30 SEPTEMBER 2025
URUMQI
Ürümqi (mereka mengucapkannya ‘urumuci’) adalah ibu kota dari daerah otonom Xinjiang di bagian barat laut Tiongkok. Ini adalah kota besar di barat Tiongkok, dan terdaftar dalam Guinness Book of World Records sebagai kota terjauh dari laut, dan sekitar 2.648 km dari garis pantai terdekat.
Urumqi adalah kota terpencil di Jalur Sutra kuno. Kota ini pernah menjadi pusat transportasi penting di Jalur Sutra, dan kini menjadi ibu kota Daerah Otonomi Uighur Xinjiang.
Meskipun diklaim sebagai kota terpencil, Urumqi adalah kota yang modern dan maju. Kota ini memiliki bangunan-bangunan tinggi dan menjadi salah satu lokasi universitas yang terkenal di Tiongkok. Keberadaan sarana dan prasarana transportasi yang telah memadai membuat kota ini juga sering dikunjungi oleh wisatawan domestik.
Etnis Han merupakan etnis terbesar di Tiongkok, etnis ini juga merupakan etnis dengan populasi terbanyak di Kota Urumqi.
Selain itu, lokasinya yang lebih dekat dengan negara-negara Asia Tengah membuat Kota Urumqi juga ditinggali oleh etnis turkic seperti Uyghur, Kazakh, dan Uzbek. Berbagai macam etnis di kota ini membuat budaya yang berkembang sangat beragam.
Urumqi masuk dalam Destinasi Wisata Musim Panas Terpopuler di China. Urumqi mencatatkan 50,57 juta kunjungan wisatawan pada paruh pertama 2025, menjadikannya destinasi wisata musim panas ketiga paling populer di China.
Tahun lalu, Xinjiang menerima lebih dari 300 juta kunjungan wisatawan, menghasilkan pendapatan pariwisata lebih dari 359 miliar yuan (1 yuan = Rp2.275), meningkat 21 persen secara tahunan (year on year).
Lonjakan sektor pariwisata di kota itu didukung oleh jaringan transportasi yang semakin nyaman dan manajemen wisata yang modern.
Bagaimana sikap pemerintah China terhadap pendidikan Islam di Xinjiang?
Pemerintah China, pemda, dan Asosiasi Islam Xinjiang ternyata menganggarkan dana sebesar 280 juta Yuan atau sekitar Rp 627,8 miliar untuk pembangunan Xinjiang Islamic Institute (XII) di Kota Urumqi. Jadi pemerintahan komunis China ini ternyata juga peduli pada warga muslimnya. Siapa bilang bahwa pemerintah China menindas warganya yang beragana Islam? Mungkin gerombolannya Roy Suryo itu. 😁
Institut ini sendiri pertama kali dibangun pada tahun 1982 di pinggiran ibu kota Xinjiang di atas lahan seluas 7,6 hektare. Renovasi dilakukan pada tahun 2014. Selain di Urumqi, XII juga ada di delapan kota lainnya di Xinjiang, termasuk Kashgar, Aksu dan Hotan yang merupakan daerah terluar China. Jadi ada beberapa institut Islam di Xinjiang.
XII Urumqi sendiri memiliki mahasiswa sebanyak 889 orang mencakup jenjang S1 dan S2. Selama mengikuti pendidikan, mereka tinggal di asrama kampus tanpa dipungut biaya, termasuk untuk kebutuhan makan sehari-hari. Bukan hanya gratis tapi juga dapat biaya hidup 4.000 yuan (Rp 8,9 juta) yang sangat lumayan. Materi perkuliahan pokok yang diajarkan di kampus XII diantaranya Al Quran, Hadits, Bahasa Arab, Bahasa Mandarin, Syariah, Bahasa Inggris, Idiologi dan Undang-Undang Dasar Nasional China.
Ayo siapa mau kuliah agama Islam di sini…! 😁
BAZAAR
Tempat pertama yang kami kunjungi pagi ini adalah Grand Bazzar. Sebagai salah satu tempat terkenal di Urumqi, Bazar Besar Internasional Xinjiang kini menjadi tujuan wisata dan belanja utama. Biasanya orang datang ke tempat ini untuk makan siang dan makan malam tapi kami datang pagi ketika toko-toko baru dibuka dan sebagian masih bersiap untuk buka. Sengaja kami diajak pagi-pagi untuk menghindari keramaian di sore atau malam hari yang katanya sangat ramai.
Di bazaar ini hampir semua penjualnya adalah muslim meski pun wanitanya tidak berjilbab. Jadi kalau lihat orangnya kita tidak akan tahu apakah mereka muslim atau bukan. Tapi banyak orang tua yang mengenakan topi haji sehingga bisa dipastikan bahwa mereka adalah muslim.
