Begitu tiba di hotel ternyata kami sudah ditunggu oleh seorang teman, Mas Revo. Dia sudah setahun lebih tinggal di Liverpool bersama istri dan tiga anaknya. Istrinya dapat beasiswa belajar di Universitas Liverpool jadi dia bersama tiga anaknya ikut sekalian dan bersekolah di Liverpool sekalian. Jadi dia naik kereta dari Liverpool ke London untuk menemui kami. Ada pesanannya yang kami bawa dari Surabaya.
Mas Revo ini seorang pejuang keluarga sejati dan semangat hidupnya luar biasa. Tak ada yang membuatnya gentar atau lemah hati. Ia selalu optimis dan ceria. Sungguh senang mengenal pemuda sepertinya. Mereka datang ke Inggris tidakkah mudah. Berapa sih beasiswa yang diperoleh kalau harus bawa anak tiga? Yang jelas dia harus berusaha survive. Tapi sama sekali tidak ada ceritanya yang bernada keluhan atau sambat karena bertanya perjuangan hidupnya. Ia bercerita tentang kesulitannya dengan enteng dan ceria.
Satu hal yang ia ‘sambat’ adalah layanan kesehatan yang ternyata kalah jauh dengan Indonesia. Di Liverpool kalau kita sakit sangat tidak mudah untuk ketemu dokter kayak di Indonesia. Untuk janji ketemu saja susah dan waktunya bisa dua atau tiga minggu lagi baru ada waktu. Ya penyakitnya sudah minggat. 😁 Pesannya adalah jangan sakit di Inggris. 😎
Tapi soal pelayanan kesehatan Indonesia yang super ciamik ini sebetulnya bukan cerita baru. Bahkan ada warga AS yang sangat salut dengan pelayanan kesehatan kita dan ia bandingkan dengan di negaranya yang super mahal dan brengsek.
Terima kasih ya, Pak Jokowi…! Engkau sungguh telah berjasa besar pada rakyatmu dengan BPJS-mu. 😎
Saya dan istri terbangun jam 3 pagi dan tidak bisa tidur lagi. Kan kalau di Surabaya ini sudah jam 9. Mana bisa kami tidur jam sekian. Kepala saya terasa agak cenut-cenut dan kaki sempat kram. Istri saya langsung melakukan ritualnya kalau traveling yaitu packing alias bongkar-bongkar koper dan ditata lagi. Dia bisa melakukan ini berjam-jam dan sangat menikmati. 😁
Pagi ini kami akan memulai tour kami pada jam 9 pagi. Kami tidak kumpul di hotel yang sama karena pihak hotel kekurangan kamar dan dialihkan ke hotel lain yang jaraknya 1,5 km. Jadi ya agak repot mengaturnya. Kami dapat hotel di Eurotraveller Hotel Premier Harrow. Grup satunya entah di mana.
Rute kunjungan kami hari ini adalah beberapa tujuan wisata di London seperti Big Ben, Westminster Palace, Westminster Bridge, London Eye, Tower Bridge, Tower of London.
Setelah itu kami akan menuju ke Manchester dengan perjalanan naik bis selama dua jam lebih. Malamnya kami akan menginal di hotel Ibis Hotel Northampton Centre
BIG BEN
Banyak orang yang salah mengira bahwa yang disebut Big Ben adalah jam besar di menara. “Big Ben” bukanlah nama menara jam itu sendiri. “Big Ben” sebenarnya awalnya merujuk pada Lonceng Besar yang berada di dalam menara, dan asal usul julukan ini masih menjadi bahan perdebatan. Tapi lama-lama orang menganggap bahwa jam besar itu namanya Big Ben. Yo wis lah…! 😁
Tower ini sangat tinggi tapi tidak ada lift untuk naik ke atas. untuk menuju puncak menara harus melalui tangga yang panjang. Ada 334 anak tangga yang harus dilewati untuk bisa mencapai puncak menara jam tersebut. Tapi kami tentu saja tidak masuk ke dalam, apalagi sampai naik ke atas.
Katanya jam Big Ben pernah melambat. Jam raksasa itu melambat sekitar empat setengah menit akibat ulah burung jalak yang tinggal di menara. Kawanan burung jalak memang banyak yang bersarang di jarum jam menara pada bulan Agustus 1949. Hal itu ternyata menyebabkan gerakan jarum jam terganggu, dan jarum jam menjadi melambat. Pada tahun 2017, lonceng diberhentikan karena adanya perbaikan dan perawatan yang dilakukan dalam waktu cukup lama. Perawatan jam baru selesai pada tahun 2021 dan setelahnya lonceng kembali berdentang.
Selain itu jam pada menara Big Ben pernah berhenti berputar setelah 100 tahun berdiri. Jam berhenti berdetak pada tahun 1976. Hal itu terjadi karena adanya kerusakan internal, yaitu adanya komponen yang menua. Pada tahun itu juga perbaikan dilakukan dan memakan waktu sembilan bulan, lalu pada Mei 1977 jam sudah kembali berfungsi seperti sedia kala.
WESTMINSTER PALACE
Istana Westminster, dikenal juga sebagai Rumah dari Parlemen, adalah tempat di mana dua rumah para parlemen dari Britania Raya terletak. Istana ini terletak di tepi utara dari Sungai Thames di jantung kota London dari Kota Westminster, dekat dengan Westminster Abbey yang bersejarah dan gedung pemerintahan Whitehall dan Downing Street.
