Bahasa Armenia menggunakan alfabet unik yang disebut Hayoc’ aybuben, yang terdiri dari 39 huruf (31 konsonan dan 7 vokal). Sistem penulisan ini diciptakan oleh Santo [Mesrop Mashtots] pada tahun 405 Masehi dan digunakan secara khusus untuk menulis bahasa Armenia, baik Timur (resmi di Armenia) maupun Barat. Jadi baik Georgia mau pun Armenia punya abjad lain yang berbeda. Jadi informasi di hotel disampaikan dalam 3 bahasa dan abjad yang berbeda. Sungguh unik…! 😁
ARMENIA
Hari ini cuaca diperkirakan akan dingin di antara 5 – 18 Celsius. Pagi ini kami akan mendatangi Danau Sevan (Lake Sevan) yang tidak terlalu jauh dari Old Dilijan.
Danau Sevan adalah danau terbesar di Armenia. Letaknya di timur negeri itu di provinsi Gegharkunik, pada ketinggian 1.900 m. Danau Sevan merupakan salah satu danau air tawar pegunungan terbesar di Eurasia (kedua terbesar di dunia). Luas cekungan danau ini mencapai 5.000 km² yang mencakup ⅙ dari total luas daratan Armenia. Airnya jernih kebiruan, dikelilingi pegunungan, dan menjadi tempat pelarian musim panas bagi warga Armenia. Selain panorama alamnya yang memikat, di sekitar danau juga terdapat biara kuno dan pantai pasir.
SEVANAVANK MONASTERY
Sevanavank atau “Biara Hitam,” adalah kompleks biara yang terletak di semenanjung di pesisir barat laut Danau Sevan. Awalnya, biara ini dibangun di pesisir selatan sebuah pulau kecil.
Sevanavank adalah satu situs bersejarah, budaya, dan wisata paling terkenal di Armenia yang didirikan pada tahun 305 M. Menurut tradisi, Gregorius sang Penerang mendirikan biara tersebut dengan menempatkan salib kayu di lokasi bekas kuil pagan. Awalnya, Sevanavank terdiri dari empat gereja, sebuah narthex, dan bangunan tambahan, tetapi saat ini hanya dua gereja yang masih berdiri. Berdasarkan sumber sejarah dan prasasti, kedua gereja ini dibangun pada tahun 874 M. Khachkar (batu salib) penyelamat Sevanavank, yang menggambarkan adegan penyaliban Kristus, terletak di gereja Para Rasul.
Biara Sevanavank dibangun dari batu tufa vulkanik hitam oleh Putri Mariam. Awalnya biara ini berada di sebuah pulau dan berfungsi sebagai pusat bersejarah untuk iman dan pembelajaran. Saat ini, hanya dua gereja—Surp Arakelots (Para Rasul) dan Surp Astvatsatsin (Bunda Suci Allah)—yang tersisa.
Selain sebagai pusat keagamaan, Sevanavank juga berfungsi sebagai salah satu benteng penting di Armenia abad pertengahan. Pada tahun 921, Raja Armenia Ashot II sang Besi (memerintah 914–921) bertempur dalam pertempuran penting melawan pasukan Arab di sini.
GARNI TEMPLE
Perjalanan ke Kuil Garni membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam dari Biara Sevanavank.
Kuil Garni adalah satu-satunya bangunan bertingkat bergaya Yunani-Romawi yang berdiri di Armenia dan bekas Uni Soviet. Terletak di desa Garni, kuil ini adalah bangunan dan peninggalan era pra-Kristen Armenia yang paling terkenal.
Garni Temple, satu-satunya bangunan kuil pagan yang masih berdiri di Armenia. Kuil ini dibangun pada abad ke-1 Masehi dan merupakan contoh arsitektur klasik Yunani-Romawi yang indah. Dengan pilar-pilar yang megah dan ukiran-ukiran yang detail, Garni Temple adalah salah satu destinasi wajib dikunjungi bagi para pecinta sejarah dan arsitektur.
