Rencana pemerintah untuk membangun sekolah Unggulan Garuda menurut saya adalah ide basi yang bakalan gagal. Membangun sekolah unggulan dengan tujuan agar lulusannya bisa melanjutkan di perguruan tinggi top dunia itu sungguh terasa sebagai visi dan misi pendidikan yang cemen.
Apakah pemerintah tidak belajar dari kesalahannya kapan hari dengan program RSBI-nya? Program ini jauh-jauh hari (Agustus 2010) hari sudah saya ramalkan akan gagal dan ternyata memang gagal karena dihentikan oleh MK. Coba baca tulisan saya ini untuk melihat betapa konyolnya program semacam ini.
Dengan amar putusannya untuk menghentikan program RSBI sebenarnya Mahkamah Konsitusi (MK) telah menyelamatkan muka Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dan sudah semestinya Kemdikbud berterima kasih pada MK.
Jadi pemerintah sudah pernah mencoba dan gagal. Kini ide basi ini akan dicoba lagi tapi dengan menunjuk Kemenristekdikti sebagai pengelola. Pak Satryo tampaknya tidak bisa menolak meski sungguh aneh sekolah yang levelnya adalah SMA tapi yang diminta untuk mengelola kok justru Dikti. Apa karena Pak Prabowo tahu bahwa Dikdasmen dulu gagal dan kini mau dicobakan ke Dikti? Percayalah, Pemerintah itu TIDAK PUNYA KAPASITAS untuk membuat sekolah yang unggul dan seharusnya memang TIDAK PERLU. Lebih penting bagi pemerintah untuk berfokus pada anak-anak miskin yang tidak mendapatkan pendidikan yang memadai. Sebenarnya kalau ingin agar anak-anak yang berprestasi akademik tinggi mendapat pendidikan yang sesuai dengan kapasitas mereka maka tidak perlu pemerintah yang membuat sendiri sekolah semacam itu. Presiden bisa MENGAJAK DAN MENDORONG para konglomerat untuk membangun sekolah-sekolah semacam itu. Bukankah Pak Luhut Binsar Pangaribuan sudah mendirikan sekolah unggulan dengan dana pribadinya sendiri dan gratis?
SMA Unggul Del menjadi sekolah terbaik di Sumatera berdasarkan nilai UTBK 2022. Sedangkan di tingkat nasional berada di posisi 12. Nilai rerata UTBK 2022 yang diraih SMA Unggul Del, yakni sebesar 628,100. Tahun sebelumnya, SMA ini sempat menempati posisi sekolah terbaik ke-3 di tingkat nasional. Artinya pihak swasta bisa membuat sekolah semacam ini dengan dana mereka yang berlimpah. Lagipula ada banyak konglomerat yang senang bila diajak untuk terlibat dalam proyek semacam ini dan mereka pasti akan bisa melakukan jauh lebih baik ketimbang pemerintah. Pak Luhut sendiri hartanya cuma 1 T tapi bisa membuat sekolah unggul.
Jadi ketimbang membuat sendiri sekolah unggul mengapa Prabowo tidak menggerakkan para konglomerat untuk masing-masing membuat sekolah unggul seperti Pak Luhut. Kalau Pak Luhut saja bisa maka Sampoerna Foundation, Djarum Foundation, dan yayasan-yayasan Pendidikan yang dibangun oleh para konglomerat lain pasti juga bisa. Peter Sondakh yang peringkat 19 terkaya di Indonesia punya harta 30 kali lipat daripada Pak Luhut. Artinya sangat BANYAK konglomerat yang bisa diajak.
Itu jauh lebih mudah. Prabowo tinggal panggil para konglomerat untuk dinner, ngopi-ngopi, kongkow, dan sampaikan ajakan untuk bikin sekolah unggul melalui yayasan mereka. Mereka akan merasa SANGAT TERHORMAT jika diminta oleh Presiden.
Dengan demikian negara akan menghemat biaya APBN, mengurangi beban kementrian, bisa menggerakkan banyak resources dengan serentak dan ini akan membuat para konglomerat berlomba-lomba untuk menunjukkan kemampuan mereka di bidang pendidikan. They will love it. Sementara itu biarlah pemerintah lebih berfokus agar SETIAP anak miskin bisa bersekolah di sekolah negeri. Jangan lagi ada anak miskin yang tidak bisa bersekolah karena tidak diterima di sekolah negeri dan sekolah negeri justru dipenuhi oleh anak-anak dari kalangan menengah. Ini jauh lebih penting dan lebih heroik. 🙏
Jadi tolong kalau ada orang yang dekat dan bisa BICARA kepada Pak Prabowo minta beliau untuk mempertimbangkan ulang ide Sekolah Unggulan Garuda ini. Minta beliau untuk mengumpulkan para konglomerat untuk membangun sekolah unggulan mereka masing-masing. Pak Jokowi saja bisa mengajak para konglomerat untuk membangun di IKN mosok Pak Prabowo tidak bisa mengajak mereka untuk bikin sekolah unggulan mereka masing-masing dengan semua kapasitas dan resources yang mereka miliki di dalam dan di luar negeri. Piece of cakelah urusan ini⦠😁
Surabaya, 16 Januari 2025
Satria Dharma