Seorang guru membuat sebuah pelajaran bagi siswa-siswanya dengan sebuah eksperimen agar mereka dapat mengingatnya dengan lebih kuat. Ia memberikan balon kepada setiap siswanya. Mereka harus meniupnya, menuliskan nama mereka di atasnya, dan melemparkannya ke lorong. Setelah balon terkumpul semua di lorong, guru tersebut kemudian mencampur semua balon tersebut. Para siswa kemudian diberi waktu 5 menit untuk menemukan balon mereka sendiri. Tentu saja suasana menjadi kacau dengan setiap murid yang berusaha untuk mencari balon mereka masing-masing. Mereka berebut dan saling dorong. Ketika mereka menemukan balon yang bukan atas nama mereka maka mereka melemparkannya kembali dan berusaha untuk mencari balon yang berisi nama mereka masing-masing. Puluhan anak saling berebut dan dorong untuk mencari dan mendapatkan balonnya masing-masing. Lima menit berlalu dengan gaduh dan saling dorong tapi tidak seorang pun menemukan balon mereka.
Guru kemudian menyuruh mereka berhenti dan memberi tahu para siswa cara paling cepat untuk mendapatkan balon masing-masing. Mereka diminta untuk antri dan mengambil balon pertama yang mereka temukan. Balon siapa pun yang mereka temukan akan mereka serahkan kepada orang yang namanya tertulis di atasnya. Dalam waktu kurang dari 5 menit, setiap orang mendapatkan balon mereka masing-masing tanpa harus berebut dan saling dorong.
Guru tersebut berkata kepada para siswa: “Balon-balon ini seperti kebahagiaan. Kita tidak akan pernah menemukannya jika setiap orang mencari kebahagiaan mereka sendiri dengan saling berebut, saling dorong, dan saling tolak. Namun, jika kita peduli dengan kebahagiaan orang lain, kita juga akan menemukan kebahagiaan kita sendiri.”
Hari itu para siswa mendapatkan pelajaran yang sangat berharga untuk saling membantu memperoleh kebahagiaan bersama.
Semoga hari Anda dipenuhi dengan kebahagiaan juga. 🙏😍
Surabaya, 25 April 2025
Satria Dharma