“What is equity in terms of education? Equity in education aims to create a level playing field for all children by supporting those who need it most.”
Mungkin Anda sudah pernah dengar bahwa Ganjar Pranowo meraih penghargaan detikcom Awards 2023: Adapt and Transform to an Era of Change kategori Tokoh Pendongkrak Kualitas Pendidikan Keluarga Miskin. Salah satu kontribusi Ganjar yakni menginisasi 18 sekolah gratis SMKN Jawa Tengah, bagi siswa dari keluarga dengan keterbatasan finansial. Ide sekolah gratis ala Jateng ini bukan sekedar sekolah gratis sebagaimana di banyak daerah lain (termasuk Surabaya yang sudah lama digagas dan diwujudkan oleh Bu Risma) yang juga memberi banyak bantuan bagi anak-anak keluarga miskin. Kelebihan program ini daripada sekolah gratisnya Bu Risma adalah bahwa sekolah-sekolah ini memang diprioritaskan bagi anak-anak keluarga miskin. Di Surabaya tidak ada sekolah yang memprioritaskan HANYA untuk anak keluarga miskin sehingga sekolah-sekolah negeri (yang gratis itu) akhirnya juga lebih banyak dimasuki oleh anak-anak yang sebenarnya mampu bersekolah di sekolah swasta yang berbayar. Anak-anak miskin yang tidak mendapat privilege akhirnya tidak mampu bersaing dengan anak-anak dari keluarga yang mampu. Akhirnya mereka masuk ke sekolah-sekolah swasta asal-asalan lagi dengan tetap harus mengeluarkan biaya. Padahal banyak anak mampu yang justru mendapatkan fasilitas sekolah gratis. Sila baca selanjutnya di sini.
Jika SMKN Jateng Gratisnya Ganjar saja telah membuat saya kagum dan sangat mengapresiasi, maka kini Prabowo mengajukan program pendidikan yang jauh lebih revolusioner, yaitu Sekolah Rakyat. Ini program yang sangat revolusioner tapi anehnya, program ini tidak banyak dibicarakan atau ditanggapi oleh para pengamat atau pakar pendidikan dan sosial. Mungkin mereka masih ragu-ragu mau berkomentar karena program ini benar-benar baru dan out of the box.
Apa sih revolusionernya program Sekolah Rakyat ini? Apa kelebihannya dibandingkan dengan program SMKN Jateng Gratisnya Ganjar?
Pertama, program SR ini juga GRATIS DAN BERASRAMA seperti programnya Ganjar. Tapi program SR ini akan dilakukan DI SELURUH INDONESIA. Jadi kalau Ganjar hanya di Jateng, atau di 1 propinsi, maka SR ini akan dibangun di seluruh Indonesia. Jadi jelas lebih massif. Bayangkan kalau di setiap propinsi, kota atau kabupaten ada satu saja SR maka bayangkan besarnya pengaruhnya pada dunia Pendidikan kita. Program Sekolah Rakyat ini digadang-gadang menjadi tonggak baru dalam upaya pemerataan pendidikan dan pemberantasan kemiskinan di Indonesia. Dengan konsep pendidikan gratis dan berasrama, lulusan sekolah ini diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat untuk menjadi agen perubahan guna mengubah taraf kesejahteraan keluarganya untuk terlepas dari jerat kemiskinan. Jadi sekolah ini selain gratis juga berasrama sehingga tidak ada lagi masalah biaya hidup bagi siswanya. Semua akan ditanggung. Mutu pembelajarannya juga akan dijamin sebaik mungkin. Sekolah Rakyat akan memenuhi seluruh kebutuhan siswa. Mulai dari pendidikan, tempat tinggal, hingga makanan bergizi. Jika dihitung nilai bantuan itu mencapai sekitar Rp50 juta per anak per tahunnya.
Kedua, program SR ini bukan hanya akan ada di level sekolah menengah atau spesifik bagi siswa SMK tapi akan menyasar ke semua level mulai SD, SMP, dan SMA. Jadi akan sangat massif. Dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar pada 21 Maret 2025, Presiden Prabowo mengumumkan pada tahun ini akan dibangun 200 sekolah berasrama dengan target seribu siswa per sekolah. Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan, program sekolah rakyat ini tujuannya untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi dan melahirkan generasi emas.
“Presiden meminta Sekolah Rakyat jenjangnya mulai dari SD, SMP, SMA. Tiap sekolah diharapkan ada 1.000 siswa dan kita diperintah supaya di tahun ini sudah bisa membuka sekolah di 100 titik,” ujarnya dalam keterangan tertulis dilansir detikNews, Sabtu (17/5/2025).
“Kami sudah putuskan untuk membangun tahun ini. Kita harap segera mulai dengan 200 sekolah rakyat berasrama untuk SD, SMP, dan SMA. Ini diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu,” katanya dalam rapat yang dihadiri jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju.
