Para pemimpin agama dunia beramai-ramai mengecam Israel. Berbagai pemuka agama dari berbagai tradisi—Islam, Kristen, dan Yahudi—telah menyuarakan kecaman terhadap tindakan pemerintah dan militer Israel, khususnya terkait agresi di Gaza dan kebijakan di Tepi Barat.
Berikut adalah beberapa pemuka agama dan kelompok keagamaan yang mengecam Israel:
1. Pemimpin dan Tokoh Kristiani
Vatikan : melalui diplomat tertinggi Takhta Suci, Uskup Agung Pietro Parolin secara resmi mengecam apa yang disebutnya sebagai “pembantaian yang terus berlanjut” oleh Israel di Gaza. Diplomat Vatikan ini menyoroti ketidakberdayaan komunitas internasional dalam menghentikan konflik. Parolin secara khusus mempertanyakan legitimasi negara-negara yang terus memasok senjata kepada Israel, senjata yang menurutnya digunakan terhadap warga sipil. https://www.metrotvnews.com/…/ba4CzRn0-vatikan-kecam…
· PAUS LEO XIV mengecam kebiadaban Israel di Gaza. Pemimpin tertinggi Gereja Katolik Dunia Paus Leo XIV menggunakan istilah biadab saat mengecam Israel atas serangan terhadap Gereja Katolik satu-satunya di Gaza. https://www.youtube.com/watch?v=dUjn5sRiG_o&t=11s
Paus Fransiskus: Pemimpin Gereja Katolik ini berulang kali mengecam kekerasan di Gaza, bahkan menyebut tindakan Israel dalam beberapa kesempatan sebagai “terorisme” dan mengindikasikan karakteristik “genosida” pada November 2024. https://www.voaindonesia.com/…/paus…/7910122.html
Patriark Yerusalem Theofilos III: Pemimpin Gereja Ortodoks Yunani di Yerusalem mengecam keras serangan pemukim Israel terhadap warga Palestina dan perusakan properti Kristen di Tepi Barat. https://www.youtube.com/watch?v=qhuP_WmwIx0&t=3s
Patriark Latin Yerusalem, Pierbattista Pizzaballa: Mengecam Israel melihat situasi di Tepi Barat. Para pemimpin gereja di Tepi Barat, Palestina, berkumpul di Desa Taybeh pada hari Senin untuk mengecam meningkatnya kekerasan pemukim ilegal Zionis Israel terhadap warga dan properti Palestina di wilayah tersebut. https://www.youtube.com/watch?v=zfBtaqCVOy0
World Council of Churches (Dewan Gereja Dunia): Pada bulan Juni, Dewan Gereja Sedunia (WCC), yang mewakili lebih dari 580 juta umat Kristen, mengecam rezim apartheid Israel dan kejahatannya di Gaza, yang “mungkin merupakan genosida,” dan menyerukan sanksi dan pertanggungjawaban. WCC menyerukan kepada “negara, gereja, dan lembaga internasional untuk menjatuhkan konsekuensi atas pelanggaran hukum internasional, termasuk sanksi yang ditargetkan, divestasi, dan embargo senjata.” WCC juga menyerukan dukungan kepada “Pengadilan Kriminal Internasional dan mekanisme PBB yang menyelidiki potensi kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan” dan mendesak semua negara “untuk mematuhi putusan ICJ.” https://bdsmovement.net/…/faith-leaders-must-step…
Lebih dari 200 Pemimpin Kristen (AS): Pada Juli 2024, lebih dari 200 pemimpin Kristen global, termasuk uskup dan teolog dari berbagai denominasi, menandatangani surat yang menyerukan gencatan senjata segera dan permanen di Gaza serta mengkritik tindakan militer Israel yang menyebabkan korban sipil dan kehancuran besar-besaran. Mereka mengutuk kekerasan tersebut dan mendesak pembebasan sandera. Mereka menandatangani surat yang menuntut gencatan senjata permanen, penghentian pengiriman senjata ke wilayah tersebut, dan bantuan kemanusiaan ke Gaza. https://nebula.wsimg.com/b0d8638401eb1f2dcd8596d9f40573ef…
Pastor Manuel Musallam (Palestina): Tokoh Kristen Palestina yang keras menyerukan perlawanan terhadap kebijakan Israel. Pastor Katolik Palestina, Romo Manuel Musallam, mendesak umat Kristen untuk bergabung dengan umat Muslim dan melindungi kompleks Masjid Al-Aqsa, situs tersuci ketiga dalam Islam, dari agresi pasukan keamanan Israel. https://www.palestinechronicle.com/palestinian-priest…/
Kelompok Kristen Kanada: Sejumlah kelompok Kristen di Kanada, termasuk denominasi gereja besar dan organisasi ekumenis, secara aktif mengecam tindakan militer Israel di Gaza dan Tepi Barat, serta menuntut diakhirinya pendudukan dan kekerasan terhadap warga sipil Palestina. Kecaman ini sering dilakukan bersamaan dengan desakan agar pemerintah Kanada mengambil tindakan nyata. Berbagai pemimpin gereja di Kanada menyerukan gencatan senjata segera dan diakhirinya pendudukan Israel. https://kairoscanada.org/christian-leaders-urge-canada-to….
