Suhu di Sheki cukup dingin tapi nyaman. Kamar hotel kami di Sheki Palace terasa cukup dingin sehingga kami tidak perlu menyalakan AC.
Karena kami akan melakukan perjalanan cukup jauh dan melintasi perbatasan antara negara Azrbaijan dan Georgia maka kami harus berangkat lebih pagi. Jam 08:00 kami harus sudah berangkat.
Setelah sarapan, kami naik bis dan akan diantarkan menuju border Georgia di Lagodekhi. Di sini kami akan ganti bis dan akan menggunakan bis Georgia.
Pengalaman kami melewati imigrasi Georgia kurang menyenangkan. Kami harus menyeret koper-koper besar kami melintasi perbatasan yang mendaki dan sangat panjang. Ada yang bilang bahwa jaraknya 1 km. Tentu saja tidak sampai sejauh itu tapi rasanya memang sejauh itu. Sungguh melelahkan…! Kayaknya roda koper kami perlu diservis setelah ini.
Tapi ini belum selesai. Setelah itu kami harus menghadapi petugas imigrasi Georgia yang kurang ramah. Kami bahkan harus menunggu lama karena ada dua anggota grup kami yang tertahan karena visanya bukan visa Georgia tapi via New Zealand.
Ketika saya ditanya oleh petugas imigrasi apakah kami semua punya visa Georgia saya jawab tentu saja. Saya pikir kami semua tentu sudah mengurus visa Georgia sebelum berangkat dalam trip ini. Tapi ternyata saya salah. Tidak semua punya visa Georgia. Ada yang pakai via USA dan ada yang pakai visa New Zealand. Ternyata visa tersebut bisa lewat masuk ke Georgia. Tapi yang pakai visa NZ tertahan lama entah mengapa.
Pada akhirnya dua orang anggota grup yang bervisa NZ itu tidak bisa lewat dan harus kembali ke Azerbaijan. Jadi kami harus meninggalkannya dan nanti mereka akan diurus oleh Tsamaya guide kami selama ini di Azerbaijan.
Kami tertahan selama 3 jam di imigrasi karena insiden ini sehingga jadwal kami juga harus menyesuaikan.
Begitu keluar dari perbatasan kami lalu mengunjungi jalan indah di Sighnaghi yang terkenal dengan arsitektur dan pemandangan indah di sekeliling negara ini,
GEORGIA
Georgia adalah rumah bagi orang Eropa pertama. Tengkorak manusia tertua di Kaukasus adalah milik pasangan berusia 1,8 juta tahun bernama Zezva dan Mzia, ditemukan selama ekspedisi arkeologi di Dmanisi. Jelas nama mereka adalah pemberian dari penemunya. Mereka dipandang sebagai penghubung penting antara nenek moyang Afrika dan Eropa.
Salah satu tokoh sejarah penting abad ke-20, Josef Stalin, lahir di Georgia pada tahun 1878.
Populasi warga Georgia yang sudah menua dan semakin kecil jumlahnya khususnya di Gori, masih menghormati Stalin atas perannya dalam industrialisasi Uni Soviet dan dalam mengalahkan Nazi Jerman pada Perang Dunia Kedua. Tapi banyak yang menganggap Stalin sebagai diktator paling kejam dalam sejarah dan membencinya. Joseph Stalin dibenci terutama karena gaya kepemimpinannya yang diktator dan brutal, yang mengakibatkan kematian jutaan orang akibat kelaparan, eksekusi, dan kamp kerja paksa (Gulag) selama masa jabatannya (1929–1953). Kebijakan kolektivisasi pertanian paksa dan pembersihan politik (Great Purge) menjadikannya salah satu sosok paling kontroversial dan ditakuti dalam sejarah Soviet.
Georgia adalah destinasi menakjubkan di persimpangan Eropa dan Asia yang terkenal sebagai tempat kelahiran anggur (8.000 tahun tradisi), kuliner khas seperti khachapuri dan khinkali, serta keindahan pegunungan Kaukasus. Negara ini menawarkan perpaduan sejarah kuno, kota tua Tbilisi, dan budaya ramah yang masih tersembunyi. Terdapat 12 zona iklim yang berbeda. Dengan iklim yang beragam mulai dari subtropis hingga semi-gurun dan bahkan pegunungan tinggi, Georgia adalah salah satu negara dengan keanekaragaman ekologi terbesar di planet ini. Selain itu Georgia kaya akan sejarah, dengan banyak biara, gereja, dan monumen arsitektur kuno.