Di bazaar ini ada masjid besar dengan menaranya yang Indah. Sayang sekali pintunya tertutup sehingga kami tidak bisa masuk untuk melihat dalamnya. Entah mengapa melihat masjid di Urumqi ini jiwa kesolehan saya meronta-ronta ingin sholat dua rakaat. Padahal kalau di negara sendiri ya gak begitu. Apakah ini pertanda bahwa saya semakin soleh…?! 😁
Dari Grand Bazaar ini kami menuju ke Danau Tianshan Tianchi yang berjarak sekitar satu jam lebih dari Urumqi. Danau Tianshan terletak sekitar 68 km di sebelah timur Urumqi. Tapi sebelumnya kami akan makan siang dulu.
DANAU TIANCHI (TIANSHAN)
Dari pintu masuk Tianshan Tianchi Scenicc Area ternyata kami harus naik bis khusus lagi yang cukup jauh untuk sampai di lokasi wisatanya, yaitu sekitar 40 km atau sekitar 1 jam perjalanan mendaki ke Danau Tianshan Tianchi. Sepanjang perjalanan tidak ada kendaraan lain yang boleh naik, hanya bis khusus tersebut. Sepanjang perjalanan naik tersebut juga tidak ada rumah atau bangunan apa pun. Tampaknya memang hal ini diatur oleh Pemda Xinjiang agar tidak ada rumah atau bangunan apa pun di sekitar radius 40 km sebelum Danau Tianshan. Jadi jelas tidak terjadi kemacetan atau pun hambatan bagi bis khusus tersebut.
Saya membayangkan ini seperti Puncak di Jakarta di mana tidak boleh ada kendaraan lain, rumah ,atau pun bangunan apa pun sepanjang 40 km dari pintu masuknya. Hanya kendaraan bis wisata Pemda yang bisa masuk. Tentu akan sangat lancar. Pemdanya yang akan mengelola wisata di Puncak dan tidak ada pihak lain yang bisa ikut menguasai daerah tersebut. Tentu saja itu tidak mungkin. Hanya negara komunis yang bisa mengatur warganya tanpa harus terjadi bentrokan perkara kepemilikan tanah dan properti. Kalau di Indonesia mah rakyat lebih berkuasa ketimbang pemerintah. 😁
Danau Tianchi disebut “Mutiara Pegunungan Tianshan” dan dikenal sebagai “Cermin Langit Mengambang” karena mitos yang menyebutkannya sebagai cermin Ibu Suri dari Barat. Terbentuk oleh gletser yang mencair dan presipitasi alami, danau pegunungan ini memiliki air jernih seperti batu giok yang dikelilingi puncak-puncak bersalju dan pohon cemara, menciptakan pemandangan yang spektakuler. Wisatawan dapat menikmati pemandangan dengan berjalan kaki, mendaki, atau naik speedboat di danau.
Danau Tianshan Tianchi atau sebagian orang lebih suka menyebutnya Danau Surgawi Pegunungan Tianshan, merupakan salah satu landmark Xinjiang, olahraga pemandangan utama nasional (AAAAA) dan properti Warisan Alam Dunia UNESCO dengan sumber daya alam yang unik dan berharga serta konotasi humanistik yang kaya dan khas. Kami naik boat ke tengah Danau Tianshan tapi tidak turun di sisi di mana ada biara di atasnya. Tampaknya semua peserta sudah kelelahan dan tidak mau ada lokasi wisata yang harus naik jalan kaki lagi. 😁
Tianshan sendiri adalah pegunungan besar di Asia Tengah yang membentang sekitar 2.500 kilometer. Berarti 2,5 kali bentangan pulau Jawa. Pegunungan ini merupakan rangkaian pegunungan terbesar di wilayah kering beriklim sedang di dunia, dan pegunungan timur-barat yang terisolasi terbesar di dunia. Bagian Xinjiang dari Tianshan membentang dari timur ke barat sejauh 1.760 km dan merupakan pegunungan dengan keindahan alam yang luar biasa jika dilihat dari pesawat.
Sebenarnya kami ditawari untuk mencoba kereta gantung dengan membayar sendiri tapi tampaknya semua sudah kecapekan. Lagipula ini akan makan waktu kami selama dua jam. Mungkin kami sudah membayangkan akan pulang ke Jakarta besok pagi. 😁
Perjalanan balik ke Urumqi memakan waktu sekitar satu setengah jam. Jam enam kami sudah masuk kota. Kami makan malam dulu sebelum diantar kembali ke hotel.
Sekaranglah waktunya packing koper-koper kami sebelum naik pesawat dari Urumqi ke Jakarta. Berat bagasi tidak boleh lebih dari 23 kg dan kabin max 8 kg. Kami akan transit sekitar 3 jam di Shanghai tapi kami tidak akan keluar dari bandara. Kami masih harus melalui imigrasi dulu sebelum naik pesawat ke Jakarta.
Urumqi, 1 Oktober 2025
Satria Dharma