2. Tokoh Agama Yahudi
Rabbi Yahudi Ortodoks (AS): Kelompok ini secara aktif ikut demonstrasi mengecam kejahatan Israel, bahkan membakar bendera Israel sebagai bentuk protes terhadap Zionisme dan solidaritas dengan Palestina.
Pemimpin Komunitas Yahudi (Global): Ribuan pemimpin Yahudi dari 18 negara mengirim surat terbuka menegur Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, menuduh kebijakannya merusak keamanan dan reputasi komunitas Yahudi.
Rabbi di Yerusalem: Lima rabi terkemuka, termasuk mantan Kepala Rabi Yitzhak Yosef, mengecam provokasi pejabat Israel di komplek Masjid Al-Aqsa.
3. Tokoh Islam dan Kelompok Islam
Imam Masjid Al-Aqsa: Sheikh Mohammad Ali Al-Abbasi mengecam tekanan otoritas Israel terhadap Masjid Al-Aqsa.
Pemimpin Agama di Istanbul: Rabbi, Uskup Agung, dan Mufti berkumpul di Istanbul untuk mengecam kekejaman Israel dan mendukung negara Palestina.
Tokoh Muslim di Berbagai Negara: Banyak mufti dan ulama di negara-negara mayoritas Muslim, termasuk Indonesia, terus mengecam serangan di Gaza dan blokade kemanusiaan.
4. Solidaritas Lintas Agama
Dewan Lembaga Keagamaan Tanah Suci (CRIHL): Tokoh Muslim, Yahudi, dan Kristen sering bekerja sama untuk mempromosikan perdamaian dan menentang ekstremisme.
Aksi Bersama: Tokoh agama Islam, Yahudi, dan Kristen di berbagai kota di dunia kerap bersuara satu: “Bebaskan Palestina”.
5. Tokoh Agama Indonesia.
Lebih dari 50 tokoh dari semua agama di Indonesia serta politisi dan akademisi telah menemui wakil Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menyampaikan pernyataan yang mengungkapkan keprihatinan atas serangan Israel di Gaza. Sejumlah tokoh lintas agama di Indonesia secara konsisten mengecam tindakan agresif Israel terhadap Palestina, dengan menekankan bahwa konflik tersebut adalah persoalan kemanusiaan dan penjajahan, bukan sekadar konflik agama. Aksi kecaman ini melibatkan perwakilan dari berbagai organisasi keagamaan, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, serta perwakilan agama Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan Konghucu. https://www.metrotvnews.com/…/kM6Caq1V-tokoh-lintas….
Banyak orang yang menjadi PEMBELA KEJAHATAN ISRAEL yang mendasarkan pembelaannya dengan argumen agama yang mereka miliki. Yang baru viral adalah podcaster AS, Tucker Carlson ketika mewawancarai Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee. Mike juga menggunakan ayat Bible dalam membela Israel. Ketika
Carlson bertanya, “Kalau merujuk ke Bible, tanah yang dijanjikan itu adalah dari Nil hingga Eufrat.. dan di atas wilayah itu saat ini sudah ada negara, seperti Suriah, Lebanon, Jordan, sebagian Irak & Saudi.. Apa artinya Israel juga berhak menduduki negara-negara itu?”
Huckabee menjawab, “TIDAK APA-APA jika Israel mengambil semuanya.” Jadi bagi Huckabee agamanya membolehkan orang atau negara untuk merampas, merampok, menjajah, atau kalau perlu melakukan genosida seperti yang dilakukan oleh Israel terhadap bangsa Palestina. Nah, kira-kira orang seperti Huckabee ini kira-kira patut tidak menjadi pengikut Yesus? Atau jangan-jangan ia pengikut Dajjal seperti para pembela kejahatan Israel lainnya?
Balikpapan, 23 Februari 2026
Satria Dharma