Menurut mitologi kuno, Georgia adalah tempat penyimpanan salah satu harta paling berharga di dunia, Bulu Emas Jason yang terkenal. Menurut mitos, Bulu Emas adalah bulu domba jantan bersayap berbulu emas, yang disimpan di Colchis, sebuah kerajaan dan wilayah kuno di pantai Laut Hitam, yang sekarang berada di Georgia. Ketika Jason, raja Iolcus yang sah di Thessaly, menantang raja Pelias yang sedang berkuasa untuk merebut takhta, Pelias menjawab bahwa Jason hanya dapat memiliki takhta setelah ia membawakan Bulu Emas kepadanya. Jason menerima tantangan tersebut dan mengumpulkan sekelompok pahlawan, termasuk Heracles – yang lebih dikenal saat ini dengan nama Romawinya, Hercules – untuk berlayar ke Colchis dengan kapalnya, Argo.
Setelah perjalanan epik, para Argonaut tiba di Colchis, di mana Jason harus melakukan tiga tugas untuk memenangkan Bulu Emas dari Aeetes, Raja Colchis. Dengan bantuan penyihir Medea, Jason berhasil membajak ladang dengan lembu yang menyemburkan api, menabur gigi naga ke ladang, dan mengalahkan naga yang menjaga Bulu Emas.Setelah memenangkan bulu domba emas, Jason dan para Argonaut akhirnya berhasil kembali ke rumah mereka, yang kemudian menjadi salah satu kisah paling terkenal dalam mitologi Yunani.
SIGHNAGHI
Sighnaghi adalah kota kecil menawan di wilayah Kakheti, Georgia Timur, yang dikenal sebagai “Kota Cinta” dengan kantor catatan sipil 24 jam. Jadi kalau mau menikah kapan saja, bahkan tengah malam, kantor Catatan Sipil siap membantu. 😁
Sighnaghi terletak di puncak bukit, sehingga menawarkan pemandangan Lembah Alazani dan Pegunungan Kaukasus, jalan berbatu, rumah berwarna-warni, serta benteng bersejarah. Kota ini berjarak sekitar 2 jam dari Tbilisi.
Di sini kami ditawari untuk minum air khas Georgia yang namanya Borjomi. Ini adalah merek air mineral paling ikonik dan terkenal dari Georgia. Ini adalah air mineral hidrokarbonat natrium alami dengan mineralisasi yang berasal dari lembah vulkanik. Borjomi dikenal karena rasanya yang unik (sedikit asin dan berkarbonasi alami) dan sering digunakan untuk membantu pencernaan.
BODBE MONASTERY
Semestinya kami diajak ke Biara BODBE tapi karena waktu kami tersita 3 jam di imigrasi maka kami tidak jadi ke biara ini.
Biara St. Nino di Bodbe adalah kompleks biara Ortodoks Georgia dan kursi para Uskup Bodbe yang terletak 2 km dari kota Sighnaghi, Kakheti, Georgia. Awalnya dibangun pada abad ke-9, telah direnovasi secara signifikan, terutama pada abad ke-17. kisah Bodbe Monastery erat kaitannya dengan St. Nino, yaitu seorang gadis budak dari Asia Minor yang datang ke Georgia pada tahun 324. Nino membawa salib khas yang terbuat dari rambut dan sulur anggur, yang kini menjadi ikon paling dihormati di Katedral Sioni, Tbilisi. Bahkan, salib St. Nino pernah diberikan oleh raja Georgia kepada Tsar Alexander II dari Rusia sebagai simbol persatuan antara dua bangsa Ortodoks ini. Biara ini sendiri didirikan pada abad ke-5 dan telah mengalami banyak masa sulit—dari invasi bangsa Yunani, Romawi, Persia, Bizantium, hingga pendudukan Mongol dan Bolshevik. Namun, semangat rakyat Georgia untuk mempertahankan warisan rohani mereka tak pernah padam.
Kami menginap di Hotel Astoria Tbilisi malam ini. Tbilisi adalah ibu kota dan kota terbesar di negara Georgia, terletak di tepi Sungai Kura (Mtkvari).
Tbilisi, 11 Mei 2026
Satria Dharma

















