Kamis, 25 September 2025
Negeri Tirai Bambu tidak hanya terkenal dengan “10.000-Leagues Long Wall” atau Tembok Besar China, salah satu dari “Tujuh Keajaiban Dunia”. Di sebelah utara China, yaitu di Zhangye Danxia, juga terdapat gunung pelangi fantastis dengan warna-warni indah dan menjadi salah satu fenomena alam yang menakjubkan di dunia. Zhangye Danxia, hadir sebagai “kanvas alam” yang penuh warna dan lekuk-lekuk bumi seolah lukisan mempesona bagi siapapun yang memandangnya. Inilah yang kami kunjungi hari ini.
Zhangye atau Zhangyi atau Changyeh atau dikenal juga sebagai Kanchow, adalah sebuah prefektur di pusat provinsi Gansu. Zhangye sendiri berarti ‘open armpit’ atau ‘lengan terbuka’ yang maksudnya adalah ‘merdeka’ atau sudah tidak terkungkung lagi. Penduduknya hanya 1,2 juta orang. Gansu berbatasan dengan Mongolia Dalam di utara dan Qinghai di selatan. Distrik pusatnya adalah kota Ganzhou, sebelumnya bernama kota Xia Barat yang pernah menjadi salah satu pos terdepan di Tiongkok barat yang terpenting.
Pagi ini yang kami datangi adalah Dafo Temple atau Big Buddha Temple.
Kuil Dafo di Zhangye fitur utamanya adalah patung Buddha berbaring raksasa, yang merupakan salah satu patung Buddha terbesar di dunia. Patung ini dibuat sekitar tahun 1100, selama periode Dinasti Xia Barat (juga dikenal sebagai Tangut). Patung Buddha berbaring ini memiliki panjang tiga puluh lima meter.
Sejarah kuil ini menceritakan bahwa pada tahun 1098, seorang biksu bernama Sineng Weimie melihat cahaya gaib dan mendengar suara surgawi yang berasal dari sebuah bukit di dekat kaki gunung. Saat menyelidiki daerah tersebut, Sineng menemukan sebuah timbunan harta karun yang mencakup patung Buddha berbaring dan mulai membangun sebuah kuil besar untuk menghormati patung tersebut, yang ia yakini telah diwahyukan oleh karunia ilahi. Patung nirwana di kuil ini memiliki sejarah panjang para pelindung dan pengunjung dan telah dilindungi selama berabad-abad oleh para biksu Buddha, tetapi patung tersebut juga mengalami kerusakan dan restorasi.
Ada sebuah kisah yang menyebutkan bahwa Kubilai Khan (kemungkinan besar adalah kakek moyangnya Shahruk Khan dan mungkin juga Chakra Khan), lahir di kuil ini waktu ibunya tinggal di sana. Kisah lain menyebutkan bahwa Bing, kaisar terakhir Dinasti Song (mungkin ini moyangnya Bing Crosby dan Bing Slamet), diasingkan ke Zhangye dan menjadi biksu di kuil tersebut. Tapi ada yang menyangsikan kisah ini. Kalau saya mah percaya aja deh. Whatever you say deh… 😁
Dari Dafo Temple kami menuju ke Rainbow Mountain di Zhangye-Danxia Geological Park
Rainbow Mountain alias Gunung Pelangi ini bukan gunung sembarang gunung, sesuai dengan namanya gunung ini punya garis-garis berwarna-warni yang serupa pelangi. Pokoknya keren deh. Soalnya karena menurut umat Islam Gunung Pelangi ini ada disebutkan di dalam Al Quran Surat Al Fathir ayat 27. Udah pernah baca ayat ini belum…?! 😁
Zhangye Danxia memiliki luas sekitar 322 km persegi, menjadi habitat bagi berbagai tumbuhan dan hewan yang beradaptasi di lingkungan yang ekstrem. Gunung pelangi Zhangye Danxia ini adalah fenomena alam yang menakjubkan dengan formasi batuan berwarna-warni seperti palet pelangi. Warna-warni ini terbentuk dari
proses geologi jutaan tahun lalu sehingga lapisan-lapisan batuan yang terkikis menghasilkan warna merah, jingga, kuning, hijau, dan ungu. Seandainya saya seorang seniman maka saya pasti akan segera membuat puisi atau bikin lukisan. Sayangnya saya hanya mantan guru bahasa Inggris. Jadi saya hanya bisa mengucapkan, “Hey mountain…! You’re very beautiful.” sambil menoleh ke istri saya. Kuatirnya dia tanya siapa yang saya sebut beautiful. 😁 Saya langsung ingat pada teman saya si Dewa Pantun, Ki Saur Panjaitan, yang kalau bikin pantun itu kayak kita ngobrol saja.
Mau tahu ayat yang dimaksud?
Gunung Pelangi ini disebut dalam Al Quran Surat Al Fathir ayat 27:
“Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.” [QS: Al Fathir [35]: 27]
Ada beberapa fakta dari Gunung Pelangi yang mungkin perlu diketahui sbb:
1. Lanskap yang bergunung-gunung di Zhangye-Danxia seperti yang kita lihat sekarang, ternyata katanya dulunya adalah laut. Usianya diperkirakan sudah mencapai jutaan tahun. Embuh bener embuh ndak ana dak weruh.
Katanya para ahli geologi 6 Juta tahun yang lalu, dataran ini berupa laut. Lalu air turun, datarannya naik. Nah, permukaan yang kita lihat sekarang adalah dasar laut.
“Mosok sih …?!” kata istri saya bertanya-tanya. Believe it or not, kata saya.
Katanya lagi daerah ini terbentuk akibat letusan gunung berapi. Duar….duar….duar…!
Lapisan tanah yang berwarna-warni di gunung ini diperkirakan terbentuk dari letusan gunung berapi bawah laut yang sudah terjadi jutaan tahun silam. Letusan ini tak hanya berlangsung sekali, tetapi berkali-kali. Koyok weruh-weruho ae arek-arek geologi iki. 😁
Dari letusan gunung berapi tersebut zat-zat di dalam bumi keluar semua. Ada kalsium, besi, tembaga, embuh opo maneh.
Gunung Pelangi Zhangye ini merupakan bagian dari Taman Geologi Zhangye Danxia yang telah diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO. Warna-warna pelangi ini akan semakin terlihat jelas saat terkena sinar matahari, terutama saat matahari terbit dan terbenam, menjadikan Gunung Pelangi sebagai salah satu tempat terbaik untuk fotografi.
Gunung Pelangi ini sangat Indah dan luas. Kami puas dan gembira bisa mengunjunginya. Saya malah berpikir mungkin salah satu gunung di Indonesia bisa dibuat sebagai lokasi wisata dunia kayak ini. Tapi setelah saya pikir lagi saya jadi ragu. Di Indonesia pasti ruwet urusan pertanahannya. Lha wong bikin jalan tol aja bisa ruwet apalagi kalau lokasi seluas ini. Kalau di China mah kagak ada ruwetnya sama sekali. Kan semua bumi dan seisinya milik pemerintah China. Kalau mau bikin apa aja ya tinggal ambil aja dan tidak akan ada ormas dan warga adat yang bakal bawa pasukan bergolok menghalangi.
Ah, saya jadi kangen dengan kekayaan ormas kita di Indonesia. 😂
Jiuquan, 26 September 2025
Satria Dharma










