Seorang teman di Sumenep menerima tawaran saya untuk membangun budaya membaca bagi siswa di sekolahnya. Jadwal diatur dan saya bersedia untuk hadir pada tanggal 15 nanti. Itu artinya saya harus pulang ke Surabaya sebelum tanggal tersebut. Saya memang masih di Balikpapan saat ini. Tapi spanduknya sudah dibuat sangat menarik…
Seorang teman yang tahu lalu juga bertanya apakah saya bersedia melakukan seminar tentang literasi di sekolahnya. Saya pikir dia di Lombok karena dia bilang di Kampung Bali Lombok. Jadi saya jawab : “Sebaiknya presentasi saya dikoordinir oleh Dinas Pendidikan agar pesertanya bisa datang dari banyak sekolah. Sangat sayang kalau saya datang ke Lombok hanya untuk presentasi pada satu sekolah. 🙏”
Lalu dijawab, “Hehehe. Maaf Mas. Kampung Bali, Lombok di Tenggarong Kaltim Mas. Kampung Transmigrasi di Tenggarong Seberang. Siap nanti kami koordinasi dng Dinas / Korwil Kec. Tenggarong Seberang atau Dinas Kukar”
Kalau di Tenggarong mah oke saja. Bisa ditempuh pakai mobil dari Balikpapan. 😁
Tak lama kemudian ia mengirim WA lagi.
“Tadi kami sudah berbicara dng Ketua Korwil Dikbud Tenggarong Seberang, mohon ijin CV & Contoh Spanduk Njenengan kami serahkan. Beliau antusias untuk mengadakan GLS di sini. Bahkan kalau memungkinkan Beliau akan koordinasi dng Dinas untuk mengadakan tingkat Kab Kukar.
Pertanyaan Beliau :
1. Apakah waktu pelaksanaan ditentukan oleh Njenengan atau ditentukan oleh Korwil.
2. Untuk Bisyaroh Njenengan besaranx berapa 🙏”
Nah ini…! Ini bikin saya selalu ngakak…! 😁
Bagi Anda yang tidak paham istilah bisyaroh mungkin akan bingung. Opo iku bisyaroh…?! 😁
Bisyaroh berasal dari bahasa Arab (bisyarah) yang berarti kabar gembira. Dalam penggunaan sehari-hari, terutama di lingkungan pondok pesantren dan masyarakat muslim, kata ini bergeser makna menjadi bentuk tanda terima kasih, hadiah, insentif, atau apresiasi atas jasa atau ilmu yang telah diberikan. Tapi di sini maksudnya adalah HONOR..
Jadi teman saya itu tanya berapa HONOR yang harus dia sediakan untuk saya agar mau melakukan kegiatan tersebut.
Dan seperti jawaban kepada yang lain saya tetap menjawab : GRATIS…!
Sampeyan mau mengundang para kasek, guru, ortu, siswa untuk datang pada presentasi saya saja sudah merupakan ‘bisyaroh’ alias ‘kabar gembira’ bagi saya. 🙏😁
Balikpapan, 5 Agustus 2026
Satria Dharma