Kami menginap di Days Inn Hotel di Gretna Green. Pagi jam 9 kami sudah meluncur ke Edinburgh (yang dibaca ‘edinbrah’ oleh orang lokal).
Gretna Green adalah sebuah desa di perbatasan Skotlandia yang terkenal di seluruh dunia sebagai tujuan pernikahan romantic alias kawin lari. Desa indah ini menjadi surga bagi para kekasih muda yang mau melakukan kawin lari setelah Undang-Undang Perkawinan tahun 1754 diperkenalkan di Inggris dan Wales.
“Kawin Lari” Gretna dimulai pada tahun 1754 ketika Undang-Undang Pernikahan Lord Hardwicke mulai berlaku di Inggris. Berdasarkan Undang-undang, jika orang tua dari seseorang yang berusia di bawah 21 tahun keberatan dengan pernikahan anak di bawah umur, orang tua tersebut dapat secara hukum memveto serikat tersebut. Undang-undang tersebut memperketat persyaratan untuk menikah di Inggris dan Wales tetapi tidak berlaku di Skotlandia, karena anak laki-laki diperbolehkan menikah pada usia 14 tahun dan anak perempuan pada usia 12 tahun dengan atau tanpa persetujuan orang tua. Jadi kalau ada pasangan muda yang mau menikah tapi takut dihalangi oleh ortu mereka maka mereka lari ke Gretna Green dan menikah secara resmi di sini. Sekarang desa ini dikenal sebagai desa cinta bagi pasangan muda romantis.
EDINBURGH
Edinburgh adalah ibu kota Skotlandia, sebuah negara konstituen dari Britania Raya, dan kota terbesar kedua di Skotlandia setelah Glasgow. Kota Edinburgh menjadi ibu kota resmi Skotlandia. Edinburgh telah menjadi ibu kota Skotlandia sejak tahun 1437. Jadi usianya sudah lebih dari 5 abad. Jadi rumah-rumahnya memang sangat klasik. Penduduknya sekitar setengah juta orang (statistik 2020). Terletak di pesisir timur Skotlandia, Edinburgh berada di sepanjang pantai selatan Firth of Forth. Kota ini merupakan pusat budaya, pendidikan, dan politik di Skotlandia, dengan sejumlah institusi terkenal, termasuk Universitas Edinburgh, yang merupakan salah satu universitas tertua di dunia. Kami menyempatkan diri untuk mendatangi kampus ini dan nongkrong di kantin mahasiswanya. Harga makanan di sini jelas lebih murah ketimbang di luar. Kami sempat membayangkan punya kantin kampus seperti ini.
Ketika kami tahu bahwa ada masjid Edinburgh yang hanya berjarak 300 meter dari kampus kami segera menuju ke sana. Kapan lagi bisa salat di masjid Edinburgh. Alhamdulillah kewajiban Dhuhur dan Ashar selesai di masjid. Biasanya kami malah salat duduk di bis saja karena darurat. 😁
Skotlandia merupakan negara yang tergabung dalam Britania Raya bersama Inggris, Irlandia Utara, dan Wales. Skotlandia resmi bergabung dengan Britania Raya pada tahun 1707. Sebelumnya, negara ini sudah menjadi negara independen selama 800 tahun.
Para arkeolog menemukan fakta bahwa kota Edinburgh sudah ditinggali manusia sejak 8.500 tahun sebelum masehi. Bayangkan betapa tuanya kota ini dan betapa banyak, sejarah, budaya dan peradaban yang telah dialaminya.
Saat ini, Edinburgh menjadi kota paling hijau di Britania Raya. Kota ini memiliki 112 taman serta populasi pohon yang melimpah
JK Rowling menjadikan Edinburgh sebagai sumber inspirasi untuk menulis Harry Potter. Ia tinggal di Edinburgh saat menulisnya
Edinburgh tidak jarang disebut sebagai kota paling seram di Britania Raya. Bahkan saking seramnya, kota ini menawarkan tur hantu kepada wisatawan yang tertarik dengan petualangan mendebarkan dan bikin merinding. Cerita horor Edinburgh dibangun lewat sejarah selama berabad-abad, dengan kisah warisan pembunuhan, korban wabah, dan penyiksaan, yang menjadikannya lokasi utama kota berhantu. Sehingga penampakan arwah konon kerap muncul di Edinburgh. Kalau lihat gedung-gedung tuanya tampaknya sangat mendukung.
Di balik keindahan Kota Edinburgh, ada lorong bawah tanah yang punya cerita pilu dan horor bernama Mary King’s Close. Lorong bawah tanah ini terbilang kelam dengan berbagai cerita mitos hantu. Ada banyak toko-toko yang menawarkan semacam Rumah Hantu bagi yang tertarik untuk mengetahuinya.