Ketiga, program SR ini akan dikerjakan bersama lintas kementrian. Yang akan terlibat adalah Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementrian Koordinator Perekonomian. Presiden menegaskan dan menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemerintahan serta semangat persatuan dalam menjalankan program ini. Jadi ini program lintas kementrian yang melibatkan tiga kementrian. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa rekrutmen guru untuk Sekolah Rakyat akan dilakukan secara terintegrasi untuk tiga kategori, yaitu guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan. Menurutnya, proses rekrutmen akan menggunakan skema rekrutmen melalui guru-guru ASN dan guru PPPK. Direncanakan ada 60 ribu tenaga pengajar yang akan direkrut. Nantinya, guru yang lolos tes seleksi tenaga pengajar sekolah rakyat akan mengikuti pelatihan selama kurang lebih satu bulan yang dilanjutkan dengan masa orientasi hingga akhirnya siap mengajar pada Juli 2025.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menekankan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan contoh nyata penerapan evidence-based policy. BPS pun memberikan dukungan penuh dengan penyediaan data melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) serta Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memetakan lokasi Sekolah Rakyat.
Keempat, SR ini dalam waktu dekat akan buka minimal 100 sekolah berasrama. Jadi bukan satu, dua, atau beberapa dulu untuk ujicoba. Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Senin, 5 Mei 2025, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa program ini menyasar anak-anak dari kelompok ekonomi rendah di Indonesia dan akan dimulai dengan pendirian sedikitnya 100 sekolah di berbagai wilayah. Dalam pidatonya, Presiden juga menargetkan 53 sekolah pertama dapat diresmikan dalam tiga bulan ke depan. Menurutnya, Kementerian Sosial telah memiliki sejumlah gedung yang bisa segera direnovasi untuk mempercepat realisasi program ini. Sementara 147 sekolah lainnya akan menyusul dalam waktu dekat. Tentu saja Pemerintah akan mengajak semua kepala daerah di semua propinsi, kota, dan kabupaten untuk turut serta dalam membangun SR ini.
Kelima, adanya dukungan dari semua kepala daerah. Presiden menilai dukungan dari pemerintah daerah terhadap sekolah rakyat ini juga luar biasa. Katanya lebih dari 200 bupati dan wali kota telah menyiapkan lahan guna mendukung pembangunan sekolah. Lahan disiapkan oleh para kepala daerah sedangkan sisanya akan dibiayai oleh pemerintah pusat. Sekadar info, Indonesia terdiri dari 38 provinsi, 416 kabupaten, dan 98 kota. Kalau ada kota atau kabupaten yagn telah mendapat tawaran program ini maka saya yakin semua kota dan kabupaten juga akan berharap mendapat tawaran yang sama.
“Saya katakan, kalau Pemda siapkan lahan, kita bangun. Dan kita sudah siapkan anggaran APBN. Ternyata sambutannya lebih dari 200, ya Mensos, sudah siapkan lahan. Antara sekitar 5 hektare sampai 8 hektare, Lumayan. Sekolah, SD, SMP, SMA, 5 hektare saya kira jarang tuh di Indonesia,” lanjutnya. Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura beberapa hari yang lalu menyatakan Saat ini Pemprov Kepri sudah mengajukan pembukaan Sekolah Rakyat seluas 20 hektar di Pulau Dompak, Kota Tanjung Pinang.
Keenam, sasarannya adalah anak-anak miskin dan miskin ekstrim. Presiden menekankan bahwa perencanaan titik pembangunan dilakukan secara detail yang menyasar pada daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi. Program SR ini juga diharapkan memperkuat mobilitas sosial dan menjawab tantangan pendidikan nasional. yang ditujukan untuk rakyat yang berada dalam kelompok ekonomi yang paling rendah, desil satu dan desil dua.
Dalam pidatonya, Presiden juga menargetkan 53 sekolah pertama dapat diresmikan dalam tiga bulan ke depan. Menurutnya, Kementerian Sosial telah memiliki sejumlah gedung yang bisa segera direnovasi untuk mempercepat realisasi program ini. Sementara 147 sekolah lainnya akan menyusul dalam waktu dekat.
Presiden Prabowo menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat bisa mencapai 200 unit per tahun. Dengan demikian, dalam lima tahun ke depan setidaknya ada satu Sekolah Rakyat di setiap kabupaten, terutama di wilayah dengan kantong-kantong kemiskinan. “Kita ingin menghilangkan kemiskinan dalam waktu secepat-cepatnya. Saya yakin ini bisa kita kerjakan,” katanya. 🙏
Bagaimana pendapat Anda dengan program yang sangat revolusioner ini? 😁
Surabaya, 11 Juni 2025
Satria Dharma