Saya membaca kabar tentang bertobatnya ratusan anggota Jamaah Islamiyah dari paham kekerasannya dan berjanji untuk setia kepada NKRI dan merasa sungguh bersyukur. Ini adalah hal yang sangat patut untuk disyukuri oleh bangsa Indonesia. Tugas kita ke depan akan lebih ringan karenanya. Sila baca di sini :
Jamaah Islamiyah, dari Johor Berakhir di Bogor dan Ratusan Jemaah Islamiyah Lampung Kembali Berikrar Kembali Ke NKRI
Sebelum ini ada banyak umat Islam yang tertipu oleh berbagai aliran agama dan politik berbasis agama yang meresahkan bangsa dan negara. Saya sendiri banyak terlibat dalam upaya untuk menentang gerakan-gerakan pemberontakan kepada bangsa dan negara ini, baik di dunia nyata mau pun di dunia maya. Saya terus menerus menentang dan membantah pandangan ekstrim para anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang akhirnya dibubarkan oleh pemerintah tersebut. Saya bahkan menerbitkan buku khusus untuk membantah dan menentang pemikiran mereka dengan judul “Mitos Khilafah Ajaran Islam”. Sila cek di Googe Books.
Dulu mereka merasa sangat kuat dan dengan berani menyerang pemikiran orang-orang yang setia kepada NKRI. Kami berdebat terus menerus di Yahoogroups dan suatu kali saya tantang mereka untuk berdebat langsung saja di masjid di mana mereka biasa berkumpul. Panggil saja semua anggota mereka dan akan saya hadapi sendirian (karena memang hanya saya yang berani frontal menghadapi mereka). 😁 Debat berlangsung juga di masjid mereka biasa berkumpul. Lumayan banyak juga mereka yang datang dan saya hadapi mereka sendirian. Ternyata seperti yang saya duga argumen mereka ya itu-itu saja dan berputar-putar. 😎
Karena merasa semakin hari semakin banyak pendukungnya maka mereka lalu masuk ke masjid-masjid besar di
berbagai kota, termasuk Balikpapan di mana saya tinggal waktu itu. Ustad mereka bahkan terang-terangan menyerang pemerintah Indonesia melalui ceramah Jum’at di masjid besar. Tentu saja ini membuat saya meradang. 😬
Berikut ini kisah ketika saya menentang mereka yang saya tulis di jurnal saya dulu.
Jum’at 19 Agustus 2011
Hari ini (19 Agustus 2011) saya melakukan kewajiban sholat Jum’at saya di Masjid Istiqomah Pertamina seperti biasanya dan berharap mendapat khotbah yang menyejukkan hati dan mengajak kepada kebaikan, apalagi ini bulan Ramadhan dan Nuzulul Qur’an baru saja berlalu.
Tapi saya sungguh terkejut bahwa ternyata khotbah yang disampaikan pada sholat Jum’at ini ternyata isinya justru pernyataan-pernyataan politik yang mengecam pemerintahan Indonesia yang menganut Demokrasi dan Nasionalisme dan oleh khatibnya dianggap sebagai sistem pemerintah Fir’aun. Jelas sekali bahwa sang khatib ini tidak berdakwah sebagaimana mestinya untuk mengajak kepada kebaikan tapi justru memasukkan pandangan-pandangan politiknya yang hendak mengusung Negara Islam Indonesia. Ia berkali-kali dengan tegas menyatakan bahwa segala problem dan kemungkaran yang terjadi di negara ini adalah karena kita saat ini menganut sebuah sistem Fir’aun. Masya Allah…! Sepanjang khotbah Jum’at ia tidak henti-hentinya mengecam dan memburuk-burukkan sistem pemerintah Indonesia dan para pemimpinnya yang dikatakannya tidak mengikuti perintah Tuhan. Ia mengajak para jamaah untuk mendukung sebuah sistem negara Islam sebagai gantinya. Ini jelas-jelas tidak mencerminkan sikap seorang Islam yang menjaga diri dari perkataan-perkataan yang buruk dan fitnah. Ini adalah ajakan untuk berbuat makar kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan perbuatan ini samasekali tidak bisa ditolerir.