Istana Westminster dibangun dari awal dengan segudang detail yang dimaksudkan untuk mengingatkan kembali masa lalu kejayaan Inggris. Bangunan megah ini baru mulai dibangun pada tahun 1840 dan baru selesai seluruhnya pada tahun 1870. Jadi ini bangunan yang kuno banget karena usianya sudah 100 tahun lebih. Kebaruannya sangat kontras dengan kesan tradisi abadi yang dimilikinya.
Istana Westminster ini punya lebih dari 1.100 kamar, 100 tangga, dan lorong sekitar dua mil. Kerumitan desain dan besarnya tata letaknya merupakan prestasi arsitektur yang luar biasa. Koridor labirin istana terbentang di bawah bayang-bayang Elizabeth Tower yang ikonik, lebih dikenal sebagai Big Ben, yang berfungsi sebagai pusat kehidupan politik Inggris.
Istana ini memiliki sejarah yang kaya dan luar biasa. Istana kerajaan pertama di situs ini dibangun oleh Raja Canute Agung dan kemudian Edward Sang Pengaku Iman pada abad ke-11. Saat ini gedung tempat para anggota parlemen Inggris menjalankan urusan sehari-hari juga menempati peringkat sebagai salah satu landmark paling terkenal di dunia selain Menara Eiffel, Piramida, Patung Liberty, dan Tembok Besar Tiongkok.
Kami hanya melihat istana ini dari luar. Kalau mau masuk harus bayar 30 pound. Tapi kami juga tidak punya cukup waktu untuk itu.
WESTMINSTER BRIDGE
Jembatan Westminster adalah jembatan lalu lintas jalan raya dan pejalan kaki di atas Sungai Thames di London, menghubungkan Westminster di sisi barat dan Lambeth di sisi timur. Jembatan ini didominasi warna hijau, warna yang sama dengan kursi kulit di House of Commons yang berada di sisi Istana Westminster yang paling dekat dengan jembatan, namun warna alaminya mirip dengan verdigris.
Pada tahun 2005–2007, jembatan ini mengalami pemugaran total, termasuk penggantian fasia besi dan pengecatan ulang seluruh jembatan. Ini menghubungkan Istana Westminster di sisi barat sungai dengan County Hall dan London Eye di timur dan merupakan titik akhir pada tahun-tahun awal London Marathon.
LONDON EYE
London Eye atau disebut juga Millennium Wheel adalah sebuah roda observasi yang terbesar di dunia setinggi 135 meter atau 443 kaki. London Eye berputar di atas Sungai Thames, London, Britania Raya dan mulai beroperasi pada akhir 1999.
London Eye dirancang oleh arsitek David Marks dan Julia Barfield dengan 32 buah kapsul pengamatan tertutup yang ber-Air Conditioner di sisi luar lingkarannya. London Eye berputar dengan kecepatan 0,26 meter/detik dan satu kali keliling memakan waktu sekitar 30 menit atau setengah jam. Dengan kecepatan tersebut, London Eye tidak perlu berhenti saat penumpang akan masuk kecuali untuk yang kurang mampu.
London Eye dibuka pada tahun 2000. Pada saat dibangun tahun 1999, ini adalah bianglala raksasa tertinggi di dunia, dan saat ini merupakan bianglala tertinggi di Eropa dan merupakan objek wisata berbayar paling populer di Inggris: terdapat lebih dari 2,2 juta pengunjung setiap tahunnya.
TOWER BRIDGE
Jembatan Menara (Tower Bridge) adalah jembatan yang membentang di atas Sungai Thames di London, Inggris Raya. Jembatan ini mengabungkan dua desain jembatan yaitu angkat dan gantung. Letaknya yang berdekatan dengan London Tower membuat jembatan ini diberi nama Tower Bridge. Jembatan ini selesai dibangun tahun 1894, dan merupakan salah satu ikon kota London. Jembatan Menara adalah salah satu jembatan yang dimiliki dan dikelola oleh Bridge House Estates, sebuah lembaga amal dari City of London Corporation.
Jembatan ini terdiri dari dua bangunan menara yang dihubungkan di tingkat atas oleh dua koridor untuk pejalan kaki. Dari koridor untuk pejalan kaki yang berada 42 meter di atas Sungai Thames, pengunjung dapat menikmati keindahan kota London dari atas. Tapi kami hanya jalan sedikit dan tidak sampai ke tengah. Pemandangan yang bisa dilihat termasuk di antaranya Katedral St. Paul, pusat bisnis dan belanja Canary Wharf, dan London Eye.
TOWER OF LONDON
Menara London, yang secara resmi disebut Istana Kerajaan Yang Mulia dan Benteng Menara London, adalah sebuah kastil bersejarah di tepi utara Sungai Thames di pusat kota London, Inggris. Itu terletak di London Borough of Tower Hamlets, yang dipisahkan dari tepi timur mil persegi Kota London oleh ruang terbuka yang dikenal sebagai Tower Hill. Didirikan menjelang akhir tahun 1066 sebagai bagian dari Penaklukan Norman. Sebuah istana megah di awal sejarahnya, berfungsi sebagai kediaman kerajaan.
Semua tempat yang kami kunjungi penuh dengan pengunjung. Ternyata kunjungan wisata asing ke London saja pada tahun 2023 lebih dari 20 juta orang. Tahun ini tampaknya meningkat. Bandingkan dengan jumlah turis yang datang ke Indonesia di tahun yang sama yang tidak sampai 12 juta orang. Pantesan kok di mana-mana penuh dengan manusia.
Begitu sampai di Ibis Hotel Manchester kami langsung masuk kamar dan tidak keluar lagi. Kami perlu istirahat untuk perjalanan keesokan harinya.
London, 3 Oktober 2024
Satria Dharma
