengan peralatan lengkap. Ada satu pengemis saya lihat di depan Pasar Besar Ipoh. That’s all.)
– Hampir tidak ada orang yang merokok atau pun ngevape karena di mana-mana ada larangan merokok termasuk di warung. Artinya Malaysia sukses membrantas perokok di negaranya.
– Untuk mode, gaya, lagu-lagu, dan penampilan tampaknya orang Malaysia lebih sederhana dan agak ketinggalan ketimbang orang Indonesia. Pakaian yang dijual di mall dan toko-toko tampak ketinggalan jaman dibandingkan dengan yang di Indonesia.
– Untuk kuliner Indonesia jelas lebih bervariasi. Mereka hanya punya masakan Melayu, Chinese, dan India sedangkan kita punya begitu banyak macam menu dari berbagai daerah.
– Malaysia adalah negara kerjaan yang artinya tidak ada gubernur dan Walikota. Yang ada Raja dan Sultan. Raja dipilih dari sembilan penguasa kerajaan, tujuh di antaranya disebut sultan. Dua sisanya adalah Raja dan Yang di Pertuan Besar. Kekuasaan mereka sebagian besar terbatas pada negara bagian masing-masing, yang meliputi pemberian grasi kepada narapidana, penunjukan kepala negara, dan bertindak sebagai kepala negara Islam. Kekuasaannya termasuk memiliki kewenangan penuh untuk menunjuk perdana menteri dan menolak permintaan pembubaran Parlemen.
Raja juga menandatangani undang-undang dan menunjuk menteri dan wakilnya, hakim pengadilan dan peran penting lainnya di tingkat nasional, atas saran perdana menteri. Pemimpin tertinggi adalah Perdana Mentri (sekarang PM-nya adalah Anwar Ibrahim).
Kuala Lumpur, 3 Mei 2025
Satria Dharma

