Jadi saya kemudian menulis surat untuk saya kirim ke pengurus Masjid Istiqomah agar hal ini tidak terulang lagi. Surat saya bawa sendiri dan berikan pada pengurus Masjid Istiqamah dan pada semua tembusannya. Kecuali kantor MUI yang telah pindah ke ringroad, semua kantor saya datangi sendiri dan serahkan dengan minta tanda terima. Berikut ini suratnya.
######
Kepada Yth :
Pengelola Masjid Istiqomah PertaminaBalikpapan
HAL : PROTES KERAS PADA ISI KHOTBAH JUM’AT 19 AGUSTUS 2011
Assalamu Alaikum Wr. Wb.
Hari ini (19 Agustus 2011) saya melakukan kewajiban sholat Jum’at saya di Masjid Istiqomah Pertamina seperti biasanya dan berharap mendapat khotbah yang menyejukkan hati dan mengajak kepada kebaikan, apalagi ini bulan Ramadhan dan Nuzulul Qur’an baru saja berlalu.
Tapi saya sungguh terkejut bahwa ternyata khotbah yang disampaikan pada sholat Jum’at ini ternyata isinya justru pernyataan-pernyataan politik yang mengecam pemerintahan Indonesia yang menganut Demokrasi dan Nasionalisme dan oleh khatibnya dianggap sebagai sistem pemerintah Fir’aun. Jelas sekali bahwa sang khatib ini tidak berdakwah sebagaimana mestinya untuk mengajak kepada kebaikan tapi justru memasukkan pandangan-pandangan politiknya yang hendak mengusung Negara Islam Indonesia. Ia berkali-kali dengan tegas menyatakan bahwa segala problem dan kemungkaran yang terjadi di negara ini adalah karena kita sat ini menganut sebuah sistem Fir’aun. Masya Allah…! Sepanjang khotbah Jum’at ia tidak henti-hentinya mengecam dan memburuk-burukkan sistem pemerintah Indonesia dan para pemimpinnya yang dikatakannya tidak mengikuti perintah Tuhan. Ia mengajak para jamaah untuk mendukung sebuah sistem negara Islam sebagai gantinya. Ini jelas-jelas tidak mencerminkan sikap seorang Islam yang menjaga diri dari perkataan-perkataan yang buruk dan fitnah. Ini adalah ajakan untuk berbuat makar kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan perbuatan ini samasekali tidak bisa ditolerir.
Dengan ini saya menyampaikan PROTES KERAS kepada pengelola Masjid Istiqomah Balikpapan yang telah mengundang seorang pembicara (kalau tidak salah namanya adalah ustad Irfan dan berasal dari Jogya, info saya peroleh dari petugas Masjid Istiqomah) yang tidak layak mengisi di Masjid Istiqamah Balikpapan. Tidak selayaknya Masjid Istiqomah Pertamina yang terkenal moderat, damai, santun, dan terpelajar itu diisi oleh pembicara-pembicara yang memburuk-burukkan pemimpin bangsanya sendiri dan mengajak makar para jamaahnya kepada bangsa dan negara yang baru saja merayakan kemerdekaannya yang ke 66 kemarin lusa.
Mohon perhatian dari para pengurus Masjid Istiqomah dan semoga kita terhindar dari perbuatan yang mungkar.
Wassalam
Balikpapan, 19 Agustus 2011
Satria Dharma
Tembusan :
1. Walikota Balikpapan
2. Kapolresta Balikpapan
3. Kodim Balikpapan
4. Ketua DPRD Balikpapan
5. General Manager Pertamina Balikpapan
6. Ketua MUI Balikpapan
########
Tentu saja kasus ini kemudian meledak karena kasus ini dimuat di Kaltimpost di halaman 1 (saya kenal baik dengan pimpinannya) dan mendapat tanggapan dari semua yang saya tembusi suratnya, baik itu pengurus DKM Istiqamah, Polresta Balikpapan, Kodim Balikpapan, Pertamina Balikpapan, MUI Balikpapan.
Sekian dulu cerita saya. 🙏😁
Surabaya, 28 Desember 2024
Satria Dharma