Edinburgh Castle
Kastil Edinburgh adalah tujuan utama kami. Kastil ini salah satu tempat berbenteng tertua di Eropa. Dengan sejarah panjang yang kaya sebagai kediaman kerajaan, garnisun militer, penjara dan benteng, tempat ini penuh dengan banyak kisah menarik.
Bicara Skotlandia maka kita akan membayangkan wiski, tartan, bagpipe, dan kastil. Saat ini terdapat lebih dari 1500 kastil yang tersebar di lanskap Skotlandia yang subur. Beberapa kastil berada dalam reruntuhan yang tidak direnovasi sedang yang lain digunakan sebagai rumah atau hotel kastil. Beberapa kastil telah diubah menjadi museum. Keragaman arsitektur kastil sangat memesona dan mencerminkan sejarah Skotlandia yang penuh gejolak peradaban yang menarik.
Kastil Edinburgh yang paling terkenal di Skotlandiu telah menjulang di atas kota selama lebih dari 900 tahun. Kastil Edinburgh ini sendiri menarik lebih dari dua juta pengunjung setiap tahunnya. Berasal dari abad ke-12, kastil ini memiliki sejarah yang kaya dan penuh warna. Tapi kami tidak masuk ke kastil ini karena katanya sudah penuh. Lagipula kami juga tidak punya banyak waktu untuk menyusuri lorong-lorong kastil indah ini.
ROYAL MILE
Royal Mile adalah jalanan yang membentang di antara dua lokasi penting dalam sejarah kerajaan Skotlandia: Kastil Edinburgh dan Istana Holyroodhouse. Nama ini diambil dari nama jalur prosesi tradisional para raja, dengan total panjang kira-kira satu mil. Jalan-jalan yang membentuk Royal Mile adalah (barat ke timur) Castlehill, Lawnmarket, High Street, Canongate dan Abbey Strand.
Royal Mile berisi berbagai toko, restoran, rumah umum, dan atraksi pengunjung. Selama Edinburgh Fringe tahunan, High Street dipenuhi turis, penghibur, dan pengamen. Parliament Square adalah jantung sistem hukum Skotlandia, menjadi rumah bagi Pengadilan Tinggi Kehakiman dan Pengadilan Sidang.
VICTORIA STREET
Victoria Street adalah jalan berbatu terjal yang membentang dari Grassmarket hingga Jembatan George IV, dekat Royal Mile. Dengan bentuknya yang tidak biasa dan koleksi toko-toko unik, sering dikatakan bahwa ini adalah ide di balik Diagon Alley dalam serial Harry Potter.
Victoria Street dirancang oleh arsitek Thomas Hamilton, salah satu tokoh lampu terkemuka dalam mentransformasikan kota dengan bangunan neo-klasik dan banyak dipengaruhi oleh arsitektur Yunani kuno. Namun ditetapkan bahwa bangunan yang terkait dengan jalan baru tersebut harus bergaya ‘Flemish Lama’, dan mengambil inspirasi dari detail Rumah Sakit Heriot.
Dari Edinburgh kami meluncur ke Glasgow dengan jarak 1,5 jam perjalanan.
GLASGOW
Glasgow adalah kota terbesar di Skotlandia. Kota ini terletak di Sungai Clyde di daerah dataran rendah Skotlandia. Orang-orang dari Glasglow disebut Glaswegians dalam bahasa inggris, dan “Keelies” dan “Weegies” oleh orang Skotlandia lainnya.
Glasgow berkembang dari keuskupan Glasgow pada abad pertengahan dan nantinya didirikannya Universitas Glasglow, di mana kampus ini menyumbang dalam pencerahan Skotlandia. Sejak abad ke 18, kota ini telah menjadi hubungan utama Eropa dalam perdagangan dengan Amerika. Dengan adanya Revolusi Industri, kota ini dan daerah disekitarnya menjadi salah satu pusat teknik pembuatan kapal, membuat banyak kapal yang terkenal. Glasgow juga diketahui sebagai Kota Kedua dari Britania Raya pada zaman Victoria. Sekarang, ini adalah salah satu dari 20 pusat perekonomian di Eropa dan tempat di mana banyak orang Skotlandia berbisnis.
Pada akhir abad ke 19 dan awal abad ke 20, populasi Glasgow meningkat melebihi 1 juta, dan adalah kota terbesar keempat di Eropa, setelah London, Paris dan Berlin. Kami hanya mampir sejenak untuk berfoto-foto di alun-alun city centrenya.
Dari Glasgow kami balik ke Gretna Green lagi dengan perjalanan selama 2,5 jam dan tiba dalam keadaan lelah tapi puas. Ini hari yang sangat menyenangkan.
Gretna Green, Scotland, 6 Oktober
Satria Dharma
