Baru saja seseorang berusaha untuk menipu saya dengan modus baru.
Seseorang mengirim WA dengan mengucapkan salam dan bertanya bagaimana kabar saya dan keluarga. Waktu saya tanya siapa dia lalu dijawab, “Rika Rahmita Sujatma dibandung Pak.”
Bu Rika adalah seorang teman yang setahu saya jadi kepala sekolah di Subang. Ketika saya tanya apakah masih menjadi kasek, ia menjawab “masih Pak,kepala sekolah SMAN 1 Kalijati Pak.” Ketika saya tanya alamatnya ia tidak menjawab dan bilang mau mengirim berita baik. Berita baiknya adalah bahwa ia akan menikahkan anaknya dan mengundang saya. Ia lalu mengirim undangan perkawinan yang sederhana dengan nama saya sebagai orang yang diundang (tapi kemudian dihapus). Undangannya adalah untuk besok tanggal 28 Juni 2025. Tentu saja saya merasa heran karena lama sekali kami tidak berhubungan tapi kok tiba-tiba mau mengundang saya ke pernikahan anaknya untuk besok pagi pula. Begitu mendadak…
Karena saya sedang ada di Balikpapan maka saya sampaikan ucapan selamat saja. “Selamat atas pernikahan anaknya, Bu Rika. Mohon maaf tidak bisa hadir karena ada di Balikpapan saat ini. 🙏Doa restu kami dari jauh untuk kedua mempelai.”
Anehnya, Bu Rika ini minta agar saya mengirim karangan bunga untuk pernikahan anaknya tersebut. “Rika Request kado karangan bunga ja dari Pak Satria untuk acara pernikahan Ananda besok…hehehe🙂” Ini adalah permintaan yang aneh. Belum pernah saya dengar ada orang yang mau menikahkan anaknya tapi minta dikirimi karangan bunga oleh orang yang diundangnya. Apalagi dari orang yang tidak begitu akrab. Jadi alarm kewaspadaan saya mulai berdering. Ketika saya tanya di mana lokasi pernikahannya ia lalu menjawab, “biar tidak merepotin Pak Satria,bagaimana kalau Rika bantu pesankan dari toko floristnya. Rika kirim no hp toko floristnya sama Pak Satria. Ini no toko floristnya Pak. Tiara Florist 081262777696”. Alarm saya berdering lagi. Saya mulai tidak percaya dan mencari apa yang aneh. Karena Bu Rika ini adalah teman di FB maka saya cek FB-nya. Tidak ada sama sekali berita atau posting tentang pernikahan anaknya. Saya cari lagi apa yang aneh. Ketemu…! Saya melihat perbedaan antara ‘Rika Asli’ dan ‘Rika Palsu’. Rika yang asli Namanya adalah ‘Rika Rachmita Sujatma’ sedangkan yang palsu ‘Rika Rahmita Sujatma’. Tahu bedanya…?! Yang asli bernama ‘Rachmita’ sedangkan yang palsu bernama ‘Rahmita’. Meski tampaknya sepele tapi ini jelas sebuah kesalahan yang mungkin bahkan tidak disadari oleh si penipu. Saya tidak akan pernah menyebut nama saya ‘Satria Darma’ dan pasti ‘Satria Dharma’. Orang mungkin tidak akan peduli beda antara ‘Darma’ dan Dharma’ tapi si pemilik nama pasti tidak akan salah memberikan namanya. Begitu juga dalam kasus ‘Rachmita’ dan ‘Rahmita’ ini.
Saya lalu mencari keterangan tentang Tiara Florist ini. Saya telpon Tiara Florist Bandung dan menanyakan apa benar bahwa no 081262777696 adalah no telponnya dan dijawab bukan. Saya tanyakan ke Rika palsu ini dan katanya Tiara Florist di Subang. Saya cari lagi di Google dan ketemu no telpon Tiara Florist Subang. Saya telpon dan tanyakan apakah no 081262777696 adalah nomornya Tiara Florist Subang dan dijawab bukan. Nah, lo…!
Tak lama kemudian no yang mengaku sebagai Tiara Florist Subang mengirim WA ke saya. “mohon maaf mengganggu waktunya sebentar Bapak. saya dapat info dari ibu Rika, Bapak mau order karangan bunga untuk acara pernikahan (MUHAMMAD RIZKY & LOLY ELFIANI) Putri dari Ibu Rika. “TIARA FLORIST”
Saya lalu mencoba menghubungi Ibu Rika asli yang ternyata saya punya nomor HP-nya. Tapi tidak diangkat. Saya hubungi lewat messenger juga tidak dibalas. Tapi tak lama kemudian saya buka FB ternyata Bu Rika menulis status di FB-nya sbb: “Bismillah. Kepada semua teman dan saudara mohon jika ada yang menghubungi mengatasnamakan saya dan meminta sesuatu, mohon diabaikan. Itu bukan saya. Terima kasih”
Jadi sudah jelas bahwa ini adalah penipu. Tapi saya masih mau berbasa-basi, “Iya. Berapa harga karangan bunganya?” dan lalu diberi list harga karangan bunga. Saya lalu memberinya harapan kosong. Saya lalu menjawab “Yang paling besar ya. No rekeningnya?” lalu dijawab “Ini untuk no rek no rek kita Bapak. BANK BRI 109201031514509 A/N..MUHAMMAD RAMADHAN FA”
Saya lalu pura-pura tidak bisa mengirim ke rekening BRI dan tanya BCA. Ternyata ia tidak punya rekening BCA. Saya lalu pura-pura lagi. “Waduh…! Bagaimana ya… 🤔”
Percakapan terhenti karena ia tidak memberikan no rekening BCA seperti yang saya minta.
Begitulah modus penipuan terbaru yang saya terima sore ini.
Balikpapan, 27 Juni 2025
Satria Dharma






