Katanya tanda kalau sudah mulai uzur itu jika sudah mulai sering lupa. Tampaknya saya mulai uzur juga ini… 😁
Kemarin sepulang dari Sumatra Utara dari bandara Silangit ke Surabaya kami harus transit di Cengkareng. Setiba di Cengkareng kami merasa lapar dan ingin beli makan sebagai bekal untuk kami makan di pesawat menuju Surabaya nanti. Kami lalu keluar dan cari resto Solaria. Istri saya ingin makan kwetiau dan saya ingin nasgor.
Kami menunggu sebentar pesanan kami dan begitu pesanan take away kami siap kami lalu bergegas masuk lagi ke bandara. Pesawat kami di 2E dan kami bergegas masuk. Kalau masih sempat kami akan makan sambil menunggu panggilan. Sebelum masuk istri saya mengingatkan saya agar melepas ikat pinggang dan jam tangan sebagai syarat untuk masuk ke ruang tunggu. Saya senyum-senyum saja karena semua sudah saya lakukan tadi. Jadi sambil berjalan dari Solaria ke ruang tunggu saya sudah lepas semua dan masukkan ke ransel. I’m ready to enter the gate.. 😎
Tiba-tiba istri saya bertanya, “Lho mana kopermu?”
Saya langsung kaget karena ternyata saya lupa membawa koper kecil tentengan saya yang tadi saya letakkan di kursi di Solaria.
Gimana sih…! 🥹
Dengan bergegas saya balik kembali keluar dari bandara menuju ke Solaria lagi. Koper tentengan saya masih ada di tempatnya menunggu saya dengan setianya. Mungkin sambil agak jengkel karena saya tinggalkan begitu saja tadi. 😁
Untunglah…!
Saya lalu lari masuk kembali ke bandara 2E dengan menarik koper tentengan saya tersebut. Istri saya sudah masuk lebih dulu.
Ketika mau masuk pemeriksaan barang ternyata antrinya panjang karena ada rombongan umroh yang sudah lebih dulu di depan saya. Mana mereka berdesak-desakan pula. Hadeeeh…! 😁
Ketika koper dan ransel saya sudah masuk meja X-ray saya lalu masuk ke pintu pemeriksaan petugas. Begitu di depan pintunya saya diingatkan untuk membuka jaket saya. OMG…! Saya kok lupa membuka jaket dan memasukkannya ke tray tadi. Padahal semua yang lain sudah saya masukkan ke tas ransel.
Jadi jaket saya lepas dan lemparkan ke meja X-ray dan antri masuk lagi.
Begitu selesai diperiksa saya lalu segera menyambar koper dan tas ransel saya berlari ke E-5 tempat pintu pesawat kami ke Surabaya. Ternyata istri saya menunggu di E-3 karena pintu pesawat kami diubah ke E-3.
Sambil menunggu panggilan masuk ke pesawat kami membuka box pesanan makan kami untuk makan mengisi perut.
Baru saja beberapa suapan tiba-tiba ada panggilan penumpang untuk masuk ke pesawat. Kotak makan kami tutup dan masukkan lagi.
Begitu kami siap masuk ke pesawat dan bersiap untuk antri di saat itulah saya ingat bahwa jaket saya tidak ada. Saya langsung ingat bahwa jaket belum saya ambil di pemeriksaan X-ray tadi. Saya lalu berlari kembali untuk mengambil jaket saya. Jaket saya sudah diletakkan disamping petugas karena lama tidak ada yang mengambil tadi.
Begitulah…
Tidak sampai satu jam kok saya bisa ketinggalan dua barang berturut-turut…! 😁
Kalau tadi saya tidak diingatkan oleh istri maka saya mungkin akan benar-benar lupa pada koper saya. Saya mungkin akan berpikir koper masuk bagasi.
Kalau jaket tadi saya sendiri yang ingat karena saya sadar bahwa di dalam pesawat itu bakal dingin dan saya butuh jaket saya. Tapi tetap saja saya lupa dua kali berturut-turut. Kalau tiga kali namanya hattrick… 😁
Inikah yang dinamakan ‘ngunduri tuwo’… 😁
SAJ CGK-SUB, 2 Oktober 2026
Satria Dharma
NB: Berikut ini adalah foto-foto kami ketika di Pulau Samosir dan Danau Toba.












