Saya dikirimi buku gratis oleh seorang teman WAG, namanya Gunawan S.E. Judul bukunya adalah “ Rahasia Alam Semesta Kini Ada di Tangan Anda”. Buku ini terus direvisi dan ini adalah revisi yang ke 12. Saya belum sempat membaca habis bukunya karena saya banyak tugas dan perjalanan. Tapi ketika saya browsing sekilas saya tertarik pada apa yang tertulis pada halaman 4 buku tersebut.
Jadi Pak Gunawan ini bertanya pada dirinya apakah ada korelasi antara beramal tanpa pamrih dengan rejekinya yang terus bertambah. Ia lalu melakukan beberapa eksprerimen sbb ;
1. Karton bekas yang dulunya ia jual kiloan ia bagikan pada pemulung yang lewat secara gratis. Niatnya adalah untuk berbagi rejeki.
2. Ia sering membeli tisu yang dijual pedagang di lampu merah meski lebih mahal. Niatnya sama untuk berbagi rejeki.
3. Ia memberikan uang parkir lebih, bukan 3 ribu tapi 5 ribu. Niatnya sama.
4. Ia memberikan uang pada ‘polisi cepek’ kalau pas mereka mengatur lalin. Niatnya berbagi rejeki dan menghargai kerja mereka.
5. Sekarang ia tidak mau lagi beli Pertalite tapi Pertamax. Niatnya untuk membantu pemerintah dengan mengurangi subsidi.
6. Ia membawa Mamanya ke vihara secara rutin sambil memberi uang untuk disumbangkan di vihara tersebut. Tujuannya agar rejeki Mamanya lebih lancar
7. Sekarang ia ikhlas membayar BPJS dengan tujuan untuk membantu pemerintah agar semakin banyak orang sakit yang bisa ditolong pemerintah.
Semua itu ia lakukan bukan untuk mengharapkan balas jasa untuk diri sendiri melainkan untuk berbagai rejeki. Ternyata apa yang ia lakukan tersebut meningkatkan penghasilannya. Jadi kesimpulannya beramal tanpa pamrih akan meningkatkan penghasilan. Ia berhasil membuktikan hipotesisnya.
Saya senang membaca apa yang ia tulis tersebut karena apa yang ia tuliskan tersebut sudah saya lakukan sejak lama. Alhamdulillah rejeki saya juga selalu lancar dan keluarga saya juga selalu sehat. Bagi saya sedekah itu WAJIB dan harus saya lakukan secara rutin dengan berbagai skema. Tujuan saya hampir sama dengan Pak Gunawan, sedekah adalah bentuk rasa syukur saya pada Tuhan atas segala berkah, rahmat, dan karunia yang telah Ia limpahkan kepada saya dan keluarga besar saya. Saya memang tidak pernah bersedekah atau berbagi dengan harapan diberi lebih banyak atau karena menginginkan tambahan rejeki atau untuk menumpuk pahala. Tujuan saya kini adalah memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi orang lain. Itulah sebabnya saya sekarang tidak lagi memotong binatang qurban dan mengalihkannya ke sedekah karena manfaatnya yang lebih besar bagi si penerima. Sila baca tulisan saya di sini : https://satriadharma.com/…/tidak-usah-menyembelih…/
Sedekah adalah kewajiban saya sebagai bentuk rasa syukur saya pada Tuhan. Karena saya selalu dilimpahi dengan rejeki, berkah, rahmat, dan berbagai karunia lain oleh Tuhan, maka saya juga harus SELALU BERBAGI. Tidak bisa tidak… 😁
– Saya masih berlangganan koran meski pun jarang saya baca. Tujuannya adalah agar semua orang yang bergantung pada industri ini bisa tetap hidup. Saya juga masih membeli koran yang dijual di lampu merah dengan tujuan yang sama. Saya pernah mendapat pelajaran yang indah tentang ini. Sila baca di https://satriadharma.com/…/lesson-of-goodness-from-the…/
– Saya juga memberi uang parkir 5 ribu (meski pun parkirnya gratis) dan juga selalu memberi uang bagi para ‘polisi cepek’. Saya sudah siapkan uangnya di mobil dan anak-anak saya juga sudah tahu bahwa memberi mereka uang adalah ‘wajib’. Saya ada menulis tentang mereka di sini: https://satriadharma.com/2010/10/15/one-hundred-rups-cop/
– Saya tidak pernah memberi solar untuk mobil saya. Hampir selalu Pertadex. Mobil saya SUV dan katanya tidak layak minum bahan bakar subsidi. Kapan hari Tara bilang sebaiknya kami ganti mobil kecil saja. Ia kasihan bapaknya bayar BBM banyak karena ia yang sering memakainya. Saya bilang ‘just enjoy the big car, I’ll take care the gas’. 😁
– Saya dan keluarga sudah lama ikut BPJS yang kelas 1 dan saya bayar melalui autodebet dari rekening BRI saya.
Meski sudah ikut BPJS hampir lima tahun tapi belum pernah sekali pun kami menggunakan asuransi kesehatan tersebut. Saya sungguh tidak ingin keluarga saya sakit dan dibiayai oleh BPJS. Keluarga kami sudah ikut asuransi swasta. Dobel lagi. Jadi kalau ada di antara kami yang sakit maka kami bisa masuk rumah sakit mana saja dan kami tinggal merem. Semua biayanya akan dibayar oleh asuransi swasta tersebut sampai nilai tertentu. Tapi alhamdulillah kami sehat-sehat saja selama ini sehingga kami tidak perlu menggunakan BPJS atau pun asuransi swasta kami tersebut. Biarlah iuran kami digunakan oleh mereka yang membutuhkan. Sila baca tulisan saya di https://satriadharma.com/…/01/bpjs-yang-harus-kita-tolong/. dan https://www.facebook.com/share/haup63dDuvRQ6mW3/?mibextid=oFDknk
Ada banyak hal indah dan luar biasa yang dituliskan oleh Pak Gunawan dalam bukunya. Salah satunya adalah PADA bab 8 “CIPTAKAN KEAJAIBAN HANYA DALAM TEMPO 30 HARI” dengan selalu berterima kasih dan mengikis ego kita. Beberapa hal yang dituliskannya telah saya lakukan juga. Alhamdulillah…! 🙏😁
Surabaya, 1 Juli 2024
Satria Dharma
Note:
Berikut link Tokopedia : http://bit.ly/3WneRIJ (tidak GRATIS, harus beli).
Link yang gratis tidak bisa dishare di sini.