Kuil Garni ini terletak sekitar 30 kilometer di sebelah timur Yerevan, ibu kota Armenia. Kuil ini dibangun sekitar abad ke-1 Masehi atas perintah Raja Tiridates I dari Armenia. Awalnya kuil ini adalah kuil Zoroaster yang didedikasikan untuk dewa matahari Mikhel. Kuil ini dibangun oleh para pengrajin yang kembali dari Roma bersama raja. Kuil ini memiliki struktur kolom Ionia dengan 24 kolom, masing-masing setinggi sekitar 6,54 meter, melambangkan 24 jam dalam sehari. Bagian dalamnya kecil, hanya dapat menampung sekitar 20 orang, dan penduduk setempat masih memainkan alat musik tradisional, bernama Dudug, di sana. Setelah Kekristenan menjadi agama negara pada abad ke-4, kuil ini terhindar dari kehancuran berkat campur tangan kerajaan dan diubah menjadi istana musim panas. Kuil ini pernah hancur akibat gempa bumi besar pada tahun 1679, dan dibangun kembali antara tahun 1969 dan 1975 dengan dukungan Soviet dan di bawah pengawasan arsitek Alexander Sakhyan
AZAT RIVER
Sungai Azat adalah sungai sepanjang 55 km di Provinsi Kotayk, Armenia, yang berhulu di Pegunungan Geghama dan mengalir ke sungai Araks. Terkenal karena mengalir melalui ngarai yang menakjubkan dekat Garni—termasuk situs Simfoni Batu (Symphony of Stones)—sungai ini merupakan situs warisan budaya yang penting dan tujuan ekowisata popular. Nama “Azat” berarti “bebas” atau “liberal” dalam bahasa Armenia, merujuk pada aliran sungainya yang liar dan deras.
BLUE MOSQUE
Masjid Biru adalah masjid Syiah Dua Belas Imam Iran abad ke-18, yang terletak di Yerevan, Armenia. Masjid ini dibangun atas perintah Hoseyn Ali Khan, khan dari Kekhanan Erivan. Masjid ini merupakan salah satu bangunan tertua yang masih ada di pusat Yerevan dan bangunan paling signifikan dari periode Iran di kota tersebut. Masjid ini merupakan masjid terbesar dari delapan masjid di Yerevan pada abad ke-19 dan merupakan satu-satunya masjid yang masih aktif di Armenia saat ini.
REPUBLIC SQUARE
Yerevan Republic Square merupakan mahakarya arsitektur di Yerevan, yang terkenal karena perpaduan unik antara gaya neoklasik dan motif tradisional Armenia. Sebagian besar bangunannya dibangun menggunakan batu tuff berwarna merah muda dan putih, yaitu batu vulkanik yang memberikan julukan “Kota Merah Muda” bagi Yerevan. Makna Arsitektur Lapangan ini dirancang oleh Alexander Tamanyan pada tahun 1924 sebagai bagian dari “Rencana Umum” miliknya untuk Yerevan. Visinya berhasil mengubah kota kecil menjadi ibu kota modern dengan memadukan tradisi arsitektur kuno Armenia—seperti ukiran batu yang rumit dan motif bunga—dengan tata kota ala Eropa yang megah.
Kompleks Lapangan Republik ini dianggap sebagai salah satu contoh terbaik arsitektur era Soviet, dan meraih Penghargaan Negara SSR Armenia pada tahun 1971.
Kami berbelanja suvenir di kompleks ini. Tapi harganya sangat mahal. Lebih mahal daripada harga-harga di Azerbaijan maupun Georgia. Kaos yang biasa kita beli di Lombok seharga 25 ribu di sini dijual 200 ribu. Sungguh tidak mufakat. 😁
Hari ini kami menginap di hotel Royal Plaza Yerevan. Hotel yang nyaman dan terletak di tengah hotel.
Yerevan, Armenia, 14 Mei 2026
Satria Dharma





















