Amnesti dan abolisi yang diberikan oleh Prabowo kepada Tom Lembong dan Hasto menggegerkan dunia persilatan, khususnya perpolitikan Indonesia. Tentu saja ada yang pro dan ada yang kontra. Pujian dan hujatan saling sahut menyahut. Masing-masing tentu memberikan argumen yang berbeda-beda. Tapi satu hal yang jelas adalah bahwa tindakan ini membuat Prabowo memenangkan hati para politisi lawannya. Tentu saja mereka akan sangat berterima kasih pada Prabowo. Ketua Umum PDI (PDIP) Megawati Soekarnoputri saja sampai nangis saking terharunya. Ia langsung meminta para kader PDIP untuk mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. “See what I get?” mungkin begitu kata Prabowo pada orang-orang yang mencemoohnya, “It’s so easy.” 😁
Tom Lembong sendiri juga mengucapkan rasa terima kasihnya pada Prabowo dan tentunya rasa terima kasih itu juga dirasakan oleh para pendukungnya. Rasa marah dan benci yang mungkin ada dalam hati mereka kepada pemerintahan Prabowo tiba-tiba hanyut keluar dari sel di mana Tom Lembong ditahan. Ada rasa lega dan puas yang mereka rasakan.
Apakah ada yang marah dan tidak terima dengan keputusan Prabowo ini? Tentu saja. Hampir semua pendukung Jokowi merasa bahwa keputusan ini semacam pengkhianatan terhadap Jokowi. Mengapa? Karena dengan demikian mereka merasa bahwa hal ini akan membuat para pembenci Jokowi menjadi semakin meyakini bahwa pengadilan terhadap Tom Lembong dan Hasto adalah atas kemauan dan perintah Jokowi. Dan kini Jokowi semakin dijadikan sebagai kambing hitam atas kesalahan tersebut yang kemudian dianulir oleh Prabowo. Hujatan dan caci maki kepada Jokowi dan keluarganya dari para pembencinya memang langsung meningkat. Berhamburan dengan kata-kata yang sangat keji sehingga membuat saya bergidig. Sampai segitunya kah…?!

Jadi jelas sekali bahwa amnesti dan abolisi ini adalah langkah kemenangan Prabowo pada lawan-lawan politiknya. Tapi benarkah bahwa ini merupakan ‘kekalahan’ bagi Jokowi dan pendukungnya?
Tunggu dulu, Ferguso… 😎
Jokowi sendiri sudah memberikan komentar atas hal ini. “Ya itu hak prerogatif, hak istimewa yang diberikan oleh Undang-Undang Dasar kita kepada presiden,” katanya. Prabowo tentunya sudah mempunyai pertimbangan yang matang sebelum mengambil keputusan itu. Jokowi yakin, keputusan Prabowo sudah memertimbangkan baik segi hukum maupun sosial politik.
So cool… Ini komentar normatif yang sulit untuk dipersepsikan macam-macam. Jokowi seolah tidak kaget sama sekali pada tindakan Prabowo ini. 😁
Masih ingat ketika Prabowo mengunjungi Jokowi di rumahnya di Solo baru-baru ini? (Minggu, 20/7/2025). Masih sangat fresh kejadiannya. Menurut Anda kira-kira apa yang dibicarakan oleh mereka? Apakah tidak mungkin bahwa Prabowo datang ke sana juga untuk mendiskusikan apa yang akan ia lakukan pada Tom Lembong dan Hasto pada saat itu?
Saya kok membayangkan bahwa Prabowo sudah mendiskusikan hal ini pada Jokowi. Dalam cara Suroboyoan kira-kira begini dialognya.
“Yok opo nek arek loro iki tak tokno ae, bro?”
“Lembong karo Hasto tah?”
“Iyo. Marai ribut dunyo persilatan ae.”
“Apik, bro. Atur ae. Sip…!”
“Pokoke mari ngene awak dewe kudu ngene…ngene…ngene… Serahno aku ae urusane.”
“Jos gandoz… Laksanakan. ”
Lalu mereka berangkulan dan Prabowo pulang dengan wajah sumringah. Jokowi tersenyum gembira mengetahui bahwa penggantinya benar-benar cerdas dan berani mengambil langkah yang kontroversial tapi diperlukan oleh bangsa ini. 😎
Surabaya, 2 Agustus 2025
Satria Dharma
NB: Sebentar lagi hari kemerdekaan bangsa. Apakah kalian sudah memerdekakan diri dari rasa marah, benci, dan iri pada lawan politik Anda di medsos? 😁